Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 61: Gadis Yang Menggunakan Pedang


__ADS_3

Garry buru-buru melajukan mobilnya ke jalur darurat, lalu dia berhenti dan menyalakan double flash.


Sedangkan Maxon langsung membuka pintu dan melompat keluar pagar pembatas tanpa mengatakan sepatah kata pun, hanya bergegas berlari ke arah gunung.


Garry memanggil, "Bos, ada apa?"


Maxon tidak menjawabnya, hanya dengan kecepatan tercepat dan mengunakan reikinya untuk melompat tujuh hingga delapan meter dalam satu langkah. Tak lama kemudian, dia tiba di atas gunung.


Alasan kenapa dia begitu buru-buru karena tadi dia melihat seorang wanita berpakain merah sedang berlatih pedang di dalam hutan. Lalu, gerakan wanita itu melambaikan pedang sangat cepat.


Kecepatan yang menakjubkan. Maxon merasa dirinya belum tentu bisa menghadang serangan pedangnya, jadi dia ingin lihat wanita itu siapa.


"Sring!"


Sebuah pedang menyentuh tenggorokannya, kalau jaraknya lebih dekat setengah sentimeter, maka pedang ini akan menyayat kulitnya. Permukaan pedangnya ada lapisan berwarna biru dan pedang itu sangat tajam.


Maxon mendongak dan melihat seorang wanita berbaju merah yang berusia sekitar 28 tahun. Sepasang kaki tidak mengenakan sepatu, kulitnya putih bersih, alis sangat tebal, lalu temperamen dinginnya seperti peri yang hebat.


"Siapa kamu?" Tanya dia dengan suara kaku seperti anak kecil yang baru belajar bicara.


Maxon menjawab, "Tadi, aku melihat mu sedang latihan ilmu pedang, juga sangat mengagumi ilmu pedangmu. Jadi karena penasaran, aku pun datang melihatnya."


"Apa bagusnya melihat berlatih ilmu pedang?" Dia melirik Maxon dan tiba-tiba bertanya, "Hari apa hari ini?"


Maxon menjawab, "3 Juli."


Wanita berbaju merah itu bergumam, "Periode satu tahun sudah mau tiba, aku sudah bisa pergi."


Dia melihat ke bawah gunung, "Apa itu mobil mu?"


Maxon mengangguk, "lya, itu mobil ku."


"Aku akan naik mobil mu dan pergi." Kata dia, tampaknya dia tidak mengerti dengan prinsip hidup orang.


Maxon dengan senyum berkata, "Boleh, kebetulan aku mau pergi ke ibu kota."


"Ibu kota? Boleh, itu termasuk kota besar." Kata dia.


Setelah Garry menunggu sebentar, dia pun melihat Maxon membawa wanita cantik berbaju merah berjalan kemari dan temperamennya sangat dingin.


Maxon dan wanita itu duduk di baris belakang, kemudian mobil menyala dan dia bertanya, "Kenapa kamu berlatih pedang di atas gunung?"


Wanita itu menjawab, "Guru berkata aura niat membunuh pedang ku terlalu berat. Kalau berlatih di tempat biasa maka akan menyakiti orang lain."


Maxon mengangguk, "Jurus pedang mu memang penuh dengan aura ingin membunuh, lalu aura ingin membunuh itu berada di kendali roh jahat dan itu berbahaya bagi tubuh manusia."

__ADS_1


Wanita menjawab, "Benar juga apa yang kamu katakan."


Maxon melihat dia tidak ada sepatu, bajunya juga sudah robek, jadi dia pun bertanya, "Ke mana kamu mau pergi setelah tiba di ibu kota?"


Wanita berpikir sejenak, "Tidak tahu, aku tidak pernah pergi ke sana, pergi ke mana pun boleh."


Maxon berpikir, "Kalau kamu tidak tahu ke mana, bagaimana ikut aku ke hotel. Kamu bisa mandi di sana, lalu mengganti baju dan berpenampilan seperti orang biasa."


Wanita pun tercengang, "Apa aku tidak mirip seperti orang biasa?"


Maxon berkata, "Tidak mirip."


Wanita pun berpikir sejenak, baru menjawab, "Tapi, aku tidak ada baju lain lagi."


Maxon berkata, "Tidak apa-apa, aku bisa membelikan baju untukmu."


Wanita tiba-tiba menatap Maxon, "Guruku bilang, kalau seorang baik pada mu, maka dia pasti ada niat jahat pada mu"


Maxon berkata dengan tak berdaya, "Apa yang gurumu katakan benar, tapi aku membantu mu ada dua alasan, satu karena kasihan, kedua aku berharap bisa melihat mu berlatih ilmu pedang."


Wanita bertanya dengan penasaran, "Apa kamu mengerti kalau melihat aku berlatih ilmu pedang?"


Ilmu pedangnya sangat aneh, bahkan gurunya saja tidak mengerti, jadi bagaimana mungkin orang ini mengerti?


Wanita berkata dengan tercengang, "Kamu memang hebat sampai bisa melihat jelas ilmu pedang ku!"


Maxon tertawa pahit, "Yang hebat adalah ilmu pedangmu. Kecepatanmu sungguh mengerikan, bahkan lebih cepat daripada peluru."


Wanita berkata, "Kalau kamu ingin melihatku berlatih pedang, maka aku akan menunjukkannya padamu. Tapi sekarang, aku sangat lapar, kamu traktir aku makan dulu."


Maxon pun tertawa, "Makan sepuluh kali pun boleh!"


Kemudian dia bertanya, "Siapa namamu?"


"Namaku Angel." Jawab wanita itu.


Maxon bertanya, "Angel, kalau kamu sendirian berlatih pedang di gunung, jadi kamu makan dan tinggal di mana?"


Angel menjawab, "Makan buah liar, daging kelinci, ular, rusa, terkadang aku turun ke bawah gunung untuk makan ubi jalar."


Maxon mengerutkan dahinya, "Apa guru mu membiarkan mu hidup di lingkungan seperti itu?"


Angel, "Hal yang normal karena aku sejak kecil sampai besar terus hidup seperti itu."


Maxon pun merasa aneh, guru Angel ini sungguh kejam, bisa-bisanya membiarkan seorang gadis hidup menderita. Selain itu, dia sudah mengamati kalau kultivasi Angel sangat tinggi, dia seharusnya sudah menjadi master pelatihan napas tertinggi! Kalau begitu, orang seperti apa gurunya, apa master tingkat dewa?

__ADS_1


Dia pun bertanya, "Apa guru mu tidak memberitahu mu ke mana kamu harus pergi setelah satu tahun?"


Angel menggelengkan kepala, "Tidak. Tapi, tidak peduli ke mana aku pergi, guru pasti bisa menemukanku."


Mobil sudah keluar dari jalan tol dan melaju ke kota.


Maxon membiarkan Garry mengendarai ke sebuah mal, di dalam ada makanan, ada yang menjual baju. Jadi, bisa sekalian membiarkan Angel mengganti baju.


Maxon tidak ada pengalaman terhadap membeli baju dan sepatu untuk wanita, jadi dia membiarkan pemandu belanja membantu Angel memilih baju dan sepatu.


Setelah selesai membeli baju, Maxon membawa Angel ke salon untuk memotong rambutnya dan membuat gaya rambut yang cantik.


Begitu melakukan semua hal itu, Angel dari peri bertemperamen dingin berubah menjadi gadis muda yang cantik. Dia mengenakan hot pants, T-shirt putih berpola bunga dan sepasang sandal.


Meskipun bajunya sangat sederhana, tapi semuanya ada merek internasional, sangat cocok untuk usia Angel. Dia sekarang terlihat seperti siswi SMA yang cantik. Dia terlalu cantik sampai orang yang melihatnya pun tidak tahan untuk melihat lebih lama.


Selesai membeli baju, Maxon pun membawanya pergi makan. Empat sayur satu sup ditambah dua keranjang bakpao kepiting. Seseorang yang telah tinggal di pegunungan selama setahun, matanya pasti akan berbinar ketika dia melihat makan makanan ini.


Angel makan dengan cepat, tapi tidak membuat orang merasa buru-buru, malah membuat orang merasa elegan. Dapat dilihat kalau dia telah terlatih dalam etiket.


Maxon tidak lapar, jadi menunggunya makan. Setelah melihat dia makan cukup banyak, Maxon pun bertanya, "Masih mau?"


Angel menggelengkan kepala, "Meskipun aku belum kenyang, tapi aku tidak boleh makan lagi."


Maxon berkata dengan senyum, "Kalau begitu ayo kita pergi, aku antar kamu ke hotel."


Ada hotel bintang lima di sekitar mall. Jadi, Maxon membuka satu kamar untuk membiarkan Angel tinggal di dalam, kemudian memberikannya satu kartu bahkan memberitahunya sandi.


"Di dalam kartu ada 100.000 RMB, cukup untuk biaya hidupmu selama beberapa saat. Kamu bisa menunggu gurumu di sini, juga bisa jalan-jalan ke tempat lain dan melihat-lihat. Tapi, ingat harus pakai sepatu ketika keluar."


Angel mengedipkan sepasang mata cantiknya sambil mendengar Maxon berbincang, setelah dia selesai berbicara, Angel pun bertanya, "Ke mana kamu?"


Maxon menjawab, "Aku perlu mengatasi masalah."


"Bolehkah aku ikut?" Tanya Angel.


Maxon membelikannya baju, juga mentraktir dia makan. Ini membuat Angel merasa dirinya menemukan bos kaya raya, jadi bagaimana mungkin dia mau melepaskannya dengan mudah?


Maxon berkata dengan senyum, "Apa kamu juga mau pergi? Baiklah, tapi kamu mandi dulu."


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2