Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 64: Orangnya Sangat Cantik, Jurus Pedang Juga Sangat Kejam


__ADS_3

Angel bergerak seperti sambaran petir merah. Sekarang aura pedang membuat Maxon merinding, jadi dia segera mengeluarkan reikinya untuk melindungi dirinya agar tidak dilukai oleh pedang.


Maxon memiliki mata yang visi dinamisnya sangat kuat. Sayap nyamuk yang mengepak lima hingga enam ratus kali per detik pun bisa dilihat dengan jelas olehnya, tapi pedang Angel seolah-olah lebih cepat!


Ketika dia menggunakan pedang, energi di tubuhnya mengalami perubahan dengan jalur yang aneh, tapi jalur ini melibatkan meridian sekunder. Bisa-bisanya dia telah melancarkan semua saraf meridian sekundernya. Bagaimana dia bisa melakukan hal itu?


Jurus yang dilatih Angel adalah jurus pedang sembilan langkah, gerakannya tidak rumit, tapi kekuatan setiap gerakannya bisa membunuh Maxon dengan mudah!


Apakah ini kekuatan master yang sebenarnya? Maxon tercengang, tapi ketika dia merasa saraf di tubuhnya sudah dilancarkan. Sebelum dia melatih pelatihan napas, dia tidak akan bisa menerima pukulan dari Angel!


Jangankan dia, meskipun grand master yang melawan Angel, juga akan mati!


Setelah menunjukkan jurus pedang sembilan langkah, Angel pun menyimpan pedangnya lalu bertanya, "Apa kamu sudah melihatnya dengan jelas?"


Maxon mengangguk, "Sudah, tapi aku tidak bisa melakukannya karena kultivasi ku tidak setinggi mu."


Angel tersenyum, "Guru ku saja tidak mengerti dengan jurus pedang, bisa-bisanya kamu mengerti dengan jurus pedang ini. Kamu sungguh hebat." Ini kedua kalinya dia mengatakan Maxon hebat.


Maxon memberi isyarat padanya agar dia kemari dan berkata padanya, "Jurus pedang mu membuat orang merasa ingin melihat lagi. Kamu seharusnya belum menggunakan seluruh kekuatan mu?"


Angel mengangguk, "Kalau aku menggunakan seluruh kekuatanku, aku takut akan melukaimu."


Maxon memutar bola matanya ke atas, awalnya dia mengira dirinya sangat hebat, tapi setelah dibandingkan dengan Angel, dia baru tahu jarak mereka sangat jauh!


Angel berkata, "Masih ada satu alasan, yaitu jurus yang aku latih adalah jurus pedang listrik. Jurus ini hanya bisa mengerahkan kekuatannya setelah mencapai Alam Kesadaran, setidaknya harus mencapai Alam Bawaan baru bisa mengerahkan semua kekuatannya."


Maxon pun mengerti, "Ternyata kultivasimu belum cukup ya."


Angel mengangguk, "Guru ku bilang tubuh ku berbeda dengan orang lain, kalau usia ku sudah tiba, maka kultivasi ku juga tiba."


Maxon pun tercengang, dia melirik Angel lagi dengan mata tembus pandangannya. Lalu, dia menyadari kalau tubuh Angel memang berbeda dengan orang lain. Meridian sekunder Alam Bawaan sudah terbuka, bahkan meridian tersier sudah terbuka sebagian!


"Apa ini tulang dewa?" Maxon kepikiran dengan satu macam fisik, fisik semacam ini adalah fisik yang cocok untuk praktisi karena saat makan dan tidur saja bisa mencapai terobosan tingkat. Benar-benar fisik yang hanya akan muncul setiap tiga ratus tahun!


Dalam sejarah, di dinasti yang berdiri tiga hingga empat ratus tahun hanya akan muncul seorang tulang dewa. Seperti, Neon Zhang di akhir Dinasti Ming, lalu Master Darma yang mendirikan Kuil Duchan di awal Dinasti Tang, kemudian Evan Chu di akhir Dinasti Qin. Mereka semua adalah orang-orang yang memiliki tulang dewa.


Angel masih muda, kalau dia sudah lebih dewasa, maka semua meridian tersiernya akan terbuka, dengan begitu kultivasinya akan meningkat cepat.


Selain terkejut, dia pun penasaran dengan siapa gurunya, jadi Maxon bertanya, "Angel, apa guru mu sangat hebat?"


Angel menggelengkan kepala, "Guru ku tidak sehebat ku, tapi dia sangat ketat pada ku, jadi aku sejak kecil takut padanya."

__ADS_1


Maxon mengangguk, "Benar-benar anak malang. Apa yang ingin kamu makan dan kamu main dalam beberapa hari ini, bisa katakan pada ku."


Mata Angel langsung berbinar, bagaimanapun usianya masih kecil, tentu saja dia juga ingin hidup seperti wanita biasa, jadi dia berkata, "Kalau begitu, kelak aku memanggilmu kakak, sedangkan kamu mengatur makanku dan memberiku uang jajan."


Maxon tertawa, "Panggilan kakakmu sungguh untung."


Dia membiarkan Angel pergi istirahat, sedangkan dirinya terus melancarkan meridian sekundernya di halaman. Kali ini, dia benar-benar di rangsang oleh Angel sehingga dia ingin segera meningkatkan kultivasinya.


Esok paginya, dia menelepon Bobi. Sebelumnya mereka sudah berjanji akan membesuk Tuan Besar Xu, agar Tuan Besar Xu bisa membantu mereka bertemu dengan Kepala Keluarga Xu.


Pukul delapan, Maxon dan Bobi bertemu di sebuah pusat perbelanjaan dekat kediaman Keluarga Xu. Mereka membeli beberapa hadiah, lalu pergi ke kediaman Keluarga Xu.


Jeffrey sudah menerima telepon dari Maxon, jadi dia sudah menunggu mereka di depan pintu. Ketika mereka berdua turun dari mobil, dia langsung menyambut mereka dan menyapa dengan senyum, "Dik, selamat datang."


Maxon berkata, "Kakak Ketiga, ini adalah Bobi Zhu selaku Walikota Yunding."


Jeffrey mengangguk, lalu berjabat tangan dengan Bobi, "Halo Walikota Zhu, aku sudah lama mendengar nama mu, silakan masuk."


Hari ini adalah hari reuni Keluarga Xu, jadi Jeffrey dan ketiga saudaranya datang ke sini bersama dengan keluarga mereka.


Di ruang tamu, selain ada Tuan Besar Xu, juga adalah Erickson serta dua pria, semuanya berusia lima puluh tahunan. Salah satu dari mereka pernah melihat Maxon di TV, orang itu adalah orang terhebat di ibu kota, Bryan Xu.


Maxon berkata, "Tuan Bryan terlalu sungkan, panggil aku Maxon saja. Kedatanganku hari ini untuk memeriksa kondisi tuan besar."


Kemudian, dia menunjuk ke arah Bobi, "Oh ya, ini adalah senior ku, Tuan Bobi, dia juga orang dari ibu kota. Ketika dia mendengar aku mau datang, dia pun berharap bisa membesuk beberapa orang hebat di ibu kota ini."


Maxon tidak mengarang alasan apa-apa. Bryan dapat menduduki jabatan tinggi di ibu kota pasti karena sangat pintar, jadi daripada membohonginya, sebaiknya terus terang.


Bobi sebagai walikota tentu saja mengenal Bryan, jadi dia segera maju untuk berkata dengan hormat, "Memberi hormat kepada Gubernur Bryan."


Biasanya, orang pertama terhebat di kota disebut walikota, kedua terhebat disebut menteri. Sedangkan di pemerintahan ibu kota, orang terhebat pertama di sebut presiden dan orang terhebat kedua disebut gubernur, mereka hanya mengurus urusan tertentu, tapi memiliki kekuasaan yang besar.


Bryan tidak merasa tidak senang, hanya mengangguk dan berkata, "Bobi, sebelumnya kita pernah bertemu, aku juga pernah mendengar pidatomu. Kamu memang pegawai yang baik."


Bobi berkata dengan gugup, "Terima kasih atas pujian Gubernur Bryan, aku hanya melakukan kewajibanku saja."


Setelah Maxon memperkenalkan mereka, dia pun tidak mengatur urusan berikutnya. Dia pergi memeriksa kondisi Tuan Besar Xu, kali ini Tuan Besar Xu sudah pulih dengan baik. Ketika Tuan Besar Xu melihat Maxon, dia terus memuji kemampuan medis Maxon sangat hebat.


Setelah memeriksa nadi, dia berkata, "Kondisi tubuh Tuan Besar sangat sehat, aku akan membuka beberapa resep obat lagi, lalu obatnya perlu diminum beberapa hari lagi."


Jeffrey berkata, "Bro, benar-benar terima kasih."

__ADS_1


Maxon berkata, "Kakak Ketiga jangan sungkan."


Mereka berdua datang ke ruang tamu untuk berbincang. Maxon pun bertanya, "Kakak Ketiga pernah bertemu dengan master terhebat di ibu kota tidak?"


"Siapa?" Tanya Jeffrey dengan penasaran.


"Horton zhang." Jawab maxon, lalu dia mengatakan seluk-beluknya.


Jeffrey mengangguk, "Horton ini memang hebat, baju besinya dapat menghadang seranganku, lalu Great Eagle Claw sudah dilatih sampai tingkat tertinggi, sedangkan jurus hunyun-nya sudah mencapai tingkat kelima. Kalau orang ini berhasil menerobos lagi, maka aku bukan lagi lawannya. tidak ada konflik dengannya, termasuk sangat beruntung".


Maxon mengangguk, "Putranya baik-baik saja, kami juga tidak ada dendam."


Berbicara tentang ini, Maxon pun teringat dengan Fernando, lalu bertanya," Jadi bagaimana dengan kemampuan Fernando?"


Ketika mendenger nama ini Jeffrey pun terdiam sejenak, baru menjawab, "Orang ini sangat berbahaya."


Maxon pun tercengang, "Apa Kakak Ketiga pernah melawannya?"


Jeffrey menggelengkan kepala, "Meskipun tidak pernah, tapi aku bisa memastikan diri ku bukan lawannya."


Maxon juga tercengang, "Apa kultivasinya lebih tinggi?"


Jeffrey menjawab, "Reiki bagai air pasang, jadi kamu pasti menguasai jurus pernapasan yang luar biasa kan?"


Maxon mengerti maksudnya, "Maksud Kakak Ketiga, orang ini memiliki jurus pernapasan yang hebat?"


Jeffrey mengangguk, "Benar, Kalau dia tidak menguasai jurus pernapasan yang hebat, maka dia tidak bisa mencapai Alam Bawaan. Fernando mendapatkan jurus pernapasan dari kuil, namanya jurus pernapasan dewa. Jurus ini lebih hebat daripada jurus pernapasanku. Kalau masih berada di Alam Kesadaran, maka tidak begitu hebat. Tapi, semakin tinggi pencapaiannya, maka jarak ku dengannya semakin jauh."


Maxon sengaja bertanya, "Kakak Ketiga, apa mendapatkan jurus pernapasan yang hebat begitu susah?"


Jeffrey tertawa pahit, "Bukan hanya susah! Jurus pernapasan ku ini di mohon dari Formless Master, itu pun aku harus memohon tiga hari tiga malam di depan kediamannya. Demi jurus pernapasan ini, aku melayaninya selama tiga tahun, sekarang asal dia membutuhkan ku, aku harus segera ke sana untuk menerima perintahnya."


Maxon sangat kaget, kepentingan jurus pernapasan ini benar-benar di luar ekspektasinya!


Jeffrey berkata, "Jadi, aku tidak akan membandingkan diri dengan Fernando, karena aku sudah kalah dari garis start."


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2