
Melihat wanita ini, Maxon Wu terdiam sejenak, kemudian ingatannya menerjang layaknya air pasang di dalam benaknya.
Saat kuliah tahun pertama, mereka berdua adalah teman duduk, wanita pertama yang dirinya diam-diam sukai adalah wanita ini, dia adalah seorang gadis dari suku Miao, biasanya dia juga selalu memakai pakaian suku Miao seperti ini, di sekumpulan orang, dapat menemukannya dengan mudah.
Namun, cinta Maxon Wu yang diam-diam tidak membuahkan hasil, karena dia hanya kuliah satu bulan, lalu langsung keluar dari sekolah.
Gadis dari suku Miao ini bernama Rosa Tao, dikatakan dia memiliki nama suku Miao, orang luar tidak mengetahuinya.
Saat itu Rosa Tao mengejutkan seluruh universitas, dari murid-murid pria semester awal hingga akhir, semuanya berbaris menunggu dia pulang sekolah, tujuannya hanya untuk melihat parasnya yang menawan. Bahkan, beberapa guru pria yang muda, juga ingin memiliki hubungan dengannya.
Namun, Rosa Tao bersikap dingin pada semua pria, setelah berjalannya waktu, tidak peduli pria populer di sekolah, atau anak- anak keluarga kaya, semuanya menyerah, dan pada akhirnya, seluruh pria hanya berani diam- diam menyukainya, dan tidak berani mengungkapkan perasaan.
Maxon Wu tidak menyangka, setelah dua tahun, Rosa Tao bisa muncul di sini, dan menghadiri acara reuni.
Ketika Maxon Wu muncul, ada banyak orang yang mengenalnya, ada yang menyapanya, ada yang memandangnya dengan tidak bersahabat. Bagaimana pun dia pernah masuk penjara satu tahun,
sebagian temannya tidak ingin berbicara dengannya.
Maxon Wu duduk di posisinya, yaitu di samping Rosa Tao.
"Sudah lama tidak bertemu." Dia berkata, dengan nada yang tenang.
Rosa Tao tersenyum padanya: "Maxon Wu, kamu masih terlihat seperti dahulu."
Maxon Wu: "Kamu juga masih begitu cantik."
Rosa Tao tersenyum manis: "Perubahan teman-teman yang lain terlihat sangat besar."
Ketika dia berkata, Maxon Wu menyadari, tubuhnya mengeluarkan cahaya, cahaya yang warna-warni, di waktu yang sama dia juga memancarkan aroma yang lembut, seperti aroma bunga, namun lebih lembut lagi.
Dia merasa curiga, kemudian mulai menggunakan penerawangannya, kemudian dia melihat, di perut Rosa Tao, ada benda yang memancarkan cahaya!
Benda tersebut sebesar ibu jari, bentuknya seperti ulat! Cahaya warna-warni itu, adalah ulat itu yang memancarkannya.
"Teknik Tanam Serangga Gu?" Dari tatapannya, muncuk kekesalan.
Warisan yang dirinya peroleh, terdapat sebuah cacatan mengenai Teknik Serangga Gu, dan di dalam cacatan tersebut mengungkit Teknik pemurnian serangga Gu, namanya adalah Tehnik Tanam Serangga Gu!
__ADS_1
Teknik Tanam Serangga Gu ini sangat keji, karena serangga tersebut harus masuk ke dalam tubuh seorang wanita. Kemudian, mereka akan menyediakan berbagai obat-obat bernutrisi tinggi kepadanya. Lalu serangga Gu akan menyerap nutrisi-nutrisi tersebut. Setelah Serangga Gu dewasa, mereka akan menghisap kering inang yang mereka tinggali, hingga menjadi seperti mumi!
Merasakan tatapan Maxon Wu yang aneh, Rosa Tao tersenyum dan berkata: "Maxon Wu, aura kamu jadi berubah."
"Benarkah?" Maxon Wu menutup penerawangannya, "Aku telah masuk penjara selama dua tahun, mungkin ini mempengaruhinya."
Rosa Tao sedikit terkejut: "Benarkah? Sangat disayangkan sekali. Namun kamu adalah pria yang hebat, kamu pasti dapat berjalan keluar dari sisi gelap tersebut."
Maxon Wu berkata: "Tidak perlu menghibur aku, apakah kamu tidak lihat sebagian besar teman tidak menyapaku?"
Di saat ini, ada seorang pria datang, ketika melihat Maxon Wu duduk di sini, dia mengerutkan alisnya, lalu berkata: "Kamu duduk di belakang." Nada bicaranya sangast emosional, lalu juga sangat angkuh.
Maxon Wu meliriknya, pria ini adalah teman satu kelasnya, namanya adalah Aldi Zhang, dia pendek dan juga hitam, namun kepercayaan dirinya sangat baik, dikatakan ayahnya adalah pengurus dari kabupaten Jinhe, jadi kondisi rumahnya tidak buruk, sehingga membuatnya menjadi angkuh.
Maxon Wu dengan nada datar berkata: "Pergilah, jangan mengusik aku."
Aldi Zhang terkejut, dia mengira dirinya adalah orang yang paling berkuasa di dalam kelas, dan ternyata orang ini berani melawannya?
Dia tersenyum dingin, lalu berkata: "Kamu orang yang pernah masuk penjara, tetapi masih berani datang menghadiri acara reuni? Dibandingkan dengan kita yang sudah sukses jauh di depan ini, bukankah kamu seharusnya merasa putus asa? Terlebih lagi, kamu duduk di samping Rosa Tao, apakah kamu layak?"
Aldi Zhang tertawa dingin: "Karena kamu ingin tahu, aku akan memberitahu. Ayahku sudah mengatur aku, dia akan mengatur aku bekerja di biro kabupaten. Tidak perlu tiga tahun, maka aku akan menjadi yang nomor satu di sana. Sedangkan kamu, seseorang yang pernah dipenjara, tidak memiliki latar pendidikan, aku rasa kamu masih belum menemukan pekerjaan?"
Maxon Wu menatapnya, lalu berkata: "Aku bisa melihat garis wajah, wajahmu ini akan membawa malapetaka untuk orang tua dan keluargamu. Hari ini, ini mungkin akan dipecat karena kamu."
Aldi Zhang tersenyum dingin: "Kamu terlihat seperti gila saat membicarakan ini semua, apakah menurutmu ini menarik?" Mengenai ucapan Maxon Wu, dia tidak percaya, dia merasa Maxon Wu hanya sedang sembarangan berbicara saja.
"Benarkah?" Maxon Wu mengeluarkan ponselnya, kemudian menelepon Erickson Xu.
Panggilan terhubung, lalu dia berkata: "Saudara keempat Xu, aku ingin melaporkan pengurus kabupaten Jinhe."
Erickson Xu tercengang sejenak: "Kabupaten Jinhe? Ada apa?"
Maxon Wu berkata: "Seperti ini, pengurus kabupaten itu menggunakan kekuasaannya, untuk mengangkat anaknya masuk ke dalam biro kabupaten, lalu dalam waktu singkat akan mengangkat anaknya menjadi nomor satu di sana. Selain itu, anaknya mengendarai mobil yang harganya mencapai ratusan ribu Yuan, pengeluaran setiap tahun puluhan ribu Yuan. Aku rasa seorang pengurus kabupaten tidak memiliki pendapatan yang begitu besar, kemungkinaan besar dia melakukan korupsi atau penyuapan."
Erickson Xu adalah seseorang yang jujur, dia telah bekerja selama 20 tahun, namun dia tidak pernah melakukan korupsi, karena yang dia kejar bukan kekayaan. Saat ini ketika mendengar bawahannya korupsi, dia langsung marah besar: "Saudara, terima kasih atas petunjukmu, aku akan segera memerintahkan orang untuk memeriksanya!"
Setelah panggilan selesai, Aldi Zhang tercengang, kemudian dia bertanya pada Maxon Wu: "Kamu menelpon siapa?"
__ADS_1
Maxon Wu dengan nada datar berkata: "Bukan siapa-siapa, hanya Wailkota Kota Yunjing."
Aldi Zhang terkejut, kemudian tersenyum dingin: "Walikota Yunjing? Kenapa tidak sekalian gubernur saja?" Dia terlihat tidak percaya, bagaimana pun walikota Yunjing adalah tokoh besar, bagaimana mungkin Maxon Wu yang pernah dipenjara ini bisa mengenalnya?
Maxon Wu: "Tidak masalah jika tidak percaya. Aku rasa tidak perlu waktu lama, ayahmu akan langsung menelpon kamu."
Aldi Zhang terkejut, lalu berpikir apakah ucapannya ini benar?
Saat ini, Winter Su dan Xeno Wang duduk di belakangnya, karena itu adalah tempat mereka saat kuliah.
Winter Su sebenarnya tahu identitas Maxon Wu, Maxon Wu adalah seseorang yang dihargai oleh Kenneth Zhuo, jadi dia hanya menunduk, tidak berani berbicara.
Namun Xeno Wang tidak tahu, ketika melihat Maxon Wu dan Rosa Tao duduk bersama, dia merasa kesal, kemudian dengan nada dingin berkata: "Maxon Wu, ketua kelas hanya bersikap sungkan padamu, kamu langsung merasa percaya diri? Apakah kamu tidak tahu malu."
Maxon Wu mengerutkan alisnya, Xeno Wang ini, benar-benar mencari mati.
Dia mengangkat botol air mineral, kemudian melempar ke Jayden Lu yang berada di barisan depan.
Jayden Lu kesakitan, kemudian dia marah besar, namun setelah menoleh, dia melihat Maxon Wu sedang menatapnya dengan tatapan dingin.
"Kemarilah." Maxon Wu berkata. Menghadapi orang seperti ini, dia tidak perlu sungkan, langsung saja lempar dengan botol air.
Wajah Jayden Lu terlihat tertekan, dia melangkah menghampirinya, lalu bertanya: "Maxon Wu, apa yang kamu inginkan?"
Maxon Wu tersenyum lalu berkata: "Bukan apa-apa. Sesuai dengan tindakanmu padaku, seharusnya aku menghancurkan keluarga Lu saja, dan membuat kalian tidak berlu bangkit kembali."
Jayden Lu terkejut, dia mengepalkan tangannya dengan erat: "Aku memang sudah salah kepadamu, namun aku juga sudah menerima hukuman, bukankah seperti itu?"
Dia tidak merasa Maxon Wu hanya sedang menakutinya, dengan hubungan Maxon Wu dengan Jeffrey Xu, dan juga hubungannya dengan Kenneth Zhuo dan Clarice Tang, dia benar- benar bisa menghancurkan keluarga Lu kapan pun dia inginkan!
Maxon Wu menunjuk Xeno Wang: "Dia bertingkah dihadapanku, aku sangat kesal. Aku beri waktu tiga menit, buat dia keluar dari Yunjing selamanya!"
Bersambung......
Jangan lupa like dan komen....
Sekian terima kasih
__ADS_1