
Sepasang tapaknya penuh dengan reiki, satu tangan memegang kaki, satu tangan mengusap pergelangan kakinya.
Eira Zhou sebesar ini, pertama kalinya kakinya dimainkan orang, wajahnya merah padam, namun rasa malu dengan cepat digantikan oleh rasa sakit yang hebat, dia menjerit keras, air mata kembali keluar.
Namun yang aneh adalah, setelah sakit sesaat, pergelangan kakinya terasa hangat, rasa sakit dengan cepat menghilang, sebaliknya berubah sangat nyaman.
Maxon Wu menggenggam kaki ini, merasa dia sangat putih seperti salju, bentuk ibu jari sangat indah, jari kukunya seperti mutiara, kulitnya hampir seperti trasnparan, bisa melihat dengan jelas pembuluh darah berwarna hijau di dalamnya.
Maxon Wu sudah dari tadi selesai menyembuhkannya, namun kaki ini terlalu Indah, cukup untuk dia memainkannya, jadi terus *******-*****.
Karena tidak sakit lagi, Eira Zhou merasa kakinya geli, awalnya mencoba menahan, selanjutnya mulai terkikik.
Bill He masih berbaring telungkup di tanah, dia tidak tahan berkata: "Tuan Wu, saudara Wu, apa kamu bisa datang melihatku? Aku hampir mati kesakitan."
Begitu dia berteriak, Maxon Wu baru teringat masih ada satu orang, dia meletakkan kaki dengan tidak rela. Dia berjalan mendekat, melirik pergelangan tangan Bill He, lalu mengangkatnya dan menggoyangkannya.
Suara "Krak", menyambungkan pergelangan tangannya, tangan dan uratnya terluka, namun masalahnya tidak besar, nanti dikompres obat beberapa hari saja sudah bisa.
Bill He seketika merasa tidak sakit, dia menatap Maxon Wu dengan terkejut, bertanya: "Punyaku secepat ini?"
Barusan, Maxon Wu jelas-jelas memeluk kaki Eira Zhou lama, kenapa pada dirinya begitu cepat?"
Maxon Wu berkata: "Keadaannya lebih parah darimu, kamu hanya dislokasi sendi pergelangan saja."
Bill He menekan kepalanya sendiri berkata: "Dia masih memukul kepalaku, apa tidak apa-apa?"
Maxon Wu: "Tidak apa-apa, nanti aku tusukkan beberapa jarum padamu."
Bill He menghela napas lega, bergegas berterima kasih pada Maxon Wu. Hari ini bila bukan karena ada Maxon Wu, dia dan Eira Zhou pasti akan tamat, sungguh terlalu berbahaya!
Eira Zhou sudah berdiri, bertanya dengan penasaran: "Kakak besar Maxon Wu, bela diri apa yang kamu latih, seketika membuat tangannya tidak berguna."
Maxon Wu: "Dragon Claw King Kong.
Eira Zhou tidak pernah mendengarnya, namun berkata "Hebat" berulang kali, dia mendekat membalikkan "Nyonya tua" itu, melepaskan rambut palsunya, menggunakan tissue basah mengelap wajahnya. menunjukkan wajah aslinya.
Bill He melihat sebentar: "Benar, ini dia! Bajingan ini membunuh enam orang, akhirnya tertangkap kita, telepon!"
"Baik!"
Eira Zhou mengangguk, segera memberitahu atasan.
Maxon Wu berkata: "Inspektur He, Detektif Zhou, kalian urus urusan kalian, aku masih ada urusan harus pergi dulu."
Bill He bergegas berkata: "Maxon Wu, kamu memberi bantuan besar pada kami, lain hari aku traktir kamu makan." Yang utama adalah ingin Maxon Wu membantunya memberi akupuntur, bagaimanapun kepalanya terkena satu tapak, dia takut meninggalkan sisa gejala.
"Baik, bertemu lagi lain hari." Maxon Wu melambaikan tangan, berbalik pergi.
Begitu dia pergi, Eira Zhou sulit menutupi rasa gembira di wajahnya: "Guru! Kali ini paling tidak kita mendapatkan penghargaan tingkat dua bukan?"
Bill He terkekeh : "Orang ini adalah buronan, menanggung enam nyawa, 17 orang luka parah, di antaranya masih termasuk tidak sedikit rekan Detasemen Penangkapan kita. Kali ini ditangkap kita, penghargaan tingkat satu tidak akan kabur."
Eira Zhou sangat gembira : "Guru, pangkatmu akhirnya bisa naik satu tingkat lagi."
Bill He terkekeh: "Ini harus berterima kasih pada Maxon Wu."
Membicarakan Maxon Wu, dia berkata dengan penuh terima kasih: "Kali ini aku mengetahui apa yang namanya master."
Hati Eira Zhou tak tahan bergetar, merasakan di atas kakinya seperti masih ada sebuah tangan yang menekan-nekan.
Maxon Wu pergi ke rumah David Man, David Man langsung setuju, masih menunjukkan bersedia membantunya untuk berkoordinasi. Melalui kejadian terakhir kali, dia sungguh takut, sekarang bertemu Maxon Wu langsung menghindar.
__ADS_1
David Man bisa menjadi kepala desa tentu saja bukan orang biasa, otaknya berputar dengan cepat, mengerti tidak peduli ada Dewa pohon pagoda atau tidak, tidak dapat menyinggung orang seperti Maxon Wu.
Tidak lama kemudian, Julius Huang juga tiba, Maxon Wu mengatur mereka tinggal di rumah seberang, nanti bertanggung jawab melindungi keamanan keluarga.
Sekarang, Keluarga Gong mungkin setiap saat bisa menyerangnya, dia tidak bisa tidak melakukan persiapan.
Mengatur keduanya, Clarice Tang menelepon, berkata hari selasa depan akan pergi ke bagian selatan Casino Stone, bertanya apakah Maxon Wu punya waktu. Maxon Wu berkata boleh.
Clarice Tang sangat gembira, berkata: "Keluarga Tang kami sudah sepenuhnya menerima Villa Taikang, siang hari mengadakan konferensi pers, sekarang sudah memulai pra-penjualan. Kakek sangat puas dengan hal ini, dia sudah mengembalikan jabatan ayahku, Maxon Wu, ini harus berterima kasih padamu."
Maxon Wu: "Tidak perlu sungkan."
Clarice Tang menghela napas pelan: "Sekarang, kesehatan kakekku semakin memburuk, dia sedang memilih pewaris, membuat orang di bawah bersaing ketat. Jadi ayahku harus membuat nilai yang baik baru bisa menyentuh kakekku."
Maxon Wu mengerti dia memiliki maksud lain, berkata: "Ada hal apa kamu langsung katakan."
Clarice Tang tertawa: "Kakak sungguh pintar, tahu ada urusan yang ingin aku minta darimu. Begini, setelah Casino Stone, aku ingin mengambil tanah White Dragon Bay, membangun sebuah proyek besar. Bila proyek ini berhasil, ayahku bisa dengan lancar naik jabatan."
Maxon Wu: "Hanya sebuah proyek saja, aku bisa membantu apa?"
Clarice Tang menghela napas: "White Dragon Bay dulu adalah sebuah tanah dengan fengshui yang bagus, di sana tidak dapat ditinggali orang. Orang yang berani membangun rumah di sana, bila bukan mati karena sakit, maka akan gila."
Maxon Wu terkejut : "Maksudmu adalah, di sana adalah sebuah tanah sial, kamu masih ingin membangun rumah di sana?"
Clarice Tang terkikik: "Kak, bukankah kamu punya kemampuan, kamu bantu aku lihat-lihat. Bila tidak bisa, maka aku akan menyingkirkan pikiran ini. Bila kakak punya cara menyelesaikan masalah tanah yang sial, kalau begitu kenapa tidak menerima proyek ini?"
Dia maju selangkah berkata: "Bila proyek ini dimulai, aku akan memberi kakak saham dua persen!"
Hati Maxon Wu terkejut : "Saham dua persen itu berapa banyak?"
Clarice Tang: "White Dragon Bay adalah sebuah tanah kosong di belokan White Dragon River, ada pinggiran sungai, ada pemandangan gunung, memiliki luas tiga ribu hektar. Di sini dulu adalah tempat angkatan laut, pemandangan di sekitar sangat bagus, awalnya adalah tanah yang bagus. Berdasarkan rasio luas lantai, paling sedikit bisa membangun empat juta meter persegi rumah komersil. Berdasarkan harga tinggi sekarang, rumah di tanah ini paling sedikit
Maxon Wu terkejut, yaitu memiliki harga pasar seratus dua puluh miliar RMB? Dua persen maka 2.4 miliar RMB?
Clarice Tang tersenyum berkata: "Kak, apa tertarik kerja sama?"
Maxon Wu tidak segera menjawab, berkata: "Setelah kembali dari Casino Stone baru dibicarakan lagi."
"Baik!"
Menutup telepon, emosi Maxon Wu bergejolak, namun dia mengerti, 2.4 miliar RMB ini tidak mudah didapatkan, di antaranya tidak tahu harus mengalami berapa banyak kesulitan. Lagipula, White Dragon Bay itu, dia juga belum tentu dapat mengatasinya.
Kira-kira jam setengah dua belas siang, dia pergi ke terminal menjemput Cassie Lin. Keluar dari terminal, dia menempatkan mereka di sebuah hotel yang tidak jauh dari rumah, harga hotel tidak mahal, namun lingkungannya lumayan.
Penyakit Caroline Lin tidak bisa disembuhkan dalam satu hari, mereka takutnya harus tinggal di tempat ini beberapa waktu, jadi Maxon Wu langsung memberikan uang sewa satu bulan.
Masuk ke dalam hotel, Cassie Lin mengeluarkan sebuah kartu, berkata dengan tidak enak: "Kakak besar Wu, uangku tidak banyak, di dalam kartu ada sepuluh ribu RMB, kamu ambil dulu, tunggu aku sudah ada uang, baru pelan-pelan mengembalikan padamu."
Maxon Wu mendorong uang itu kembali, berkata datar: "Masalah uang dibicarakan lagi nanti. Aku sudah mencari semua obat, nanti sore aku bantu mengobati bibi. Beberapa waktu ini kamu tinggal di sini, ada perlu apa beritahu aku setiap saat."
Hati Caroline Lin sangat berterima kasih, berkata: "Tuan Wu, sungguh terlalu merepotkanmu."
Maxon Wu: "Tidak perlu sungkan, bersiap sebentar, sebentar lagi aku bawa kalian makan."
Selesai bicara, dia kembali ke rumah dulu, Lenny Zhang tidak ada, Nelly Wu sudah pulang sekolah, jadi sekalian membawa Nelly Wu pergi makan.
Di sisi barat desa, ada sebuah Restoran Flying Crane, masakan di sana lumayan, dulu bila keluarga Maxon Wu mentraktir orang makan sering datang kemari, juga kenal dekat dengan bos nya.
Setelah kembali ke hotel dia memanggil Caroline Lin ibu dan anak, keempatnya berjalan ke rumah makan, di sini sangat luas, bisa menampung tidak sedikit mobil untuk parkir
Bos langsung mengenali Maxon Wu, dia tersenyum berkata: "Maxon Wu, kapan kembal?
__ADS_1
Bos rumah makan berumur 37 atau 38 tahun, badannya kurus, bergegas menyodorkan rokok pada Maxon Wu.
Maxon Wu menerima, tersenyum berkata: "Kak Michael, apa masih ada ruangan?
"Ada, kamu datang kemari apa mungkin tidak ada?" Dia tertawa, memimpin Maxon Wu ke sebuah ruangan di dalam halaman, di dalamnya terlihat antik, lingkungannya lumayan.
Maxon Wu meminta menu makanan, memesan beberapa sayur, berkata pada bos: "Kak Michael, bagaimana bisnis dua tahun ini?"
"Masih lumayan, menghasilkan uang kerja keras. Oh ya, di sini ada arak beras buatan sendiri, apa saudara ingin mencoba?"
"Baik, bawakan beberapa liter." Kata Maxon Wu sambil tertawa.
Bos mengangguk, langsung menggendong satu kendi arak beras, kembali berkata beberapa patah kata basa basi, lalu pergi sibuk.
Maxon Wu berkata pada Cassie Lin: "Masih belum mengenalkan, ini adalah adikku, Nelly Wu. Nelly, ini adalah Bibi Lin, ini adalah Cassie Lin."
"Apa kabar bibi, apa kabar kakak." Mulut Nelly Wu sangat manis.
Caroline Lin berkata: "Gadis yang sangat cantik, sudah sekolah menengah atas bukan?"
"Benar, aku sudah sekolah menengah atas tingkat dua." Kata Nelly Wu.
Maxon Wu: "Nilai Nelly sangat baik, nomor satu di sekolah."
Cassie Lin tersenyum berkata: "Sangat hebat."
Nelly Wu memutar mata, tahu kakaknya sedang membual, tidak menjawab ucapannya.
Sayur disajikan, Maxon Wu menuangkan sedikit arak beras, mencicipi rasanya lumayan, juga menuangkan sedikit untuk Nelly dan Cassie Lin.
Beberapa gelas arak masuk ke dalam perut, wajah cantik Cassie Lin memerah, tidak kuat minum arak.
Maxon Wu juga tidak menyangka, kemampuan minumnya begitu buruk, tidak berani menyuruhnya minum lagi.
Cassie Lin menatap Maxon Wu sambil bengong, berkata: "Kakak besar Wu, terima kasih. Kamu jelas-jelas tahu aku tidak punya uang, namun tetap bersedia membantu mengobati ibuku, seumur hidupku aku berterima kasih padamu."
Maxon Wu tahu dia mabuk, bergegas berkata: "Tidak apa-apa, aku adalah dokter. mengobati dan menyelamatkan orang adalah tugasku. Cepat makan, nanti masih ada beberapa sayur."
Sedang bicara, terdengar ada orang yang ribut di luar, di antaranya masih ada suara bos.
Maxon Wu berdiri berjalan keluar, melewati pintu yang melekung, tiba di halaman depan, melihat di depan sebuah mobil berdiri enam orang pria, salah satu di antaranya sedang menunjuk bos sambil memaki
"******! Aku datang makan, kamu berkata tidak ada tempat? Tidak ada tempat untuk apa membuka restoran!"
"Cepat, beri kami tempat." Satu orang lainnya berkata tidak sabar.
Dalam melakukan bisnis, harmonis baru bisa mendatangkan uang, bos Kak Michael berusaha menahan api amarah, tersenyum berkata: "Sejujurnya tidak ada, beberapa kakak, apa bisa menunggu?"
"Menunggu apanya!" Orang sebelumnya memaki.
Setiap orang memiliki batas kesabaran, apalagi bos rumah makan, dia menjadi marah, berkata dengan suara dingin : "Bila kalian bicara baik-baik, aku akan berusaha menjamu. Bila tidak bicara baik-baik, mulut penuh dengan kotoran, tempat ini tidak menyambut kalian!"
"Sialan! Masih berani melawan?" Sekelompok orang ini segera maju, menekan Kak Michael di tanah dan menendang keras.
Maxon Wu langsung mengenali, dua orang di antaranya pernah berlatih bela diri, memukul seperti ini, mungkin bisa membunuh orang. Dia segera maju, berkata dengan suara berat: "Hentikan!"
Bersambung......
Jangan lupa like dan komen....
Sekian terima kasih
__ADS_1