Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 46: Undangan Tuan Ketiga Xu


__ADS_3

Parun baya itu, empat puluh tahunan, wajannya kurus, badannya tidak tinggi, namun matanya bersinar terang, dia adalah Walden Cao!


Walden tertawa, "Anderson Li sebenarnya aku ingin membunuhmu, tak kusangka kemampuanmu besar juga, menyuruh Tuan Keempat Xu untuk menyelesaikan masalah ini."


Anderson tertawa dingin, "Walden, kalau kau sudah menerima perkataan Tuan Keempat, untuk apa kau datang kemari?"


Wajah Walden tampak dingin, "Aku berjanji pada Tuan Keempat untuk tidak membunuhmu, tapi aku tidak bilang untuk tidak memberimu pelajaran!?"


Anderson marah besar, "Walden, kau pikir aku takut padamu?"


Walden memegangi dagunya, matanya menatap ke arah Vivi, "Istrimu cukup cantik juga, sampai aku ingin menidurinya."


Wajah Vivi memuram, namun tak berkata apa-apa. Dia punya suami, masalah seperti ini, seharusnya diselesaikan oleh suaminya.


Tatapan mata Anderson penuh dengan kekejian, tangannya sudah ia letakkan di pinggangnya, di sana, ada sebuah pistol.


Maxon tiba-tiba bangkit berdiri, menarik kursinya, lalu duduk di hadapan Walden dengan santai, sambil tersenyum ia bertanya, "Kau Walden Cao?"


Belum selesai bicara, tangan nya sudah ia letakkan di pundak Walden, Walden tersenyum dingin, ia hendak menggunakan reiki untuk melepaskan tangannya, tiba-tiba, sebuah kekuatan reiki bak setan tiba-tiba memasuki pundaknya begitu saja. Reiki yang ada di tubuhnya tiba-tiba langsung kewalahan, dan tidak bisa bertahan!


ia terkejut, ia ingin melakukan pertahanan, tapi sudah terlambat, reiki Maxon memasuki seluruh nadi di sekujur tubuhnya, bak tamu yang berubah menjadi tuan rumah.


Seketika, sekujur tubuhnya berkeringat dingin, wajahnya seputih kertas, dengan gemetaran ia berkata, "Kawan, aku yang tidak tahu diri, lepaskan aku."


Ia tidak bisa tidak takut, karena jika Maxon mengeluarkan reikinya, seketika seluruh kekuatannya akan lenyap!


Maxon berkata pelan, "Sebenarnya aku ingin membunuhmu, Kak Anderson yang mencegahku. Tapi kau sendiri malah datang untuk mencari mati!"


Wajah Walden semakin pucat, ia berkata, "Kalau aku tahu dari awal bahwa Anderson memiliki orang hebat seperti Anda, aku tentu tidak akan datang!"


Maxon, "Aku datang untuk minum-minum, kau telah mengganggu suasana kami, katakan, bagaimana sekarang?"


Walden segera berkata, "Menurutmu bagaimana, ya bagaimana saja."


Maxon sangat puas, ia berkata, "Kau juga merupakan orang yang cukup ternama di Ibukota Provinsi, hari ini aku akan melepaskanmu. Pergi ke kasir, dan bayar makanan kami."


Lalu, ia pun melepaskan tangannya.


Walden langsung melompat dan menatap Maxon dalam-dalam, ia mengepalkan kedua tangannya menjadi satu, "Aku, Walden Cao, tidak akan melupakan kebaikanmu tidak membunuhku!" Lalu, ia pun segera pergi dari sana.


Anderson sangat tercengang, ia bertanya, "Maxon, apa yang kau lakukan padanya tadi?"


Maxon berkata, "Tidak ada apa-apa, tadi kalau dia masih keras kepala, aku akan langsung menghancurkan kekuatan alam Qi-nya."


Sekujur tubuh Anderson gemetaran, ia tidak menyangka kekuatan Maxon setinggi ini, sampai dapat menghancurkan Walden Cao, salah satu dari keempat pahlawan di Ibukota Provinsi dengan mudah!


"Maxon, kau hebat sekali!" ia mengangkat gelasnya, lalu langsung meneguknya sampai habis.


Vivi juga sangat terkejut, sebelumnya Maxon hanya menunjukkan ilmu kedokterannya saja, sekarang ia menunjukkan ilmu bela dirinya yang sangat hebat, seketika ia sangat kagum dan takjub, ia bersulang pada Maxon sekali lagi.


Setelah makan siang, Anderson sekeluarga membawa Maxon dan Nelly melihat-lihat beberapa bangunan kuno di Ibukota Provinsi. Sorenya, mereka pergi ke restoran lain untuk makan malam.


Setelah hari gelap, Nelly ikut bersama Vivi untuk istirahat di rumah. Awalnya Maxon ingin pergi bertemu dengan beberapa teman bersama Anderson, tapi Yonathan Guo dari Aula Bela Diri Taiyi meneleponnya, memaksa ingin mentaktir Maxon makan jajanan malam, Maxon pun mengiyakannya. Anderson adalah orang yang sangat menyukai masalah, ia memaksa untuk ikut, Maxon pun membawa dia dan Garry datang ke Aula Bela Diri Taiyi.


Aula Bela Diri Taiyi, paginya adalah tempat latihan bela diri, malamnya berubah menjadi restoran, di depannya ada sebuah stan BBQ.

__ADS_1


Yonathan dan beberapa muridnya sedang menunggu Maxon, begitu melihat Maxon datang, mereka pun bangkit berdiri untuk menyambutnya.


"Haha, Guru Wu, akhirnya kau datang juga, kami sudah menunggumu seharian." Yonathan tertawa lepas, ia segera menyuguhkan makanan- makanannya.


Maxon memperkenalkan Anderson, begitu mendengar namanya, Yonathan pun terkejut, "Ternyata Tuan Anderson, saya sering mendengar nama Anda!"


Melihatnya mudah diajak bicara, suasananya pun semakin ramai, baijiu dan bir disuguhkan satu meja, mereka pun minum dengan lepas.


Saat berbincang-bincang mereka mengungkit nama Walden Cao, serta Tuan Ketiga Xu, Yonathan pun akhirnya membuka mulut cerewetnya.


Katanya, orang hebat di Provinsi K, paling banyak berada di Ibukota Provinsi, selain Tuan Ketiga Xu, orang terhebat lainnya ada God Realm Master, Fernando Zhou. Katanya, Tuan Ketiga Xu ingin tinggal dan membangun karirnya di Yunjing, untuk menghindari Fernando Zhou.


Di bawah Fernando, masih ada dua orang lagi, yang satu adalah murid Kuil Dachan, Horton Zhang, ilmu bela diri luarnya sangat hebat, ia menguasai ketiga jurus khusus Kuil Dachan.


Beberapa orang merasa, kemampuan Horton tidak berada di bawah Fernando, namun karena dia mempelajari ilmu bela diri luar, namanya tidak sebesar Fernando.


Orang kedua adalah murid Wudang, Husein Meng, kemampuannya sudah mencapat alam Qi tertinggi, sekujur tubuhnya dapat menahan peluru, bahkan Fernando pun juga bersikap sangat sopan padanya.


Di bawah ketiga orang itu adalah keempat pahlawan Ibukota Provinsi, juga ada beberapa orang hebat alam Qi, namun namanya tidak begitu terkenal, mereka ditekan oleh orang-orang di atas lainnya, oleh karena itu tidak dapat menjadi ternama.


Mereka berbincang-bincang sambil minum-minum, tak terasa, sudah dini hari. Orang di jalan sangat sedikit, angin malam sedikit dingin.


Maxon sudah ingin pulang untuk istirahat, namun handphone-nya tiba-tiba berdiring, ia melihat layar handphone-nya, nomor asing.


Ia berdiri dan berjalan ke tempat yang tenang, terdengar suara seorang pria yang sangat berat, "Apa ini Tuan Wu?"


"Benar, Anda siapa?" tanyanya.


"Aku adalah Jeffrey Xu, sebelumnya ayahku sakit, Tuan lah yang menyembuhkannya." kata orang itu.


Jantung Maxon berdebar kencang, ia bertanya, "Anda Tuan Ketiga Xu?"


Maxon memang ingin pergi ke Yunjing, ia pun menjawab, "Boleh, aku akan pergi besok."


Jeffrey sangat senang, "Kalau begitu terima kasih banyak, Tuan, setelah Tuan sampai di Yunjing nanti, aku akan menyuruh orang untuk menjemput Anda."


Setelah berbincang sejenak, Jeffrey pun mematikan teleponnya, saat berbicara, sebagai God Realm Master, ia sama sekali tidak terdengar sombong, malah sangat murah hati.


"Sepertinya besok aku harus langsung pulang." pikir Maxon dalam hati.


Setelah selesai minum, Yonathan dan para muridnya pun sudah terkapar, Anderson juga sudah mabuk berat, hanya Maxon saja yang masih sadarkan diri.


Malam itu, setelah mereka pulang ke vila Keluarga Li, Maxon terus berlatih di halaman, sampai dini hari.


Keesokan paginya, Maxon langsung berpamitan dengan semuanya. Saat itu Anderson masih sedang tidur pulas, Vivi lah yang mengantarkan Maxon dan Nelly ke mobil.


Kabupaten Mingyang terletak di antara Ibukota Provinsi dan Yunjing, jarak lurusnya lima ratus meter lebih, kebetulan di tengah mereka melewati Kota Yunding, dan Maxon dapat pulang sebentar.


Hans Zhu dan Caroline Line masih perlu diobati, lagipula ia harus mengantarkan Nelly pulang untuk sekolah juga.


Jam sepuluh pagi, mereka pun tiba di Kabupaten Mingyang. Dia pergii untuk mengakupuntur Hans terlebih dahulu, lalu mengganti resepnya, dan pergi untuk mengakupuntur dan memijat Caroline selama setengah jam.


Saat ia mengobati Lenny, ia menyadari bahwa sel kanker Lenny sudah berkurang setengah, wajahnya jauh lebih cerah, ia langsung merubah resepnya lagi, dan memberinya obat lagi.


Menurutnya, setelah setengah bulan kemudian, ibunya pasti akan pulih kembali.

__ADS_1


Sebelum pergi, Maxon menyuruh Garru untuk mengantar jemput Nelly sekolah setiap hari, lalu ia pun naik kereta cepat menuju Yunjing.


Di atas kereta, ia menelepon Jayden terlebih dahulu, begitu mendengar Maxon akan datang ke Yunjing, Jayden berkata ingin menjemputnya, la juga berkata bahwa nanti malam ada pesta penting, Maxon harus menghadirinya.


Sampai di Yunjing, sudah pukul tiga sore lebih, Jayden ternyata sudah menunggunya di depan pintu keluar. Saat itu Jayden sudah sangat berbeda dengan sebelumnya.


Dia yang sekarang, membawa mobil mewah yang harganya jutaan RMB, mengenakan jam mewah jutaan RMB, bahkan pakaiannya juga merupakan pakaian pesanan khusus.


"Kak Maxon!" Begitu melihatnya, Jayden langsung melompat kemari, dan memeluk Maxon dengan erat.


Maxon berkata, "Lumayan juga, sepertinya, identitasmu sudah kembali lagi menjadi anak konglomerat lagi ya."


Jayden tertawa, "Semua ini karena ada Kak Maxon yang membantuku. Ayo, pergi ke rumahku."


Maxon melambaikan tangannya, "Aku masih ada urusan, kerjakan saja urusanmu dulu, nanti malam kita berkumpul lagi."


Jayden bertanya, "Urusan apa? Pergi menemui Nona Tang?"


Maxon, "Bukan, pergi memeriksa pasien."


Seketika Jayden pun tidak tertarik, ia berkata, "Baiklah kalau begitu, aku akan menyuruh sopir untuk mengantarmu. Jangan lupa pada pesta malam ini, beberapa gadis tercantik di sekolah juga akan datang."


Lalu ia pun menyuruh seorang sopir untuk mengantarkan Maxon, dirinya sendiri pergi terlebih dahulu.


Maxon sudah memberitahu Jeffrey, mobil pun langsung melaju ke kawasan tua Yunjing, dan berhenti di depan sebuah rumah yang sangat biasa.


Setelah turun dari mobil, datanglah seorang pemuda ke depan pintu, tiga puluh tahunan, begitu melihatnya, Maxon langsung tahu bahwa dia adalah orang hebat alam Qi.


Pemuda itu segera bertanya, "Tuan Wu?"


Maxon mengangguk, "Benar."


"Silakan, Tuan, guruku sedang menunggu Anda."


Setelah Maxon memasuki halaman, ia melihat sebuah halaman kecil biasa, di depan ada sebuah gedung kecil dua lantai. Di ruang tamu lantai satu ada seorang pria paruh baya yang sedang duduk, usianya tidak sampai empat puluh tahun, tinggi badannya tidak tinggi dan tidak pendek, auranya tidak begitu besar.


Namun Maxon tahu, orang tersebut adalah sang God Realm Master, Tuan Ketiga Xu! Kemampuannya sudah samapi Alam Kesadaran, nafasnya sangat pelan, sangat sederhana dan biasa, tampaknya seperti orang biasa saja.


Jeffrey bangkit berdiri dan menyambutnya, "Tuan Wu, terima kasih sudah datang."


Begitu kedua orang itu bersalaman, Maxon pun langsung merasakan reiki di telapak tangan Jeffrey terkadang muncul terkadang tidak, begitu ia menyerang lawannya, pasti akan sangat sedahsyat petir, Maxon benar-benar kagum terhadap kekuatannya ini.


Jeffrey juga dapat merasakan reiki Maxon, misterius, tak terduga, juga sangat mendalam, matanya pun bersinar, "Ternyata Tuan Wu adalah orang hebat alam Qi, sangat langka ya."


Maxon, "Tuan Ketiga terlalu berlebihan."


Jeffrey mengundang Maxon untuk duduk, ia menyuruh pemuda tadi untuk menyuguhkan teh, ia berkata, "Aku mengundang Tuan untuk datang demi masalah putriku."


Maxon, "Silakan Tuan Ketiga katakan secara rinci."


Jeffrey menganggukkan kepalanya, menceritakan semua situasinya secara rinci pada Maxon. Ternyata, dia memiliki seorang putri, namanya Jemima Xu, karena dia terlalu tergila-gila pada ilmu bela diri, dia baru menikah dan memiliki anak pada usia tiga puluh lima tahun, setelah ia memiliki putri ini, ia pun memanjakannya seperti barang berharga.


Jika ditanya, apakah yang paling dicintai Jeffrey dalam hidupnya itu, tentu saja jawabannya adalah putrinya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih


__ADS_2