Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 96 Kecantikan Cassie Lin


__ADS_3

Dia menarik Cassie Lin masuk ke dalam, kemudian pegawai di dalam langsung menyapa dengan sopan, lalu bertanya apa yang dibutuhkan.


Maxon Wu: "Pilih sebuah gaun dahulu, kemudian baru pilih perhiasan."


Pegawai tersenyum dan berkata: "Tuan datang tepat waktu, kita baru kedatangan beberapa gaun edisi revisi, apakah ingin melihatnya?"


Maxon Wu: "Boleh."


Setelah tiba di depan showcase, dapat terlihat ada banyak macam gaun di sana, semuanya terlihat indah. Maxon Wu tidak mengerti tentang pakaian, sehingga membiarkan Cassie Lin memilihnya sendiri.


Kemudian di saat ini, ada seorang wanita yang menggandeng seorang pria botak berjalan masuk, pria ini berusia 30 tahun, dia memakai kaun lengan pendek, dan memakai sendal. Sedangkan wanita itu usianya tidak jauh berbeda dengan Cassie Lin, kira-kira 20 tahun lebih, dia dapat merias diri dengan bagus, postur tubuhnya juga lumayan, namun akan berbanding jauh jika dibandingkan dengan Cassie Lin.


Ketika melihat wanita itu masuk, dia langsung melihat Cassie Lin, kemudian dia terkejut, lalu melirik ke arah Maxon Wu.


Maxon Wu tidak terlalu memikirkan penampilannya, dia hanya memakai pakaian biasa yang harganya hanya ratusan Yuan saja, sehingga tidak terlihat elegan.


Kemudian wanita tersebut tersenyum, lalu berkata:


"Bukankah ini Cassie Lin yang merupakan kembang sekolah kita? Kenapa, kamu juga datang membeli pakaian?"


Melihat wanita ini, ekspresi Cassie Lin sedikit berubah, kemudian dia menunduk, dan berkata: "Aku hanya melihat-lihat saja."


"Melihat-lihat?" Wanita itu mengangguk, "Benar juga, kamu yang miskin ini tidak akan bisa membelinya, dan hanya dapat bisa melihatnya."


Maxon Wu mengerutkan alisnya, kenapa wanita ini begitu tidak sopan?


Dia dengan nada datar berakta: "Silahkan perhatikan ucapanmu."


Pria botak di samping wanita itu menatapnya: "Bocah, kamu bicara dengan siapa? Kamu telah menakuti kesayanganku, aku akan memerintahkan orang ntuk membunuhmu!"


Wanita itu memiliki mulut yang tajam, pria itu juga tidak baik, terlihat sangat angkuh, sehingga tatapan Maxon Wu menjadi terlihat dingin, lalu berkata: "Benarkah? Tiba-tiba berkata ingin membunuhku, kamu kira kamu siapa?"


"Kamu akan takut jika mendengarnya!" Pria tersebut tersenyum dingin, "Kakakku adalah Saudara Buffalo, dia adalah anak buah Tuan Zhuo! Apakah kamu tahu siapa itu Tuan Zhuo? Dia adalah penguasa di daerah Yunjing!"


Maxon Wu malas menanggapinya, kemudian menunjuk sebuah gaun yang terlihat bagus: "Aku mau ini."


Pegawai wanita tersenyum dan berkata: "Selera tuan memang bagus, ini adalah sebuah gaun klasik revisi, namanya adalah 'Rose', di dalam toko kita hanya ada satu."


Gaun ini, jika dikenakan akan menunjukkan satu sisi pundak, seluruh gaunnya berwarna mawar, terlihat sangat elegan dan indah, selain itu juga sangat cocok untuk Cassie Lin.


Wanita itu tiba-tiba tertawa dingin: "Kalian yang memakai pakaian sampah seperti itu, dapat membeli gaun yang harganya puluhan ribu Yuan ini? Jangan memalukan, cepat pergi."


Dia berjalan ke depan Showcas, kemudian langsung tertarik dengan gaun tersebut, kemudian dia langsung menarik lengan pria tersebut dan dengan manja berkata: "Kakak Pedro, aku sangat suka, bagaimana jika kamu membelinya untukku?"

__ADS_1


Pria yang di panggil Kakak Peng tertawa, kemudian melirik harganya, puluhan ribu!


Dia berdeham, lalu berkata: "Sayang, pakaian ini tidak cocok untuk kamu, kita cari yang lain saja."


Wanita tersebut segera mengerutkan bibirnya: "Tidak, aku mau yang ini, aku sangat menyukainya."


Maxon Wu tidak menanggapi mereka, kemudian berkata kepada pegawai: "Bungkus saja langsung."


Pria yang bernama kakak Pedro itu merasa diremehkan, kemudian berkata: "Bocah, kamu minta dipukul?"


"Menjauhlah, jangan menutupi pandanganku." Maxon Wu dengan nada datar berkata, dia sudah kehilangan kesabarannya.


Kakak Pedro sudah marah: "Sial! Cari mati!"


Dia langusung berlari ke arahnya, kemudian ingin memukul Maxon Wu. Namun Maxon Wu hanya menghempaskan tangannya, dengan jarak satu meter, kakak Pedro langsung merasakan rasa sakit pada tubuhnya, kemudian dia langsung terkapar di atas lantai.


Wajahnya menjadi pucat, tubuhnya bergetar, kemudian dengan ketakutan menatap Maxon Wu, hal apa yang dia lakukan, apakah sihir?


Maxon Wu dengan nada datar berkata: "Duduk dahulu dengan patuh sebentar."


Tiba-tiba dia menggertakkan giginya, dan berkata: "Kamu tunggu saja! Aku akan memanggil kakakku datang, dia juga petarung handal, kamu pasti akan mati!"


Maxon Wu dengan nada datar berkata: "Panggil saja."


Pegawai di sana terkejut, kemudian dia segera mengeluarkan gaun di dalam showcase, dan membantu Cassie Lin mengenakannya.


Ketika dia mengenakannya, dan kembali berdiri di depan Maxon Wu, mata Maxon Wu langsung bersinar.


Cassie Lin yang saat ini, terlihat seperti bunga mawar yang sangat indah, dia terlihat polos, terlihat anggun, terutama kedua kakinya yang cantik, membuat Maxon Wu tidak dapat berpaling, dia merasa wanita yang tadi itu langsung kalah jauh dengan Cassie Lin.


Dia mengangguk, dan berkata: "Tidak buruk, sangat indah, kalau begitu yang ini saja, Bantu aku bungkus gaun ini."


Pegawai tersenyum dan bertanya: "Tuan ingin menggunakan uang tunai atau kartu kredit?"


Maxon Wu mengeluarkan kartu platinum miliknya, lalu berkata: "Menggunakan ini."


Ketika melihat kartu ini, pegawai wanita langsung terkejut, lalu bertanya: "Tuan, kartu seperti ini, apakah kartu debit?"


Maxon Wu berkata: "Seharusnya kartu VIP pihak kalian, di dalam sana terdapat saldo."


Pegawai menggelengkan kepalanya: "Maaf Tuan, kita tidak memiliki kartu VIP seperti ini, apakah kamu tidak salah?"


Maxon Wu terkejut, dia tidak mengakuinya?

__ADS_1


Wanita sebelumnya langsung mencibir: "Tidak memiliki uang berpura-pura untuk apa? Bisa-bisa meminta untuk membungkusnya, apa kamu bisa membelinya? Miskin!"


Kakak Pedro yang berada di atas lantai tertawa terbahak bahak: "Datang ke sini dengan berpura-pura kaya! Bukankah sekarang sudah tertangkap basah?"


Setelah mengatakannya, dia dengan mesum menatap Cassie Lin. Lalu dia merasa Cassie Lin jauh lebih cantik daripada pacarnya! Yang paling penting adalah tubuhnya, benar-benar langsung mengalahkan pacarnya, tubuhnya ini benar-benar membuat pria langsung terpesona.


Kejadian di sini, membuat seorang wanita datang, lalu bertanya: "Ada apa ini?"


Pegawai wanita memberikan kartu tersebut, lalu berkata: "Manajer, Tuan ini bilang ini adalah kartu VIP, tetapi seharusnya kita tidak memiliki kartu seperti ini."


Ketika Manajer melihat kartu platinum tersebut, ekspresinya menjadi pucat, kemudian dia langsung merebutnya, dan memeriksanya dua kali, tiba-tiba dia langsung membungkuk kepada Maxon Wu: "Maaf Tuan! Pegawai kita ini masih baru, dia tidak tahu kartu VIP ini, aku mewakili seluruh pegawai, meminta maaf kepadamu!"


Maxon Wu tidak peduli, lalu berkata: "Tidak masalah, gunakan saja kartu itu untuk transaksi."


Manajer dengan hati-hati datang ke kasir, kemudian melekatkan kartu tersebut ke sebuah mesin, dan seketika langsung muncul informasi di atas layar.


Pegawai wanita tersebut melihat manajernya terlihat terkejut, sehingga dia ikut melihat ke arah layar, ternyata di atas layar menunjukkan saldo di dalamnya, di atas layar menunjukkan satu baris angka, dia menghintungnya sejenak, saldonya 100 juta Yuan?


Setelah menggesek kartu, manajer menyerahkan kartu kembali dengan dua tangan, lalu berkata: "Tuan, apakah memerlukan yang lain?"


Maxon Wu melihat ke seliling, kemudian berkata: "Sudah cukup, aku ingin melihat ke toko yang lain."


Kakak Peng itu langsung memanggilnya: "Bocah, jika hebat kamu jangan lari!"


Wanita itu juga menjerit: "Benar, kamu sudah melukai orang, jangan melarikan diri!"


Maxon Wu bertanya pada Cassie Lin: "Cassie, wanita itu, kamu mengenalnya?"


Cassie Lin dengan pelan menjawab: "Dia juga berada satu jurusan yang sama denganku, namanya adalah Feni Wang, karena kondisi rumahku tidak baik, dahulu dia sering menghinaku."


Dan di saat ini, sekumpulan orang datang, kemudian seorang pria yang berusia 40 tahun, dengan luka pisau di wajah, dengan nada dingin bertanya kepada pria yang berada di atas lantai: "Pedro Luo, kenapa?"


Pedro Luo menunjuk Maxon Wu: "Saudara, orang ini bisa bela diri, aku telah diserang olehnya, dia juga memukul pacar......"


Sebelum dia selesai bicara, dia langsung terdiam, karena dia sadar, tuannya sudah menjadi pucat, seperti takut dengan sesuatu. Tuannya yang begitu ketakutan, dia baru satu kali melihatnya. Yaitu di saat Tuan Zhuo marah besar, dan memarahi tuannya.


Dia terkejut, kemudian menoleh ke arah Maxon Wu, seketika dia merasakan firasat buruk, jangan-jangan.......


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2