Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 33 Balas Dendam


__ADS_3

Pria itu menabrak keras gunung buatan, Maxon Wu menggunakan tenaga terjatuh ini untuk memukul lebih keras, tulangnya patah menjadi beberapa bagian, ditambah pergelangan tangannya terluka, kemampuan bertarung jauh berkurang.


Maxon Wu tidak melepaskan, tiba di depannya, satu kaki menginjak belakang punggungnya, reiki yang kuat masuk menembus tulang, pria itu berteriak "Ah", menyemburkan darah hitam, langsung pingsan.


Maxon Wu tidak tenang, mengeluarkan sebuah jarum emas, menusukkan ke otaknya, lalu menoleh melihat ke arah Hubert Song.


Sekujur tubuh Hubert Song gemetar, dia menatap Maxon Wu dengan takut, seperti melihat hantu! Bagaimana dia bisa begitu kuat?


Nyonya tua juga terkejut, ekspresinya berubah drastis, namun dengan cepat kembali seperti biasa, dia berkata dengan suara melengking: "Anjing, walaupun kamu sangat bisa berkelahi, namun kamu masih punya keluarga, punya teman. Kamu percaya tidak, asal satu telepon dariku, bisa membuat keluargamu mati mengenaskan? Aku sudah lama menyelidiki, kamu memiliki seorang ibu, seorang adik perempuan, dan seorang kakek dan nenek..."


Kata "Nenek" ini belum selesai, nyonya tua tiba-tiba membelalakkan mata, ujung bibirnya mengeluarkan air liur, matanya memutar ke atas, menunjukkan bagian putih mata, lalu mengeluarkan senyum bodoh.


Maxon Wu dibuat marah, orang tua sialan ini, selalu suka mengancam keluarganya, sungguh sialan! Tapi, tidak ada yang baik di Keluarga Song ini, bila mati terlalu menguntungkan, jadi dia menggunakan jarum membuat orang tua sialan ini menjadi idiot!


"Ibu, kamu kenapa, ibu?" Hubert Song menarik nyonya tua, terkejut juga marah.


Dia tiba-tiba menerjang Maxon Wu: "Aku bertarung denganmu!"


Satu kaki Maxon Wu menendangnya ke tanah, berkata datar: "Kamu seorang yang hampir mati, aku malas membunuhmu. Putramu menabrak mati ayahku, orang tua menanggung kesalahan anak"


Selesai bicara, dia dengan cepat menusuk beberapa jarum di kepala Hubert Song, mata dan bibirnya segera menjadi miring, seluruh tubuhnya lumpuh, tidak dapat mengatakan satu kata pun, hanya bisa menatap Maxon Wu dengan ketakutan.


Maxon Wu tidak menghiraukannya, pergi ke sisi pria di sisi gunung buatan, menendangnya, pria itu segera terbangun.


Melihat Maxon Wu, dia berkata datar: "Aku yang terlalu meremehkan, ingin bunuh maka bunuh saja" Tak disangka dia seorang pria tangguh.


Maxon Wu menatapnya bertanya: "Keluarga Gong yang mengirimmu?"


Pria itu berkata: "Benar, Keluarga Gong memberikan harga besar, aku awalnya mengira pekerjaan mudah, siapa tahu bisa mempertaruhkan nyawa."


Maxon Wu: "Aku lepaskan kamu tidak mati. Kamu pergi beritahu orang Keluarga Gong, jangan membuatku marah, kalau tidak aku pasti akan mendatangi mereka!"


Nyonya tua ini hanyalah seorang gadis yang menikah dengan Keluarga Gong saja, bila mereka pintar, maka tidak akan mengurus urusan ini lagi. Tentu saja, bila mereka tidak tahu diri, Maxon Wu tidak keberatan pergi ke pemerintah provinsi memukul Keluarga Gong ini.


Pria ini sangat terkejut, dia menatap Maxon Wu, berkata: "Kamu sungguh melepasku pergi?"


Maxon Wu berkata dingin: "Bila kamu tidak ingin pergi, aku membunuhmu juga tidak masalah."


Pria itu bergegas berkata: "Bukan itu maksudku. Kamu menyuruhku memberitahu Keluarga Gong, pasti tidak ingin meneruskan konflik dengan Keluarga Gong. Tapi aku beritahu kamu, Keluarga Gong pasti tidak akan diam saja."


Maxon Wu mengernyit: "Kamu


yakin?"


Pria mengangguk: "Akar Keluarga Gong ada di pemerintah provinsi, namun di sekitar sini juga ada rencana, contohnya Keluarga Song, mereka adalah salah satu pion dalam rencana Keluarga Gong. Sekarang, pion ini disingkirkan olehmu, Keluarga Gong pasti akan menyerang balik."


Maxon Wu menghela napas, sungguh takut apa akan datang apa, dia bertanya: "Menurutmu, Keluarga Gong akan bagaimana padaku?"


Pria berkata: "Urusan dunia persilatan, diselesaikan dengan persilatan. Master seperti Anda, Keluarga Gong tentu saja akan mengirim orang yang lebih kuat kemari."


Maxon Wu tertawa dingin: "Kalau begitu datanglah!"


Pria itu berkata: "Aku bernama Julius Huang, hari ini berterima kasih kamu tidak membunuhku, nanti bila memerlukan aku, beritahu aku."


Hati Maxon Wu tersentuh, orang ini tahu terima kasih, dia berkata: "Teknikku sangat istimewa, pergelangan tanganmu takutnya akan tidak berguna. Dan juga, aku menanam jarum di tubuhmu, tidak bisa diambil, bila diambil kamu akan lumpuh."


Julius Huang tersenyum pahit: "Bisa hidup saja sudah bagus, setelah aku kembali, aku kembali ke hutan gunung, aku harap bisa melihat putraku dewasa menjadi sukses."


"Kamu punya putra?" Tanya Maxon


Wu.


Julius Huang: "Sudah berumur 7 tahun. Beberapa tahun ini, sebenarnya aku sudah berhenti, bila bukan karena Keluarga Gong mengeluarkan harga yang cukup tinggi, aku tidak akan keluar dari gunung."


Maxon Wu merenung sejenak, berkata: "Panggil bawahanmu, ikut denganku." Sambil berkata, dia menarik keluar jarum di kening orang yang satunya, lalu menepuk membangunkannya,


Setelah pemuda ini terbangun, dia dengan diam berdiri di belakang Julius Huang, tidak berkata sedikit pun


Julius Huang juga tidak bertanya

__ADS_1


kenapa, mengikuti Maxon Wu turun


dari gunung.


Maxon Wu tentu saja tidak akan membawa kedua orang ini ke dalam rumah, dia memesan sebuah kamar di hotel di sekitar. Dia pergi membeli beberapa obat dulu, saat kembali, sekujur tubuh Julius Huang sudah sakit hingga mengeluarkan keringat dingin.


Pergelangan tangannya bagaimanapun tidak dapat tersambung, tubuhnya lebih terasa sakit lagi, ingin bergerak sedikit pun sulit. Saat ini dia baru mengerti, Maxon Wu tidak membohonginya, bahkan masih menyembunyikan banyak dari ucapannya.


Melihat ekspresinya yang menderita, Maxon Wu berkata: "Julius Huang, sekarang kamu punya dua pilihan, Pertama, segera pergi, melewati setengah hidupmu selanjutnya dalam penderitaan."


Julius Huang tertawa pahit: "Apa aku bisa mendengar yang kedua?"


Maxon Wu: "Kedua, sejak hari ini, kamu menjadi pembantu aku, aku menyuruhmu melakukan apa, kamu melakukan apa."


Julius Huang berpikir beberapa detik, berkata: "Aku memilih jalan kedua!"


Maxon Wu berkata: "Aku akan meninggalkan beberapa jarum di tubuhmu. Beberapa jarum ini tidak akan mempengaruhi latihan dan hidupmu saat normal. Namun setiap satu bulan, harus mengganti sekali, kalau tidak meridianmu akan meledak dan mati."


Hati Julius Huang berdebar kencang: "Tapi asal aku setia, maka tidak akan apa-apa, benar bukan?"


Maxon Wu: "Tentu saja. Sekarang aku masih tidak mengenalmu, bila


suatu hari, aku merasa kamu pantas dipercaya, jarum ini juga tidak diperlukan lagi."


Julius Huang mengangguk: "Baik! Aku menerimanya!"


Kali ini Maxon Wu baru mulai menyambung tulangnya, mencabut jarum, memberi obat. Satu jam kemudian, luka Julius Huang sudah hampir pulih, sekujur tubuhnya tidak terasa sakit menusuk lagi, pergelangan tangannya juga sudah tersambung.


Maxon Wu: "Mulai besok, kalian berdua mengontrak di seberang rumahku, bertanggung jawab melindungi keluargaku."


Tetangga di seberangnya sudah pindah, rumah itu kosong, sekarang sedang mencari penyewa, dia kebetulan menyewanya. Menyuruh dua orang ini sambil menyembuhkan luka, sambil bertanggung jawab atas keamanan keluarga.


Julius Huang mengangguk:


"Tenang saja, kami pasti akan melindungi keluarga Anda."


Maxon Wu: "Aku tidak akan menyuruh kalian melakukan urusan dengan cuma-cuma, asal sikap kalian baik, aku bisa mengajari kalian kultivasi."


"Latihan Zhoutian besar mu


bermasalah benar bukan?"


Julius Huang terkejut, tiba-tiba


berdiri: "Anda dapat melihatnya?"


Maxon Wu: "Setiap orang memiliki


Zhoutian besar, semuanya memiliki rute pergerakan reiki yang unik. Namun milikmu, jelas bermasalah, apakah kamu sering tidak bisa tidur di malam hari, begitu berlatih muncul halusinasi?"


Julius Huang mengangguk


berkali-kali: "Benar, benar, ucapan


Anda sangat tepat!"


Maxon Wu: "Nanti aku bisa mengajarimu, membuat latihanmu memasuki jalur yang benar."


Julius Huang gembira, dulu dia ingin bersembunyi karena muncul masalah dalam latihannya, tidak hanya tidak dapat meneruskan latihan, kemampuannya juga terpengaruh. Kalau tidak sekarang dia sedang di saat masa kuatnya, dia sama sekali tidak ingin pensiun.


"Tuan! Nanti aku, Julius Huang


adalah hamba Anda!" Katanya.


Maxon Wu: "Sudahlah, kalian


istirahatlah, besok tunggu


pemberitahuanku."

__ADS_1


Meninggalkan sebuah nomor telepon, dia pergi ke rumah kakek, kebetulan makan malam.


Menemani kakek bermain catur sebentar, masakan sudah jadi. Dia atas meja makan, dia tiba-tiba berkata "Kakek, ada pendapat yang ingin aku bicarakan dengan Anda."


Kakek tersenyum berkata: "Baik, Maxon kamu katakan."


Maxon Wu "Kakek, usia kamu dan nenek pelan-pelan menjadi tua, aku berpikir lebih baik kita pindah tinggal bersama."


Sebenarnya jarak rumah mereka tidak jauh, tinggal di dalam satu desa yang sama, berjalan kaki juga hanya belasan menit, mengendarai sepeda hanya beberapa menit akan tiba. namun bagaimanapun tidak tinggal bersama.


Kakek berkata: "Maxon, bila


tinggal bersama, maka rumah terlalu sempit. Oh ya, usiamu juga tidak muda, sudah seharusnya mencari istri. Aku dan nenekmu menabung sedikit uang, saat itu kumpulkan uang muka untukmu, kita beli sebuah rumah."


Maxon Wu tersenyum : "Kakek, aku ingin membangun rumah yang besar, saat itu kita tinggal bersama."


Lenny Zhang tertegun, berkata: "Maxon, kita hanya punya delapan ratus ribu RMB, bisa membangun rumah besar apa?"


Maxon Wu tersenyum berkata: "Sebelumnya aku pergi ke Casino Stone City, menghasilkan beberapa juta RMB, uang ini cukup untuk membeli rumah yang besar."


Sepasang mata Nelly Wu berbinar, berkata: "Kak, kamu punya beberapa juta?"


Maxon Wu mengangguk: "Aku berpikir, membeli semua beberapa rumah di sebelah, lalu membangun sebuah vila yang besar."


Kediaman Keluarga Wu, kebetulan berada di perempatan jalan desa, transportasi mudah, sebelumnya Maxon Wu pernah berpikir membangun sebuah vila, hanya saja dari dulu tidak ada uang. Sekarang ada uang, dia ingin mewujudkan keinginan ini.


Kakek selalu tenang dalam melakukan sesuatu, berkata: "Maxon, walaupun kamu ingin membeli, namun mereka juga harus menjual. Lagipula, desa dalam kota cepat atau lambat akan dibongkar, kita menghabiskan beberapa juta RMB membangun vila, nanti bila dibongkar bukankah sangat sayang?"


Maxon Wu tertawa berkata: "Setuju atau tidak menjualnya, bertanya saja maka akan tahu. Mengenai pembongkaran, paling sedikit juga harus sepuluh tahun lagi, jangan berpikir terlalu banyak."


Kakek mengangguk: "Baik, kalau begitu kamu tanyakan tiga keluarga lainnya, lihat apakah mereka bersedia atau tidak."


Selesai makan, Maxon Wu sekeluarga kembali ke rumah mereka. Kira-kira jam 9 malam, Maxon Wu menerima telepon dari Cassie Lin.


Cassie Lin ibu dan anak ini terus tinggal di dalam hotel, namun Maxon Wu tidak pernah ke sana, keduanya menjadi cemas, kali ini baru menelepon bertanya.


Maxon Wu menepuk kening, dia hampir saja melupakan hal ini, namun sekarang dia pasti tidak bisa terlalu jauh dari rumah, akhirnya menyuruh mereka datang ke Kabupaten Mingyang mencarinya.


Cassie Lin akhirnya membeli tiket bus, Maxon Wu berkata akan tiba di terminal bus menjemput mereka.


Malam hari, dia meneruskan melancarkan meridian sekunder, asal seluruh meridian sekunder lancar, dia baru bisa mengeluarkan reiki.


Banyak master Alam Qi terhalang pada mengeluarkan reiki ini, bagaimanapun seorang dari Alam Qi yang normal ingin melancarkan meridian sekunder di seluruh tubuh memerlukan puluhan tahun, yang kualifikasinya buruk, akan memerlukan ratusan tahun, namun siapa yang bisa hidup begitu lama?


Namun Maxon Wu memiliki keunggulan dari lahir, menggunakan Eye of Dimension, dia bisa mengamati meridian yang terkecil, proses melancarkan lebih cepat, lagipula tidak ada bahaya.


Saat ini, dia sedang melancarkan meridian sekunder di bahu.


Semalaman tanpa bicara, hari kedua, dia mengantarkan Nelly ke sekolah dulu, lalu mulai menyetir ke vila tempat Hans Zhu.


Sekarang Hans Zhu pada dasarnya lepas dari bahaya, namun jarak sampai sembuh masih sangat panjang, dia perlu diobati satu kali setiap hari.


Stella Zhu terus menjaga di sini, melihat Maxon Wu datang, dia bergegas mengeluarkan buah dan pencuci mulut menjamunya, dapat dilihat, dia berpikir keras untuk menyiapkan makanan ini.


Setelah mengobati Hans Zhu, dia berkata pada Stella Zhu: "Stella, aku katakan sesuatu padamu."


Stella Zhu bergegas berkata:


"Kakak besar Wu, ada apa?"


Maxon Wu: "Beberapa waktu ini, aku berencana merenovasi ulang rumah, Nelly dan ibu tidak ada tempat tinggal, ingin sementara tinggal di tempatmu sini."


Stella Zhu gembira : "Baik! Setelah sakit kakekku membaik, dia akan kembali ke kabupaten, rumah ini akan kosong."


Maxon Wu: "Lewat beberapa hari, aku menyuruh mereka pindah kemari, dengan begini aku juga tidak perlu berlari ke dua tempat."


Sambil bicara, dia menerima telepon Lenny Zhang, dalam telepon, Lenny Zhang berkata: "Maxon, ada seorang bernama Inspektur He mencarimu."


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih


__ADS_2