Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 91 Wakil Kepala Patroli Militer Ibu Kota


__ADS_3

Lalu, ketiga adiknya satu per satu menikah, tapi Keluarga Wu merasa menikahkan Arnold Wu hanya membuang-buang uang, maka ia tidak diijinkan membicarakan tentang pernikahan, dan terus dipaksa bekerja untuk menghasilkan uang.


Akhirnya, Arnold Wu merasa, ia harus mengubah nasibnya, ia pun diam-diam meninggalkan Yunjing dan pindah ke Kabupaten Mingyang. Di tahun pertamanya di Mingyang, ia bertemu Lenny Zhang, mereka berdua saling jatuh cinta dan menikah.


Kakek dan nenek Maxon Wu sangat baik, mereka sama sekali tidak menuntut sepeserpun, bahkan menyiapkan rumah untuk Arnold Wu di desa itu, yang menjadi rumah masa kecil Maxon Wu.


Lalu, mereka berdua hidup dengan damai. Setelah Maxon Wu lahir, Arnold Wu kembali ke Yunjing untuk mengunjungi keluarganya untuk pertama kalinya.


Tapi, pertemuan itu berakhir buruk. Tulang rusuk Arnold Wu dipatahkan oleh adik keduanya, dan oleh-oleh yang dibawakannya dibuang oleh orang tua angkatnya.


Tapi, Arnold Wu masih ingin membalas budi pada orang tua angkatnya, maka ia mengunjungi mereka setiap libur tahun baru, Tapi Keluarga Wu tidak menghargai dan selalu mencemoohnya. Karena itulah, setiap kali selesai mengunjungi mereka, Arnold Wu selalu merasa murung.


Terutama beberapa tahun terakhir ini, saat Keluarga Wu merombak beberapa rumah dan menjadi sangat kaya.


Setelah mendengarnya, Maxon Wu mendesah, hidup ayahnya sungguh tidak mudah!


la berkata, "Bu, tidak perlu memikirkan masa lalu lagi. Karena Keluarga Wu mengundang kita, mari kita datang."


Lenny Zhang tampak khawatir, "Maxon, ibu takut kamu akan ditindas."


Maxon Wu tersenyum, "Tenanglah, tidak akan."


Setelah menenangkan ibunya, Maxon Wu pergi menjemput Nelly Wu di sekolah. Dalam perjalanan, ia menerima 500 juta dari Kenneth Zhou, sebagai imbalan atas bantuannya saat itu.


Saat ia dan Nelly Wu tiba di rumah, tampak beberapa mobil terparkir di depan rumahnya, dan tampak beberapa orang berseragam polisi.


la menghentikan mobilnya, dan seorang pria berusia 30an menghampirinya.


la mengetuk pintu mobil dan bertanya, "Apakah kamu Maxon Wu?"


"Iya, siapa kalian?" Maxon Wu balik bertanya.


"Aku wakil kepala patroli militer ibu kota, Steward Qu. Aku mendapat laporan bahwa kamu sengaja melukai orang lain, ikut aku!"


Wakil kepala patroli? Maxon Wu ingat, di antara sekelompok orang yang mencari masalah di restoran Michael Mi saat itu, salah seorang dari mereka mengaku bahwa kakaknya adalah wakil kepala patroli militer ibu kota. Apakah ia datang mencarinya karena masalah ini?


"Wakil kepala patroli militer ibu kota?" dengus Maxon Wu, "Mentang-mentang memiliki jabatan, kamu berani mengusikku, tidakkah kamu merasa malu?"


Mendengarnya, Steward Qu menjadi murka, "Bocah, perhatikan ucapanmu. Ini bisa dianggap mengancam penegak hukum! Cepat keluar dari mobil dan angkat tangan!"


Tangan Steward Qu telah menyentuh pinggangnya, jika Maxon Wu tidak bersikap kooperatif, ia akan mengeluarkan pistolnya.

__ADS_1


Maxon Wu mengerutkan kening, ia membuka pintu mobil dan berkata pada Nelly Wu, "Nelly, masuklah ke rumah dulu."


Nelly Wu menatap kakaknya dengan cemas, lalu segera masuk ke rumah.


Dengan cepat, 2 orang menghampiri dan memborgol tangan Maxon Wu.


Maxon Wu memicingkan mata, ia berbalik, dan sebuah aura yang mengintimidasi muncul di sekujur tubuhnya. Orang lain tidak dapat merasakannya, tapi Steward Qu tampak ketakutan, "Kamu pengendali aura!"


Mana mungkin ia tidak terkejut? Di Kabupaten Mingyang, hanya ada 2 pengendali aura, yang satu sedang di luar kota, dan rupanya satunya orang ini! la segera mengerti, bagaimana adiknya bisa terkapar di rumah sakit.


la segera melepaskan borgol Maxon Wu, lalu berkata, "Kamu seorang pengendali aura, tidakkah agak keterlaluan menyerang seseorang yang tidak bisa bela diri?"


Maxon Wu mendengus, "Sekelompok bajingan itu memanfaatkan kekuasaanmu untuk bertindak semena-mena, tidakkah itu agak keterlaluan?"


Steward Qu menggertakkan giginya, "Aku akan memberi mereka pelajaran, tolong maafkan mereka," katanya dengan nada memohon, ia tidak berani bersikap angkuh di hadapan seorang pengendali aura. Jika tidak, ia akan membuat hidupnya lebih menyiksa dibandingkan kematian.


Maxon Wu tersenyum, "Kamu tidak lagi menangkapku?"


Steward Qu berkata, "Tidak, seorang sepertimu bisa membunuh orang diam-diam, sejujurnya, aku tidak berani padamu!"


Maxon Wu berkata, "Tidak perlu takut, selama kamu tidak mengusikku, aku tidak akan mengusikmu."


Maxon Wu mengangkat alisnya, "Baik. Perintahkan para bajingan itu untuk berlutut di depan restoran selama setengah hari, dan kamu harus memberi kompensasi atas kerugian Michael Mi selama beberapa hari ini."


Steward Qu menjadi geram, "Kawan, tidakkah ini agak keterlaluan?"


Maxon Wu mengangkat alisnya, "Jika aku hendak bersikap keterlaluan, kamu tidak mungkin masih berdiri di sini dan bisa bicara denganku."


Steward Qu segera melangkah mundur dan menggertakkan giginya, "Baiklah, akan kubawa mereka ke sana besok pagi."


"Baik," jawab Maxon Wu,


"Mengenai uang kompensasinya, rundingkan dengan Michael Mi sendiri."


Steward Qu mengibaskan tangan, dan mobil-mobil itu segera pergi.


Tidak lama setelah mereka pergi, Michael Mi mendatanginya dan berkata, "Dik, apa yang telah terjadi! Wakil kepala patroli militer ibu kota datang minta maaf padaku dan memberiku 30.000 RMB. la berkata ini karena bantuanmu, sebenarnya apa yang terjadi?"


Maxon Wu terkekeh dan menepuk pundaknya, "Tenang saja, Kak Mi, tidak terjadi apa apa."


Michael Mi tersenyum getir, "Bagaimana aku bisa tenang? la minta maaf padaku, ini sangat mengejutkan!"

__ADS_1


Maxon Wu bertanya, "Akhir akhir ini tidak ada yang mengusikmu lagi, kan?"


Michael Mi mengangguk,


"Setelah seranganmu saat itu, mereka tidak pernah datang lagi, maka bisnisku berjalan lancar."


"Bagus, karena kamu telah di sini, mari kita minum-minum dulu."


Michael Mi segera mengibaskan tangan, "Tidak perlu, restoranku sangat ramai saat ini. Lain kali aku akan mengundangmu minum-minum di restoran."


Setelah mengantar Michael Mi pulang, Maxon Wu menerima pesan dari ketua kelas. Setelah upacara kelulusan besok, semua murid diundang makan malam bersama di Draghua Hotel, mereka harus berkumpul pukul 7.30.


Maxon Wu hanya membacanya sekilas dan tidak mempedulikannya. Ia telah dikeluarkan, tentu ia tidak perlu menghadiri makan malam ini. la hanya menerima pesan ini karena ini pesan broadcast.


Malam itu, ia berusaha keras untuk membuka meridian sekundernya sambil berlatih Tinju Lima Naga.


Keesokan paginya, Steward Qu membawa 2 orang yang telah dihajar Maxon Wu ke restoran Michael Mi untuk meminta maaf.


Mereka tiba di restoran dengan kondisi terbaring di tandu. Tubuh mereka kurus kering, wajah mereka pucat, mereka tampak sangat lemas. Karena tangan gelap Maxon Wu, beberapa hari ini hidup mereka jauh lebih menyiksa dibandingkan kematian, mereka serasa ingin bunuh diri saja.


Saat melihat Maxon Wu, mereka tampak panik.


Maxon Wu menghampiri dan menepuk-nepuk tubuh mereka. Kedua orang itu menghembuskan nafas lega, dan tubuh mereka yang awalnya kaku menjadi relaks. Mereka segera duduk dan menatap Maxon Wu dengan ekspresi ketakutan. Mereka tahu, Maxon Wu lah yang telah menjerat mereka.


Steward Qu berseru, "Hei bajingan, berlututlah!"


Tanpa berani mengatakan apapun, mereka segera berlutut.


Maxon Wu berkata pada Michael Mi, "Kak Mi, biarkan mereka berlutut hingga pukul 12 siang. Jika mereka melanggarnya, beritahu aku."


Michael Mi tersenyum dan mengangguk. Meski ia tidak tahu bagaimana Maxon Wu bisa melakukannya, ia merasa bersyukur atas bantuannya.


Steward Qu segera mengatupkan tangan pada Maxon Wu, "Maaf telah menyinggungmu!"


Maxon Wu berkata, "Perhatikan para bajingan ini. Lain kali, mereka tidak akan seberuntung ini."


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2