
Maxon Wu mengerutkan kening, "Keluarga Gong sudah tahu tentang pembelian bahan obat-obatan ini?"
Anderson Li tampak cemas, "Begitu mereka menginvestigasi, mereka pasti akan dengan mudah menemukanku. Juga, sejak dulu aku selalu bekerjasama denganmu, Keluarga Gong pasti bisa menebak akulah pelakunya."
Maxon Wu mengangguk, lalu berkata pada Vivi Ding, "Tenanglah, kakak ipar, aku berjanji akan membawa Shawn pulang dengan selamat."
Vivi Ding mengusap air matanya, "Mereka berkata kita tidak boleh memanggil polisi, atau mereka akan membunuhnya."
Kevin Xu dengan geram berkata, "Sungguh biadab! Tuan Anderson, aku akan membantu sebisaku."
Maxon Wu berkata, "Yang terpenting saat ini adalah segera menyelamatkannya. Kakak ipar, di mana Shawn di culik?"
"Sepulang sekolah tadi siang, saat supir menjemput Shawn, 2 orang tiba-tiba muncul di kedua sisinya dan membawa Shaw pergi. Mereka segera masuk ke mobil, kami tidak bisa mengejarnya."
Maxon Wu berpikir sejenak, lalu berkata,"Kak Anderson, kamu dan kakak ipar tetaplah di rumah, jangan pergi kemana-mana, tunggu kabar dariku."
Lalu ia berkata pada Kevin Xu, "Kevin, masalah ini harus kuselesaikan sendiri. Aku tidak ingin kamu terseret ke dalamnya. Pulanglah dan anggap saja tidak terjadi apa-apa."
Kevin Xu tahu Maxon Wu sangat hebat dan bisa menyelesaikan masalah apapun. ia mengangguk dan bertanya, "Perlukah kuberitahu paman ketiga?"
Maxon Wu mengibaskan tangan, "Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri."
Lalu, Maxon Wu memanggil supir Anderson Li dan menyuruhnya mengantarnya ke gerbang sekolah Shawn.
Supir itu agak tua, usianya 50an tahun, ia adalah pensiunan tentara dan telah menjadi supir Keluarga Li selama 15 tahun.
Maxon Wu menyuruhnya memarkirkan mobilnya di tempat tadi dan bertanya, "Di manakah mobil lawan?"
Supir itu menunjuk sebuah danau di sisi kanan dan berkata, "Di situ, mobil itu telah dimodifikasi, kecepatannya sangat tinggi hingga aku tidak bisa mengejarnya."
Maxon Wu menghampiri tepi danau itu dan menatap tanahnya. Matanya ratusan kali lipat lebih tajam dari manusia biasa, ia segera menemukan 2 jejak roda.
Karena ini jalan beraspal, jejak roda itu sangat halus dan hampir mustahil untuk ditemukan. Tapi Maxon Wu bisa melihatnya. Ia bahkan bisa melihat polanya dengan jelas, dan melihat jejak itu mengarah ke suatu tempat yang jauh.
La berkata pada supir, "Jalan," lalu masuk ke mobil dan mengikuti jejak roda itu.
Supir itu merasa heran, kenapa Maxon Wu terus menatap ke tanah, ia tidak melihat apapun.
__ADS_1
Saat memasuki jalan raya, jejak roda itu saling bertumpukan dan ditutupi oleh jejak roda kendaraan-kendaraan lain, membuatnya sangat sulit untuk dibedakan. Tapi, Maxon Wu mendapati suatu kejanggalan pada mobil itu, yaitu setiap 10 meter, ia meneteskan 1-2 tetes bensin, dan jejak bensin ini belum kering sepenuhnya, meninggalkan jejak yang jelas.
Maka, dengan bantuan jejak bensin dan penglihatannya yang luar biasa tajam, ia mengarahkan supir itu. Setengah jam kemudian, mobil itu tiba di sebuah gang kecil.
Gang ini sangat sempit hingga hanya bisa dilalui 1 mobil. Rumah-rumah di sekitarnya telah dirombak, dan sebagian besar telah kosong.
Maxon Wu turun dari mobil dan meminta supir itu menunggu di depan gang. Lalu ia masuk sambil melipat tangannya di belakang punggung.
Karena perombakan itu, tidak ada kamera pengawas, dan sangat sedikit orang yang lewat. Sesekali, tampak beberapa sepeda listrik melintas.
Jejak roda di tanah menjadi sangat jelas, karena hanya 1 mobil yang melewati gang ini. ia mengikuti jejak roda itu, berbelok 3 kali, dan akhirnya tiba di sebuah jalan buntu.
Di ujung jalan buntu itu, tampak sebuah rumah dengan pagar tinggi yang tertutup rapat. Ia menghampirinya dan melompat ke atas pagar itu, lalu menunduk dan melihat sebuah mobil terparkir di halaman.
Di seberangnya, tampak sebuah gedung. Terdengar gerak-gerik di lantai 1, sementara lantai 2 sangat sunyi. ia pun berjalan di atas dinding dan perlahan menghampiri gedung itu. Dengan berpegangan pada ujung bangunan, ia naik ke lantai 2.
Tidak ada seorangpun di lantai 2, semua ruangan telah dikosongkan, bahkan jendela-jendelanya telah dihancurkan.
la mengaktifkan mata penembusnya dan menatap ke bawah, dan tampak Shawn Li sedang berjongkok di sudut ruangan di lantai 1, sebuah rantai besi melilit lehernya, dan ujung rantai itu tertanam di dinding.
Melihat Shawn baik-baik saja, ia menghembuskan nafas lega, lalu mengirim pesan pada Anderson Li, memberitahunya bahwa Shawn telah ditemukan dan baik-baik saja.
Saat ini di rumah, Anderson Li merasa sangat cemas. Begitu menerima kabar itu, ia merasa lega. Ia tidak berani membalas, takut akan mengganggu Maxon Wu, maka ia hanya memberitahukannya pada Vivi Ding.
Saat Maxon Wu hendak turun untuk menyelamatkan Shawn, tiba-tiba ponsel salah satu dari mereka berdering. Setelah mendengarkan beberapa perintah, ia pun keluar dan membuka pagar.
Maxon Wu menatap keluar jendela dan melihat sebuah mobil mewah masuk. Seorang pemuda turun dari mobil, di belakangnya, seorang pemuda yang agak bungkuk mengikuti.
Maxon Wu memicingkan mata menatap pemuda itu. Ia telah berlatih bela diri. Kedua tangannya lebih panjang dari lututnya, dan ia telah belajar tinju, ia sangat kuat!
Pemuda itu bertanya, "Di mana dia?"
Pria itu tersenyum, "Dia di kurung di dalam. Tenang Tuan Muda Gong, kami selalu melakukannya dengan rapi dan cermat!"
Pemuda yang di panggil Tuan Muda Gong itu mengangguk, "Anderson Li hanya punya 1 putra, ia pasti akan membayarnya. Kalian akan kaya."
Mereka berempat tertawa girang.
__ADS_1
Tiba-tiba, dengan gerakan secepat harimau, pemuda itu meninju mereka berempat secara beruntun. Gerakannya sangat cepat dan kuat, hingga sebelum sempat mengerang pun, keempat orang itu langsung mati. Organ dalam dan tulang-tulang mereka hancur.
Dengan ekspresi datar, Tuan Muda Gong berkata pada pemuda itu, "Kerja bagus, Master Wang."
Pemuda itu mengangguk, "Sudah sepantasnya."
Tiba-tiba, sebuah bayangan berkelebat, dan Maxon Wu mendarat di tanah. Pemuda itu membungkuk, bagaikan seekor harimau yang bersiap menerkamnya.
Dengan dingin, ia bertanya pada Maxon Wu, "Siapa kamu?"
"Aku Maxon Wu," jawab Maxon Wu.
Pemuda itu melangkah mundur dan berseru, "Master Wang, bunuh dia!"
Tubuh Master Wang segera diselubungi lapisan pelindung berwarna ungu kehitaman. Ia melompat dan mengayunkan tinju kanannya ke arah Maxon Wu.
Maxon Wu telah mengamati, titik lemah orang ini adalah pinggang bagian belakangnya. Maka ia melecutkan 5 lecutan angin ke wajahnya. Lalu di saat yang bersamaan, di belakangnya, ia melecutkan 10 lecutan angin.
Lecutan angin itu tidak kalah kuat dari peluru, dan mereka menghantam titik lemah pemuda itu di belakang pinggangnya.
Maxon Wu melangkah mundur, dan meninju punggung pemuda itu.
"Uhuk!"
Pemuda itu memuntahkan darah, dan menabrak dinding dengan keras karena pukulan itu. Dengan tinjunya, Maxon Wu telah menghancurkan tulang belakangnya, membuatnya tidak bisa bertarung lagi.
la menoleh dan menatap pemuda yang tampak ketakutan itu, dan bertanya, "Kamu ingin mati atau tetap hidup?"
"Buk!" pemuda itu berlutut dan dengan gemetaran berkata, "Kumohon, jangan bunuh aku... kamu bisa menyuruhku melakukan apa saja."
Maxon Wu mengangguk, "Tidak ingin mati? Kalau begitu beritahu aku, apa yang sebaiknya kulakukan padamu?"
Bersambung.......
Jangan lupa like dan komen....
Sekian terima kasih
__ADS_1