Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 90 Pembalasan Tuan Anderson


__ADS_3

Layson Gong terkejut, "Kak Li, kamu tidak mungkin setega itu, kan?"


Anderson Li terkekeh, "Tega? Jadi saat kamu memerintahkan seseorang menculik putraku, apakah ini tidak dianggap tega?"


Layson Gong memicingkan mata, "Anderson Li, posisi Keluarga Gong di ibu kota provinsi sangat kuat, jangan sembarangan!"


"Begitukah? Aku dijuluki Tuan Anderson, apakah menurutmu aku bukan siapa-siapa?" Anderson Li menatapnya dengan garang, "Jika kalian sanggup membayar ahli bela diri, apakah menurutmu aku tidak sanggup?"


Wajah Layson Gong kembali memucat, perkataan Anderson Li bukan gertakan belaka, kekuatan mereka memang seimbang!


la mendesah, "Kami tidak sanggup membayar 5 miliar, jika kalian memaksa, Keluarga Gong hanya bisa menggunakan kekerasan!"


Anderson Li terkekeh, "Benarkah? Kita lihat saja."


Layson Gong pergi dengan ekspresi kesal karena negosiasi itu tidak membuahkan hasil. Begitu masuk ke mobil, ia memberi perintah pada supir, "Pergi ke kediaman Keluarga Fu!"


Kediaman Keluarga Fu adalah tempat tinggal Fernando Zhou. Ia berencana membayar Fernando Zhou untuk menghancurkan Anderson Li dan Maxon Wu.


Saat mobil itu melintasi lampu merah, tiba-tiba sebuah truk semen di sisi kirinya kehilangan kendali, dan truk seberat belasan ton itu menimpa mobil Layson Gong.


Sebagus apapun kualitas sebuah mobil tidak akan sanggup menahan timpaan seberat itu. Layson Gong dan supirnya langsung tergencet.


Di saat yang hampir bersamaan, rumah putra kedua Chandra Gong, Tiago Gong, dan putra ketiga Chandra Gong, Tiano Gong, dimasuki perampok. Mereka mengambil seluruh barang berharga, lalu membakar rumah itu. Tiago Gong dan Tiano Gong meninggal dalam lautan api.


Mendengar kabar ini, Chandra Gong menangis dan segera memanggil supirnya dan pergi untuk menyelamatkan mereka. Siapa sangka, saat tiba di pinggir sungai, supir itu tiba-tiba menoleh dan menatapnya dengan dingin.


Setengah jam kemudian, mayat Chandra Gong mengapung di permukaan sungai, dan polisi menganggap peristiwa ini kecelakaan.


Keluarga Gong yang berkuasa hancur dalam semalam, dan akhirnya, satu-satunya yang bertahan hidup hanya Gerald Gong.


Paginya, kondisi Gerald Gong pulih seperti semula, tapi begitu mendengar berita kematian ayah dan kakeknya, ia bergidik. Pembalasan Anderson Li sungguh kejam, sungguh tega! Ini sangat mengejutkannya.


la segera menyetir sendiri ke rumah Anderson Li, lalu berlutut di hadapannya.


"Tuan Anderson, aku salah. Saat ini, hanya akulah yang tersisa dari Keluarga Gong, selama kamu tidak membunuhku, aku rela melakukan apapun," isaknya dengan penuh penyesalan.


Anderson Li menatapnya dengan acuh tak acuh, "Benarkah? Kalau begitu, serahkan seluruh aset Keluarga Gong, dan aku akan memberimu 100 juta. Uang ini sudah cukup untuk hidup layak sepanjang sisa umurmu, Bagaimana?"

__ADS_1


Gerald Gong bergegas menjawab, "Terima kasih, Tuan Anderson!"


Lalu ia berlutut di hadapan Maxon Wu, "Sikapku kemarin sungguh keterlaluan, mohon maafkan aku!"


Dengan jentikan jari Maxon Wu, beberapa hembusan angin menerpa tubuhnya dan membebaskannya.


Anderson Li berkata, "Bocah, surat kontraknya sudah datang, tandatanganilah perjanjian pemindahtanganan ini!"


Dalam pertempuran ini, Anderson Li berhasil melahap seluruh bisnis Keluarga Gong, dan dengan koneksi Keluarga Gong di bidang farmasi, ia bisa meluncurkan obat itu lebih cepat.


Keluarga Gong sudah lenyap, beban di hati Maxon Wu pun sirna. la pun mengajak Angel ke Kabupaten Mingyang. Sudah beberapa hari ia tidak pulang, ibunya masih memerlukan perawatannya.


Siang itu, di Dong Lake no 3.


Saat melihat Angel, Stella Zhu tertegun, lalu bertanya, "Cantik sekali, Kak Wu, siapa gadis ini?"


Maxon Wu menjelaskan asal usul Angel secara singkat, lalu berkata, "Stella, Angel belum terbiasa dengan kehidupan di dunia. Untuk sementara waktu, bantu aku mengawasinya."


Mendengarnya, Stella Zhu menghembuskan nafas lega. Firasatnya mengatakan, tidak ada hubungan apapun antara Maxon Wu dan Angel.


la tersenyum, "Baiklah, aku akan mengawasinya."


Setelah memijatnya, ia mengganti resepnya, dan menyuruh Julius Huang pergi membeli obat beberapa hari sekali.


Setelah merawat ibunya, ia berjalan-jalan mengelilingi kampung halamannya. la mendapati rumahnya telah dirubuhkan, dan Yansen Wang yang sedang mengenakan helm keselamatan sedang memberi instruksi pada para pekerja.


Melihat Maxon Wu, ia segera menghampiri dan menyapanya, "Tuan Wu, anda sudah pulang?"


Maxon Wu mengangguk, "Kerja bagus."


Yansen Wang tersenyum, "Tentu aku harus melakukan yang terbaik untuk anda."


Maxon Wu mengeluarkan sebuah cek senilai 50 juta dan berkata, "Gunakan uang ini dulu, jika tidak cukup, akan kuberi lagi."


Yansen Wang menerima cek itu dan berkata, "Tenanglah Tuan Wu, aku akan mengerjakannya dengan sempurna."


Maxon Wu menepuk pundaknya, "Bagus, setelah rumah ini selesai, akan kuberi kamu 1 proyek besar."

__ADS_1


Yansen Wang sangat gembira, "Proyek besar apakah, Tuan?"


"Seorang teman di ibu kota provinsi hendak membangun pabrik farmasi. Tempatnya sangat besar, dan kamu bisa menyuplai bahan bangunannya."


Yansen Wang sangat gembira, "Bagus sekali! Terima kasih, Tuan Wu."


"Di Yunjing juga ada sebuah proyek konstruksi seluas jutaan meter persegi. Jika kamu jujur dan bisa diandalkan, aku juga akan menyerahkan proyek itu padamu."


Yansen Wang hampir berlutut di hadapan Maxon Wu, "Jangan khawatir, Tuan Wu, bahan bangunan yang kuberikan untuk anda pastilah kualitas terbaik dengan harga terjangkau."


"Baik, lanjutlah bekerja."


Saat pulang, ia mendapati ibunya, Lenny Zhang, sedang duduk melamun di sofa, sementara Stella Zhu sedang menghiburnya.


Maxon Wu tertegun dan bertanya, "Ibu, ada apa?"


Lenny Zhang mendesah, "Barusan, kakak sepupumu, Fendy Wu, datang."


"Kakak sepupu?" Maxon Wu tertegun, Fendy Wu adalah anak paman ketiga. la sangat kasar, sama sekali tidak ada kemiripan di antara mereka berdua. Untuk apa ia datang kemari?


"Fendy Wu berkata, di ulang tahun ke-75 kakek, Keluarga Wu hendak menyelenggarakan pesta, mereka mengundang kita datang."


Maxon Wu mendengus, "Saat ayah meninggal, kakek bahkan tidak menelepon! Kini untuk apa ia mengundang kita?"


Saat membicarakan suaminya, Lenny Zhang tidak dapat menahan tangisnya, "Maxon, ada beberapa hal yang belum kami beritahukan padamu. Kini karena ayahmu telah meninggal, aku tidak akan menyembunyikannya lagi."


la menjelaskan, Arnold Wu adalah anak angkat Keluarga Wu, Karena sebelumnya mereka keguguran, kakek Maxon Wu saat ini, Louis Wu, mengikuti nasihat peramal untuk mengadopsi anak, yaitu Arnold Wu, ayah Maxon Wu.


Dan setahun setelah mengadopsi Arnold Wu, akhirnya Louis Wu mendapatkan anak kandung, Juan Wu, Jonathan Wu, dan Johnny Wu.


Keluarga Wu tidak menyukai Arnold Wu, si anak angkat, dan memperlakukannya seperti pelayan sejak ia kecil. Ketiga adiknya juga sering menindas kakak angkatnya.


Arnold Wu sangat menderita, tapi karena berusaha keras, ia akhirnya meraih hasil terbaik ujian masuk universitas di Yunjing. Tapi Keluarga Wu menolak membiayai kuliahnya, malah menyuruhnya putus sekolah untuk bekerja. Maka, Arnold Wu kehilangan kesempatan terbaik dalam hidupnya dan hanya menjadi pekerja rendahan.


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....

__ADS_1


Sekian terima kasih


__ADS_2