
Sebenarnya uang hasil penjualan rumah sebanyak dua juta lebih yang diperoleh Jonathan Wu kemarin sudah hampir terpakai habis, dan kini pun hanya tersisa sekian ratus ribu. Apalagi, mobil Fendy Wu ini juga dibayar dengan kredit.
Namun hal itu tidak mempengaruhi dirinya yang ingin menunjukkan betapa unggulnya ia di hadapan Maxon Wu. Lagi pula, baginya, 'mobil sok kaya' itu tidak akan bisa sebanding dengan BMW X1-nya.
Maxon Wu melambaikan tangan ke arah Garry Fang, dan Garry Fang juga segera datang kemari.
"Kamu bawakan dua dus Maotai kemari."
Garry Fang mengangguk, kemudian berlari ke mobil sana, mengambil Maotai.
Mendengar Maxon Wu menyuruhnya mengambil Maotai, Fendy Wu mereka pun tertegun. Maotai sekarang ini tidaklah murah, memangnya ia bisa membawa Maotai seperti apa datang kemari?
Louis Wu mereka juga ikut berhenti berjalan, dan ingin melihat sekilas, sebenarnya Maotai apa yang dibawa Maxon Wu. Lagi pula, setiap jenis Maotai itu berbeda, ada yang sebotolnya seharga sekian ratus RMB, dan ada juga yang sebotolnya seharga sekian ribu hingga sekian puluh ribu RMB.
Saat Garry Fang membawakan Maotainya kemari, Fendy Wu melirik sekilas huruf- huruf di atas dus itu, dan tiba-tiba tertawa, sembari menepuk dus minuman keras itu berkata, "Maotai yang difermentasi selama tiga puluh tahun? Maxon Wu, apakah kamu tahu berapa harga sebotolnya?"
Maxon Wu kurang mengingat harganya dan berkata, "Sepertinya sepuluh ribu lebih."
Fendy Wu tertawa sinis, "Harga pasarannya lima belas ribu untuk sebotol. Satu dusmu ini ada enam botol, maka harganya itu sembilan puluh ribu! Hei Maxon Wu, tidak apa-apa jika kamu tidak dapat membeli hadiah baik, tapi kalau kamu membawa dua dus minuman keras palsu, kamu ini benar-benar sangat parah. Apakah kamu kira diriku tidak pernah meminum Maotai 30 tahun?"
Usai mendengarnya, Maxon Wu langsung membuka dus dengan kuku jari, dan mengeluarkan sebotol Maotai dari dalam sana, serta langsung membukanya.
Sekalinya tutup botol itu terbuka, aroma wangi yang kuat juga langsung menyebar keluar, bahkan Louis Wu saja tidak tahan untuk mencium aromanya, hingga sepasang matanya seketika memancarkan sinar.
la itu sangat suka minum minuman keras. Dan untuk Maotai 30 tahun ini, ia memang pernah meminumnya, tapi juga hanya minum sekali saja, dan malah tidak dapat dilupakan untuk selamanya. Jadi hanya dengan menciumnya sekali, ia pun sudah mengetahui bahwa minuman keras itu asli!
la baru saja mau membuka mulut, Maxon Wu pun berkerut alis berkata, "Sepertinya benar-benar palsu. Maaf sekali, aku mungkin saja sudah ditipu orang." Kemudian ia membiarkan Garry Fang lagi-lagi memindahkan minuman keras yang tersisa ke dalam mobil.
Louis Wu sibuk meneriakinya, "Tidak apa-apa jika itu adalah minuman keras palsu. Aku juga boleh mencium aromanya saja. Tolong bawakan satu dus minuman itu ke rumah."
Maxon Wu melirik Louis Wu sekilas, dan berujar dengan raut serius, "Kakek, bagaimana boleh cucu memberikan Anda minuman keras palsu? Jika Anda terjadi sesuatu karena minuman keras ini, aku akan merasa sangat bersalah." Sembari berkata, ia tetap bersikeras membiarkan Garry Fang mengembalikan minuman keras itu ke dalam mobil, serta menyuruhnya mengambil dua kotak daun teh kemari.
Wajah Louis Wu menjadi suram. la melototi Fendy Wu sekilas, tapi jika Fendy Wu sudah bilang minuman keras itu palsu, ia juga tidak boleh mengatakan minuman keras itu asli, lagi pula ia harus menjaga harga diri cucu kandungnya.
Garry Fang menaruh minuman kerasnya kembali, dan mengambil dua kotak daun teh lagi. Bagian luar kotak teh ini terbungkus dengan kertas cokelat yang tidak memiliki merek dagang dan tulisan, namun memiliki berat yang sekiranya satu kilogram.
__ADS_1
la tersenyum berkata, "Minuman keras tadi palsu, tapi daun teh ini pasti asli, karena ku meminta temanku untuk membeli teh Longjin berkelas ini sebanyak lima ratus kilogram, dan wanginya juga cukup enak."
Kali Ini giliran Jonathan Wu selaku Ayah Fendy Wu yang menggelengkan kepala. la memandang Maxon Wu jijik, dan berkata, "Maxon, bolehkah kamu jangan begitu berlebihan? Teh Longjin berkelas? Lima ratus kilogram? Kamu lihatlah dirimu sendiri, apakah kamu mirip dengan seseorang yang bisa membeli daun teh sebanyak lima ratus kilogram?"
Maxon Wu merunduk kepala melirik dirinya sendiri dan berujar dengan tak berdaya, "Maksud Paman Kedua, teh ini juga palsu?"
Jonathan Wu terkekeh sinis, "Apakah itu harus diperjelas lagi?"
Maxon Wu membuka kertas bungkusan di sana, dan di dalam sana terdapat bungkus-bungkus kertas kecil. Setiap bungkusnya terisi dengan lima gram daun teh. Sekalinya ia membuka bungkusan teh itu, aroma teh yang wangi juga langsung menyebar luas.
Louis Wu tidak hanya suka minum minuman keras, tapi ia juga suka meminum teh. Kemudian ia langsung merebut sebungkus teh itu, dan menaruhnya di depan hidung menciumnya, sehingga matanya seketika membelalak besar.
Jonathan Wu berkata, "Ayah, daun teh ini palsu, bukan? Haha, anak ini benar-benar tak tertolong lagi, selalu mengambil barang palsu menipu orang tua. Apakah itu seru bagimu?"
Maxon Wu melemparkan daun teh lagi kepada Garry Fang, kemudian melambaikan tangannya, "Bawa kembali lagi sana. Untuk hadiah lainnya, juga tidak usah diambil lagi."
Garry Fang mengangguk dan memeluk daun teh itu kembali ke mobil, namun mulutnya malah mengukir sebuah senyuman tipis yang menyindir, sembari berbatin, dasar segerombolan orang bodoh ini, padahal ada barang bagus di depan mata, tapi malah terus mengatainya palsu!
Louis Wu tidak dapat berpura- pura lagi. Ia pun berteriak, "Dasar dua orang bodoh! Maotai tadi itu asli, daun teh ini juga asli!"
Louis Wu terbatuk kering dan berkata, "Maxon, untuk hadiah pemberianmu, Kakek merasa sangat senang. Kamu suruh anak buahmu pindahkan barang-barang Ini saja ke dalam rumah."
Maxon Wu tertawa berkata, "Kakek, entah barang-barang itu asli atau palsu, sebenarnya tidak bernilai sama sekali. Hadiah ulang tahun yang ingin aku berikan hari ini barulah hadiah yang paling berharga."
Kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak. Setelah membukanya, dapat ditemukan sepotong barang berwarna merah yang persis dengan Ganoderma, dan menyebarkan aroma yang kurang sedap.
Chris Wu mendekatkan diri menciumnya, dan buru-buru menolehkan wajahnya, kemudian memual dan berkata, "Barang macam apa itu, aromanya persis sekali dengan tinja! Maxon Wu, tumbuhan apa yang kamu petik, jangan-jangan ia itu Ganoderma yang beracun lagi?"
Maxon Wu berujar serius, "Ini bukanlah Ganoderma liar, ini dipanggil Ganoderma Darah, merupakan barang yang sangat bernilai. Jika bisa memakainya dengan baik, ia dapat membiarkan orang biasa hidup hingga beratus- ratus tahun, apalagi Ganoderma ini sangat berharga. Tidak ada puluhan juta, kamu belum tentu bisa membelinya.".
Untuk ucapannya ini, Louis Wu saja tidak ingin percaya. Memandang 'Ganoderma Darah' itu, ia tidak tahan mengerut alis dan berkata, "Maxon Wu, kamu simpanlah barang ini untukmu sendiri. Aku hanya menginginkan Maotai dan Teh Longjin."
Maxon Wu menghela nafas, dan bertanya lagi untuk terakhir kali, "Kakek, ini adalah barang yang sangat baik, apakah Anda benar-benar tidak mau?"
Kalau bukan karena Maotai dan Teh Longjin berkelas, Louis Wu mungkin saja sudah mengumpat. Ia pun menahan amarahnya berkata, "Tidak mau! Untuk apa aku menginginkannya?"
__ADS_1
Maxon Wu menghela nafas ringan. la mengembalikan . Ganoderma Darah itu ke dalam kotak, dan menaruhnya kembali ke dalam kantong, berkata kepada Garry Fang, "Garry, bawakan dua dus Maotai dan sekilo teh Longjin ke hotel."
Garry Fang mengangguk, dan membawa barang-barangnya kembali, mengikuti Maxon Wu dari belakang.
Melihat Garry Fang yang terus lari bolak-balik seperti pembantu, Juan Wu selaku Paman Keduanya pun bertanya karena penasaran. "Maxon, siapakah pemuda itu?"
Maxon Wu membalas, "Supirku"
Di belakang sana, ada seorang gadis yang seusia dengan Nelly Wu pun tertawa.
Nelly Wu yang sejak tadi tidak bicara sama sekali akhirnya tidak menahan diri lagi, dan berkata, "Apa yang kamu ketawakan? la itu memang supir keluargaku."
Gadis itu adalah putrinya Johnny Wu selaku Paman Keempat mereka, yang dipanggil Aisley Wu. la pun mengerucutkan bibirnya berkata, "Supir! Dengan mobil jelek keluargamu itu, apakah kalian memerlukan supir?"
Nelly Wu ini memiliki sifat seorang wanita, ia pun membantahnya, "Mobil keluargaku bukanlah mobil jelek, mobil kita itu mobil Nissan Wharton, mobil yang senilai ratusan juta."
Kali ini, Fendy Wu dan Chris Wu terbahak-bahak kencang. Mereka sama sekali tidak percaya akan kata-kata Nelly Wu.
Nelly Wu dibuat kesal hingga sakit perut. Ingin lanjut menjelaskan, tapi ia tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.
Maxon Wu pun menepuk tangan kecilnya, dan memberi kode kepadanya untuk jangan berbicara lagi, sehingga Nelly Wu hanya bisa menahannya saja.
Sedangkan Lenny Zhang menyerahkan semua ini kepada putranya, Maxon Wu, la juga berdiam di sana, dan diam-diam mengikutinya dari belakang.
Akhirnya mereka tiba di sebuah restoran. Restoran ini adalah restoran berkelas dengan tingkat konsumsi yang tidak rendah. Satu meja makan saja bisa dimulai dari harga tiga ribu sampai empat ribu. Jika memesan beberapa makanan mahal, mau jumlah biayanya bisa mencapai puluhan ribu, mereka juga tidak merasa aneh sama sekali.
Ukuran meja itu cukup besar, dan bisa ditempati puluhan orang. Mereka semua menduduki tempat masing-masing, Maxon Wu, Lenny Zhang dan Nelly Wu juga duduk bersama, duduk di dekat pintu kamar.
Tak lama kemudian, kue ulang tahun juga didorong ke dalam ruangan, dan acara perayaan ulang tahun pun dimulai.
Louis Wu buru-buru membuka sebotol Maotai yang bertahun, sehingga aroma minuman keras itu seketika menyebar luas ke luar.
Bersambung......
Jangan lupa like dan komen....
__ADS_1
Sekian terima kasih