Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 89: Buronan Kelas Kakap


__ADS_3

Maxon Wu menatapnya dan bertanya, "Siapa nama mu?"


"Aku Gerald Gong," jawabnya dengan waswas.


"Apa tujuanmu menculik Shawn Li?"


"Untuk menyerang Anderson Li, kami tahu ia tidak punya uang tunai sebanyak itu, jika kami meminta uang tebusan senilai 5 miliar, ia hanya bisa menjual bahan obat-obatannya."


Maxon Wu berkata dengan dingin, "Kamu membunuh ke-empat penculik ini. Apakah karena tidak ingin membagi uang tebusannya?"


Gerald Gong menunduk, "Tidak, aku tidak akan membunuh siapa pun."


"Tidak membunuh siapa pun?" dengus Maxon Wu sambil menatap keempat mayat itu.


Maxon Wu mengulurkan tangannya, mengetuk bagian-bagian tubuh Gerald Gong beberapa belas kali, lalu berkata, "Kamu boleh pergi."


Gerald Gong tertegun, "Kamu melepaskan ku?"


"Iya, kamu boleh pergi."


Gerald Gong segera berdiri, menatap Maxon Wu, lalu berlari ke mobilnya, menekan pedal gasnya, dan bergegas kabur dari tempat itu.


Saat Maxon Wu memasuki gedung itu, Shawn Li segera menangis begitu melihatnya, "Paman Wu, kamu datang untuk menyelamatkan ku?"


Maxon Wu mengangguk, menghancurkan rantai itu dengan meremasnya, menolongnya, lalu berkata dengan lembut, "Mari, kuantar kamu pulang."


Saat keluar, ia kembali menatap pemuda yang terkapar di tanah itu dan bertanya, "Siapa namamu?"


Wajah pemuda itu memucat, ia telah ditinggalkan dan merasa sangat putus asa. ia menggertakkan gigi dan berkata, "Namaku Ernest Feng, tolong ampuni aku."


Maxon Wu berkata, "Serangan mu sangat mematikan, kamu pasti telah membunuh banyak orang?"


Ernest Feng mendengus, "Mungkin hanya puluhan orang yang mati di tanganku."


Maxon Wu mengangguk, lalu menelepon Bryan Xu dan menyuruhnya memerintahkan seseorang untuk mengurus hal ini. Ernest Feng ini pasti seorang buronan kelas kakap, dan menangkapnya pasti akan mendapatkan imbalan besar. Ini adalah hadiah kecilnya untuk Bryan Xu.


Maxon Wu kembali ke kediaman Keluarga Li. Melihat Shawn pulang dengan selamat, Anderson Li dan istrinya segera memeluknya. Vivi Ding tidak dapat menahan tangis.

__ADS_1


Anderson Li berusaha menenangkan diri, lalu bertanya, "Dik, apakah Keluarga Gong yang melakukannya?"


Maxon Wu mengangguk, "Gerald Gong ada di sana, aku tidak membunuhnya, hanya melakukan sesuatu pada tubuhnya. Malam ini, Keluarga Gong pasti akan memohon pada kita."


Anderson Li menarik nafas panjang dan berkata,"Beraninya Keluarga Gong melakukan hal ini padaku, aku akan menghancurkan mereka!"


Maxon Wu tidak mengatakan apapun. Anderson Li adalah ahli bela diri terkemuka di provinsi ini. Kekuatannya tidak bisa diremehkan, dan begitu ia menyerang, serangannya pasti akan sangat garang!


Anderson Li pergi ke ruangan lain, menelepon beberapa kali, lalu keluar. Sejak dulu, ia telah menyiapkan rencana untuk menghadapi Keluarga Gong, tapi baru saat ini ia akan melaksanakannya.


Tidak lama kemudian, Maxon Wu menerima telepon dari Bryan Xu, "Dik, tahukah kamu siapa pembunuh ini? la adalah Ernest Feng, yang dijuluki Raja Neraka Hitam, ia adalah penjahat nomor 53 paling berbahaya dan buronan paling dicari."


Maxon Wu bertanya, "Benarkah? Apakah menangkapnya termasuk kontribusi terhadap negara?"


Bryan Xu berkata, "Tentu saja ini kontribusi besar! Aku memerintahkan Barry Fan dari tim patroli provinsi untuk membereskannya. Ia pasti akan menerima kenaikan pangkat."


"Baguslah."


Bryan Xu kembali berkata, "Dik, kudengar kamu berselisih dengan Keluarga Gong? Jika kamu perlu bantuanku, katakan saja."


"Aku bisa menyelesaikannya sendiri, terima kasih, Kak Xu," Maxon Wu menolak tawarannya, ia yakin, ia dan Anderson Li bisa menyelesaikannya sendiri.


Anderson Li memberi perintah, dan wine dan berbagai makanan lezat segera di hidangkan di meja. Shawn Li yang biasanya bandel, kini duduk dengan patuh di sisi Maxon Wu dan menuangkan wine untuknya. Ia menatap Maxon Wu dengan penuh kekaguman.


Saat hari mulai gelap, Garry dan Angel mendatangi kediaman Keluarga Li.


Selama ini Angel tinggal di kediaman Keluarga Tang, mendengar Maxon Wu telah kembali ke ibu kota provinsi, ia segera meminta Garry mengantarnya menemuinya.


Sementara, di kediaman Keluarga Gong.


Gerald Gong sedang mendiskusikan rencana untuk membalas Anderson Li dan Maxon Wu dengan Layson Gong. Tiba-tiba, sekujur tubuh, otot, dan tulang-tulangnya terasa gatal. Rasa sakitnya puluhan kali lipat lebih sakit daripada sakau. Ia tidak tahan lagi. Ia terus mengerang, "hah hah", menjambak-jambak rambutnya, dan menghantamkan kepalanya ke dinding.


Melihat putranya yang barusan masih baik-baik saja tiba-tiba menggila, Layson Gong merasa terkejut dan memanggil bawahannya untuk menenangkan Gerald Gong. Tapi ini tidak ada gunanya. Gerald Gong sudah seperti orang gila, ia terus menghantamkan diri ke lantai, menggigit siapapun yang ditemuinya, dan membanting semua barang yang dilihatnya. Akhirnya, karena tidak ada cara lain, Layson Gong pun mengikat Gerald Gong.


"Ini pasti perbuatan Maxon Wu si bajingan itu! Aku akan mencabik-cabiknya," serunya dengan geram.


Gerald Gong tiba-tiba menangis, "Ayah, tolong aku... aku sangat kesakitan," setelah menangis sejenak, ia kembali menggila, dan mulai menggigit lidahnya sendiri. Keluarganya tidak punya pilihan lain selain menyumpal mulutnya untuk menghalanginya menggigit lidahnya sendiri.

__ADS_1


Melihat kondisi memprihatinkan putranya, Layson Gong mengernyit dan berkata, "Panggil Tuan Besar!"


Tahun ini Chandra Gong telah berusia 70 tahun, tapi masih sangat sehat, makannya lebih banyak dari putra-putranya, dan ia telah berlatih bela diri sejak kecil. Melihat kondisi memprihatinkan cucunya, ia tampak pucat dan bertanya, "Apa yang terjadi?"


Layson Gong menunduk, "Beberapa saat lalu Gerald menemui seorang ahli bela diri bernama Ernest Feng, dan menculik putra Anderson Li untuk menyelesaikan masalah kesulitan mendapatkan bahan obat-obatan yang dihadapi Keluarga Gong."


"Bodoh!" seru Chandra Gong, "Sudah kukatakan sejak dulu, Anderson Li memang tidak menakutkan, tapi Maxon Wu sangat menakutkan! Kita telah mengutus sangat banyak ahli bela diri, tidak ada seorangpun yang kembali dengan selamat. Bagaimana bisa kamu berani mengusiknya?" Layson Gong menggertakkan gigi, "Ayah, Anderson Li menaikkan harga bahan obat-obatan dan sangat mencekik kita! Apakah kita hanya akan tinggal diam?"


Chandra Gong mendesah, "Lalu kini, kondisi Gerald sudah seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?"


Layson Gong mengepalkan tinjunya, "Ayah, aku tidak tahan lagi! Mari kita bayar Fernando Zhou dan perintahkan ia menyerang!"


Chandra Gong terkejut, "Memerintahkan Fernando Zhou menyerang? Untuk mengundangnya, Keluarga Gong akan kehilangan setengah dari harta kita, apakah kamu sudah gila?"


Layson Gong menggertakkan gigi, "Ayah, kita tidak punya pilihan! Anderson Li tidak kalah hebat dari Keluarga Gong, ditambah Maxon Wu, jika kita tidak membalas, Keluarga Gong akan dienyahkan!"


Chandra Gong merenung sejenak, lalu berkata, "Keluarga Gong akan menderita kerugian besar. Temuilah Anderson Li dulu, lihat apa yang akan dikatakannya."


Layson Gong mengerutkan kening, "Ayah, apakah kamu akan menyerahkan Gerald?"


Chandra Gong menjawab dengan dingin, "Diam! Semakin cepat kamu melakukannya, semakin cepat masalah akan selesai."


Larut malam, sebuah mobil tiba di kediaman Keluarga Li. Kepala Pelayan masuk dan melaporkan kedatangan Layson Gong.


Anderson Li menatap Maxon Wu, "Dik, tebakanmu sangat tepat." Lalu ia menyuruh Kepala Pelayan membawanya masuk.


Begitu memasuki ruang tamu, begitu melihat Anderson Li, Layson Gong langsung membungkuk dengan ekspresi tulus, "Kak Li, maaf! Aku tidak mendidiknya dengan baik, hingga Gerald Gong bersikap kurang ajar seperti ini! Aku minta maaf padamu."


Anderson Li mendengus, "Layson Gong, kamu sungguh tidak tahu malu. Ini bukan pertama kalinya kita bertemu, kamu kira aku tidak mengenalmu? Tanpa perintah darimu, mana mungkin Gerald Gong akan berani mengusik putraku?"


Layson Gong tersenyum canggung,"Kak Li, singkatnya, Keluarga Gong mengakui kesalahan dan aku datang untuk meminta maaf."


Anderson Li mendengus, "Minta maaf? Baiklah, jika Keluarga Gong menyerahkan 5 miliar, aku akan memaafkan kalian!"


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....

__ADS_1


Sekian terima kasih


__ADS_2