
"Ya, Rahan. Tenanglah! Mama mu pasti akan baik-baik aja." Ros berucap sambil menyentuh tangan Rahan.
Karena sentuhan itu, Rahan pun tidak bisa menahan diri. Dia langsung saja menarik Ros ke dalam pelukannya tanpa ia hiraukan keberadaan papa juga oma Rita yang saat ini ada di dekat mereka. Sedangkan Ros pula dia tidak bisa menolak pelukan itu, karena Rahan saat ini sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
....
Vonis hukuman penjara untuk tante Dewa atas kesalahan yang ia lakukan adalah, penjara selama dua belas tahun. Itu semua karena tante dewa telah menerima dua kasus sekaligus. Penganiayaan, dan juga penipuan. Karena itu, dia dan anaknya menerima hukuman tersebut.
Sementara untuk dewa, dia hanya menerima hukuman sepuluh tahun penjara saja. Karena dia hanya melakukan tindakan kekerasan dalan rumah tangga. Tidak ada kesalahan lain yang ia perbuat untuk saat ini.
Sementara itu, mama Dewa yang kini berada di rumah sakit malah mengalami cacat. Alias, perempuan tua itu mengalami lumpuh total akibat ulah Eva.
Malangnya dia, sudah lumpuh total, tidak ada pula yang mau menjaganya. Dia sendirian karena tidak punya keluarga lagi. Sementara Eva yang saat ini bebas berkeliaran, pasti tidak akan menjaga mama mertuanya yang sudah tidak ada gunanya lagi.
Tapi, Eva tidak akan membiarkan mama Dewa lolos begitu saja. Karena sebelumnya, mama Dewa adalah perempuan yang sangat kejam. Yang sudah menyakiti dirinya berulang kali. Baik secara batin, maupun secara fisik.
Dan lagi, mama Dewa adalah hambatan untuk Eva memiliki tempat tinggal. Karena saat ini, Eva tidak punya tempat tinggal lain selain rumah Dewa. Karena itu, Eva mendatangi kamar mama Dewa, yang di mana perempuan tua yang lumpuh total itu berada.
"Halo, mama mertua. Apa kabar anda sekarang? Apakah baik-baik saja?" Eva menyapa mama Dewa dengan senyum menyeringai di bibirnya.
__ADS_1
Tentu saja perempuan tua itu langsung ketakutan saat melihat Eva. Bagaimana tidak? Dia juga tahu sejahat apa Eva sebelumnya. Karena itu, dia ingin menghindari Eva sekarang. Namun sayangnya, itu tidak bisa ia lakukan.
"Jangan takut, mama mertua. Aku datang untuk menolong mama mertua kok." Eva berucap sambil duduk di samling ranjang mama Dewa.
"Mama mertua sudah sangat menderita, bukan? Karena itu, aku ingin membantu mama untuk mengakhiri penderitaan mama."
"Ah, tapi sebelum hal itu aku lakukan, aku ingin bilang kalau anak mama mertua akan dihukum penjara selama sepuluh tahun. Sedangkan keponakan dan adik mama, mereka lebih lama dua tahun dari anak mama tersayang yang malang itu."
"Karena itu, keluarga kalian yang tinggal hanya aku saja. Rumah kalian, akan menjadi milikku. Untuk itu, aku akan bantu mama untuk pergi lebih cepat. Dengan begitu, aku tidak perlu merawat perempuan tua bangka yang tidak berguna seperti mama ini."
Mendengar ucapan Eva yang panjang lebar, mata mama Dewa langsung berlinangan. Ia ingin sekali memukul Eva, tapi itu hanya niat yang tidak bisa ia lulus kan bagaimana caranya.
"Oh, jangan menangis! Jangan! Aku tidak suka melihat wanita tau menjatuhkan air mata. Itu sangat tidak mengibakan hati, tau nggak?"
"Selamat jalan, mama mertua terkasih. Aku doakan, mama langsung masuk neraka tanpa hisab yah. Soalnya, dosa mama udah buanyak banget, Ma. Kan gak enak kalo doanya agar mama masuk surga tanpa hisap. Sama aja bohong, kan?"
Lagi-lagi, Eva tersenyum menyeringai dengan penuh rasa bahagia. Kemudian, dengan cepat ia bekap mulut dan hidung mama Dewa dengan menggunakan bantal.
Orang tua yang tidak bisa melakukan apa-apa itupun langsung kekurangan oksigen secara perlahan. Hingga akhirnya, tidak bisa bernapas total.
__ADS_1
Pada saat itulah, dua orang suster datang bersama dengan seorang wanita tua yang sebelumnya sudah melihat dan mendengar apa yang Eva katakan pada mama Dewa. Eva yang kaget bukan kepalang dengan kedatangan orang ke kamar tersebut, berusaha untuk menutupi apa yang terjadi.
Tapi sayangnya, mereka melihat dengan jelas kalau Eva baru saja mengangkat bantal dari wajah mama Dewa. Karena itu, seperti apapun sanggahan yang ia buat, tidak akan ada yang percaya. Karena ada bukti yang sangat jelas yang sudah mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Polisi pun di datangkan. Eva di giring ke kantor polisi kembali. Tiga saksi cukup untuk menjadi bukti perbuatan kejam Eva sampai harus menghilangkan nyawa. Karena itu, Eva langsung dinyatakan sebagai tersangka.
Sementara itu, mama Dewa sudah tidak bisa di selamatkan lagi. Wanita tua itu sudah tidak bernapas akibat ulah Eva yang serakah. Atau ... mungkin juga itu karma yang harus ia terima atas apa yang sudah ia lakukan sebelumnya.
....
Dua bulan kemudian.
Seminggu setelah sadarnya mama Rahan dari koma, pernikahan Rahan dengan Ros langsung dilaksanakan. Pernikahan yang sempat tertunda, akhirnya langsung terlaksana atas permintaan mama Rahan sendiri.
Wanita itu saat ini sedang berada di atas kursi roda pasca jatuhnya dari atas tangga. Dia dinyatakan lumpuh akibat jatuh. Tapi, hal itu membuat mama Rahan sadar akan kesalahan yang sudah dia lakukan.
Akhirnya, Ros bisa menikmati kebahagiaan yang selama ini ia harapkan. Pernikahan yang membawa Ros bahagia. Mawar putih telah berubah warnanya. Begitu juga dengan penderitaan, kini sudah berubah menjadi kebahagiaan.
**SELESAI**
__ADS_1
______________________________________________
*Catatan. "Maaf buat semuanya. Karya ini sampai di sini saja yah. Maaf jika akhirnya sangat tidak memuaskan. Ada beberapa hal yang tidak bisa aku katakan, yang menjadi alasan cerita ini berakhir begini. Tapi apapun itu, semoga kalian merasa puas. Dan yang paling penting, kalian tidak merasa jera untuk membaca karya aku berikutnya. See you, man teman.