Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 62: Memanfaatkan Orang Untuk Mencelakai Seseorang


__ADS_3

Angel tetap mandi mendengarkan perkataan Maxon, meskipun tubuhnya tidak kotor sama sekali, karena mau bagaimanapun Angel adalah master pelatihan napas.


Maxon menelepon Anderson pada saat Angel mandi dan berkata, "Suruh Keluarga Gong untuk datang menemui ku di hotel."


Anderson berkata, "Kamu tidak pergi ke Keluarga Gong lagi?"


Maxon menjawab, "Akan lebih tenang, kalau bertemu di tempat yang aku pilih sendiri."


"Baik, aku akan segera memberitahukannya kepada mereka!"


Leo mendenguskan napas dingin setelah mengangkat telepon, "Maxon benar-benar keterlaluan!"


Terdapat satu orang pemuda selain Keluarga Gong di aula. Pemuda itu tinggi, memiliki aura yang tidak biasa dan menegakkan kepala dengan wajah penuh kesombongan.


Pemuda itu mengerutkan alisnya pada saat mendengarkan perkataan Leo dan berkata, "Ada apa, Paman Gong?"


Leo menghela napas dan berkata, "Tuan Muda Zhang, keluargaku sedang dalam masalah. Kami menyinggung seorang master seni bela diri dan orang itu terkenal sebagai master muda pertama di ibu kota ini, bahkan pemuda itu tidak takut kepada siapa pun. Suatu hari, Gerald dipukul oleh master itu karena menegur dirinya yang tengah mempermainkan seorang gadis di tengah jalan itu. Bukan hanya itu saja, master itu juga membunuh beberapa pengawal Keluarga Gong."


"Bukan hanya itu saja, master itu masih menyuruh kami untuk memberinya ganti rugi sebanyak 100.000.000 RMB, bahkan menyuruh Gerald untuk berlutut meminta maaf kepadanya. Bukankah ini sangat menghina kami?"


"Bagaimana mungkin seperti ini!" Pemuda yang memukul meja itu adalah Zen, anak dari master seni bela diri ibu kota, Horton Zhang.


"Kalian tidak usah takut. Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja! Dimana orang itu, aku akan pergi menemuinya!" Ujar Zen.


Mata Gerald berbinar, lalu berkata, "Tuan Muda Zhang, orang itu sedang menunggu kami di hotel untuk memberinya uang."


Zen tersenyum dingin, "Aku ingin melihat, sehebat apa orang yang menjadi master muda pertama di ibu kota ini!"


Akhirnya ada orang yang mengetuk pintu setelah Maxon menunggu lebih dari satu jam. Pada saat Maxon membuka pintu, dia melihat sekelompok orang telah berdiri di luar dan dipimpin oleh seorang pemuda tinggi.


Pemuda tinggi itu menatap dingin Maxon dan bertanya, "Kamu yang bernama Maxon?"


Maxon menjawab dengan datar, "Benar, siapa kamu?"


Zen tersenyum dingin, menjawab, "Nyalimu benar-benar hebat, sampai berani membuat masalah di ibu kota ini!"


Wajah Maxon menggelap. Keluarga Gong ini benar-benar tidak bisa dipercaya!


Maxon berkata dengan suara rendah, "Kalian sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk berbaikan!"


Zen tersenyum dingin, "Berbaikan? Kamu sudah berpikir terlalu banyak. Aku datang ke sini untuk memberi mu pelajaran. Apakah kamu tahu siapa aku?"


Maxon, "Pergi! Aku tidak peduli siapa kamu!"


"Kurang ajar!" Zen masuk dan meninju Maxon.


Tatapan Maxon mendingin, lalu dia mengerahkan jarinya dan mengenai beberapa titik urat Zen dengan Jurus Twisting Flowersnya dan Zen langsung terjatuh karena dia hanyalah master Alam Kekuatan saja.

__ADS_1


Gerald dengan segera memapah Zen dan berkata, "Tuan Muda Zhang, kamu tidak apa-apa, bukan?"


Gerald menaikkan kepala, menatap dingin Maxon, "Apakah kamu tidak tahu siapa dia?"


Maxon mengerutkan alis, "Dia bukan anggota Keluarga Gong?"


Gerald tersenyum meremehkan, "Dia adalah Zen, putra dari Horton, master di Kuil Dachan."


Horton? Master kedua di ibu kota setelah Fernando? Maxon merasa terkejut dan merasa di jebak oleh mereka, tetapi Maxon sama sekali tidak panik, melainkan menatap Gerald, "Apakah kamu tahu akibat dari mempermainkan ku?"


Gerald tersenyum dingin, "Akibatnya adalah kamu akan mati!"


Pada saat ini, terdapat beberapa polisi yang bergegas masuk dan melihat sekilas Zen yang berada di lantai dan bertanya, "Kamu yang memukulnya?"


Maxon tersenyum dingin. Keluarga Gong benar-benar tidak tahu malu sampai mengerahkan kekuatan pemerintah. Maxon berkata dengan datar, "Benar, itu aku."


Beberapa orang itu segera memborgol Maxon dan berkata, "Kamu telah sengaja menyakiti orang, segera ikut dengan kami!"


Maxon berkata kepada Angel dan Garry di belakangnya, "Angel, tunggu aku di sini. Garry, telepon Anderson."


Garry segera menjawab, "Baik, bos."


Angel menganggukkan kepalanya. Angel sudah akan mengeluarkan pedangnya kalau saja Maxon tidak mengatakan hal itu.


Maxon di bawa pergi dan Zen juga telah di papah pergi meninggalkan hotel.


Gerald tersenyum dingin, "Ini akan menjadi sangat menarik!"


Maxon di kawal masuk ke dalam mobil dan dibawa ke tim penangkapan ibu kota.


Seorang pria yang memakai sepatu kulit datang, melihat Maxon sekilas dan bertanya, "Kamu memukul Zen?"


Maxon, "Dia yang memukul ku terlebih dahulu."


Pria berjanggut, berusia tiga puluhan tahun itu tersenyum dan mengangkat ibu jarinya ke hadapan Maxon, "Hebat!"


Lalu berkata, "Kurung terlebih dahulu."


Maxon di kurung di ruangan terpisah. Ruangannya sangat besar, hanya ada beberapa meja batu dengan luas sekitar seratus meter persegi.


Maxon duduk dan mulai bermeditasi.


Anderson dengan cepat mendapatkan berita tersebut. Anderson merasa terkejut dan juga marah, lalu menelepon Brigade Penangkapan setelah berpikir sejenak. Anderson masihlah memiliki beberapa koneksi, karena Anderson adalah orang jahat yang terkenal di ibu kota.


Orang yang mengangkat telepon Anderson adalah pria yang memakai sepatu kulit tadi. Pria itu menjawab, "Apakah tuan ada perintah?"


Anderson tertawa, "Kapten Ferdy, aku dengar kalian baru saja menangkap seorang pria bernama Maxon?"

__ADS_1


Nama Kapten Ferdy adalah Ferdy, yang merupakan ketua dari Brigade penangkapan dan bersahabat dengan Anderson. Ferdy menjawab, "Memang benar, tetapi dia telah memukul anak dari Horton, terlebih lagi anak itu terluka cukup berat. Menurutmu, apakah Maxon masih tetap bisa hidup meskipun nantinya aku melepaskan dia pergi?"


Anderson menjawab, "Itu adalah jebakan dari Keluarga Gong."


Ferdy berkata, "Jebakan atau tidak, tidaklah penting, yang terpenting adalah Zen sudah terluka dan Keluarga Gong mengatakan kalau kemungkinan Zen akan menjadi tidak berguna."


Anderson menjadi tidak senang dan bertanya, "Keluarga Gong mau bagaimana?"


Ferdy berkata dengan datar, "Keluarga Gong sudah memberitahu Horton, lalu Horton sudah akan sampai sebentar lagi. Jadi, hidup dan matinya temanmu hanya tinggal melihat dari nasibnya sendiri.


Anderson tertegun, dengan segera pergi ke brigade penangkapan setelah menutup telepon.


Pada saat Maxon membuka matanya, sudah terlihat seorang pria paruh baya yang berjalan masuk dan menutup pintu.


Pria yang berusia kurang dari lima puluh tahun itu, berpakaian seperti petani. Tangannya dipenuhi dengan kapalan, memakai sepatu karet kuning dan memiliki kantong tembakau yang disematkan di pinggangnya.


Pria tersebut duduk di samping Maxon, menyalakan rokok dan berkata, "Jarang ada orang yang bisa menjadi master Alam Qi di usia semuda ini."


Maxon berkata, "Kamu sudah berlebihan. Apakah kamu adalah suruhan dari Keluarga Gong?"


"Aku adalah Horton." Pria itu kembali melanjutkan perkataannya, "Orang yang kamu lukai itu bernama Zen dan dia adalah putraku."


Maxon terdiam. Sepertinya pria tua ini datang untuk membalaskan dendam anaknya.


Setelah beberapa saat, Maxon berkata, "Aku tidak menyangka kalau master Horton ternyata berpenampilan seperti ini."


Horton menghirup rokoknya, "Aku sedang menanam padi di ladang pada saat ada yang memberitahu kalau Zen telah terluka. Zen bukanlah orang jahat meskipun otaknya tidak cerdas."


Maksud Horton sangat jelas. Kamu adalah orang jahat karena telah memukul anakku.


Maxon bertanya kepada Horton, "Apakah kamu sudah melihat lukanya?"


Horton menjawab dengan dingin, "Tentu saja. Zen terluka sangat parah."


Maxon berkata dengan datar, "Luka itu sebenarnya tidaklah parah, Zen hanya terkena Tangan Gelapku saja dan aku bisa melepaskannya."


Horton tergerak, "Kamu bisa melepaskannya? Kalau begitu, kultivasi Zen tidak akan hilang?"


"Tentu saja tidak akan hilang." Maxon menjawab, "Keluarga Gong ingin meminjam tangan orang lain untuk membunuh orang dan dengan sengaja membuat konflik antara aku dan Tuan Zen dan mendapatkan keuntungan dari balik itu. Pada saat itu aku sudah merasa tidak benar, jadi aku bertindak hati-hati dan memberikan "luka palsu" di tubuh Tuan Zen."


Horton tiba-tiba berdiri dan memegang tangan Maxon, "Aku akan sangat berterima kasih kalau kamu mau menyelamatkan anakku!"


Maxon berkata, "Tentu saja, aku juga tidak ingin menyinggung master seperti kamu, kamu bisa menyuruh mereka untuk membawa Zen masuk."


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....

__ADS_1


Sekian terima kasih


__ADS_2