Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 109 Gudang Obat Keluarga Tang


__ADS_3

Orang tua itu tertegun, kemudian raut wajahnya juga terlihat buruk. la menatap Miguel Tang berkata, "Miguel, apa motif kalian melakukan semua ini?"


Miguel Tang tampak sedikit panik dan sibuk berkata, "Ayah, jangan dengar ia bicara sembarangan, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal-hal seperti itu."


Clarice Tang tertawa sinis dan berkata, "Kakek, tadi aku meminta Dokter Wu untuk mengobati Anda, tapi Paman Besar malah terus menghalangiku." Sembari berkata, ia juga mengeluarkan ponselnya, dan menayangkan video yang direkamnya tadi ke orang tua itu.


Orang tua itu melirik sekilas, dan menutup matanya, sembari menghela nafas ringan, "Miguel, dengan kondisi saat itu, meski aku sudah meninggal, kalian berdua masih tetap bisa menguasai keluarga Tang-ku, tapi kenapa Sekian terima kasihkalian mencari keluarga Yang? Jangan- jangan kamu tidak tahu kalau kamu ini sedang melakukan hal-hal yang tidak mungkin terjadi?"


Miguel Tang langsung merunduk, "Ayah, aku hanya melaksanakan apa yang ibu katakan."


Orang itu menyipitkan matanya, "Sudahlah, kalian semua keluar sana. Tuan Wu, aku ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada Anda."


Semua orang meninggalkan kamar, dan hanya meninggalkan Maxon Wu di sana.


Orang tua itu memandang dengan raut serius, "Tuan Wu, aku masih bisa hidup berapa lama?"


Maxon Wu membalas, "Untuk tubuh Anda, sementara ini baik-baik saja, dan anda masih bisa hidup tiga lima tahun lagi."


"Tiga lima tahun? itu masih tidak cukup!" Ia menghela nafas dengan wajahnya yang penuh dengan raut murung.


Maxon Wu pun berbatin, kamu saja sudah sekian puluh tahun, memangnya mau hidup berapa lama lagi?


Orang tua itu berujar, "Aku masih ingin hidup sepuluh tahun lagi, agar aku bisa mengurus semua hal setelah kematianku nanti. Apakah Tuan Wu memiliki caranya? Aku boleh membayar berapa banyak yang kamu inginkan, semua itu tidaklah masalah!"


Maxon Wu berpikir sesaat, baru berkata, "Caranya tentu saja ada, Anda boleh pergi mencari sebatang gensing liar yang berusia ratusan tahun. Aku akan membantu Anda membuat resep-resep obat untuk merawat tubuh, seharusnya itu akan berguna."


"Terima kasih banyak!" Orang tua itu sangat gembira.


Maxon Wu berjalan ke luar dari kamar, dan Clarice Tang juga buru-buru menariknya, membawanya ke samping bertanya, "Apa yang dikatakan kakekku?"


Maxon Wu menceritakan semuanya dan berkata, "Tuan Besar takut mati."


Clarice Tang mengulum bibir tersenyum tipis, "Ia itu tidak tenang akan usaha yang diperolehinya sekarang ini, serta beberapa barang antik yang senilai tiga ratus miliar itu."


Maxon Wu berseru pelan, dan tiba-tiba berkata, "Keluarga Tang kalian sekarang ini sangat bahaya ya, kamu harus hati-hati."


Tadi ia menemukan dua master Alam Qi di samping Jeni Yang. Kalau bukan kerana ia berpura-pura menjadi God Realm Master, maka kedua orang itu mungkin saja akan beraksi.


Pada saat ini, orang tua itu lagi-lagi memanggil Clarice Tang ke dalam. Setelah belasan menit berlalu, ia baru keluar dari dalam sana dengan wajahnya yang terukir senyuman.


Ia menarik Maxon Wu, kemudian keluar rumah berduaan, dan tertawa berkata, "Tadi kakek memberitahuku, kalau ia akan membiarkan aku memasuki Dewan Direksi Tang's Corp untuk mengimbangi kekuasaan Keluarga Yang di sana."

__ADS_1


Maxon Wu berujar, "Apakah kekuasaan Keluarga Yang di Tang's Corp sangat besar?"


Clarice Tang mengangguk, "Sangat, bahkan di dalam dua belas Dewan Direksi sudah ada lima orang yang bermarga Yang."


Maxon Wu membalas, "Pantas ia bisa begitu waspada kepada Keluarga Yang."


Clarice Tang berujar, "Kakek bilang, kalau ia akan menyerahkan perusahaan koleksi barang-barang seni Yunding miliknya kepadaku untuk mengurusnya."


Maxon Wu tersenyum berkata, "Selamat, aku rasa perusahaan ini adalah bisnis yang paling diperhatikan Tuan Besar."


Clarice Tang mengangguk, "Perusahaan investasi ini memberi bantuan konsultasi bagi tiga ribu orang kaya lebih di negeri ini, Sebahagian besar koleksi mereka juga dititip di tempat kita, dan memiliki nilai keuntungan yang mengesankan, dan usaha ini adalah usaha utama Keluarga Tang."


Hingga sini, ia dan Maxon Wu berjalan ke arah gedung lain.


"Kakek bilang, ia mengoleksi banyak jenis ginseng, dan menyuruhmu untuk memilih sendiri."


Maxon Wu terkejut, "Koleksi ginseng?"


Clarice Tang tertawa berkata, "Benar, barang koleksi kakekku memang sangat banyak, seperti cangklong, kayu eboni, jenis-jenis bunga dan tumbuhan. Asal ia suka, ia pun mengoleksinya. Kamu lihatlah Vila Yunding yang seluas dua ratus juta meter persegi ini dan membangun sekian puluh gedung koleksi, bahkan ini saja tidak cukup. Oh ya, Kakek juga bilang, kalau kamu boleh mengambil pergi sebatang ginseng yang kamu mau."


Maxon Wu berseru, "Memang sangat kaya ya."


Tapi ia malah cukup penasaran akan tingkat jenis ginseng yang dikoleksinya.


"Nona Muda Besar."


Clarice Tang mengangguk, "Kakek menyuruhku untuk mengambil barang, bukalah pintunya."


Petugas keamanan itu buru-buru membuka pintu gedung, mempersilakan Clarice Tang dan Maxon Wu masuk ke dalam. Sekali masuk ke dalam, mereka langsung menemui lorong yang panjang. Setiap berjalan hingga jarak tertentu , di sana pun terdapat sebuah pintu, dan setiap depan pintu juga berdiri seorang pengawal.


Mereka tiba di depan sebuah pintu.


Clarice Tang menyerahkan sebuah kunci kepada pengawal, dan menyuruhnya membuka pintu. Setelah pintu terbuka, juga ditemukan sebuah gudang yang sangat besar dengan aroma bahan-bahan obat menyebar luas.


Maxon Wu menciumnya dan berujar kaget, "Di sini terdapat banyak obat-obatan tua ya!"


Clarice Tang tertawa dan berkata, "Tentu saja, ini adalah sebuah gudang obat, semua barang yang terdapat di dalam sini adalah bahan-bahan obat yang pantas dikoleksi."


Tempat ini memakai ruang sebesar seribu meter persegi lebih, dan di dalamnya terdapat beberapa rak. Di atas rak-rak ini juga terdapat beberapa kotak.


Maxon Wu asal menyapu sekilas, dan langsung menemukan fallopia multiflora, ginseng, tanduk rusa, Ganoderma, Yartsa Gunbu dan lain-lain. Mereka semua pun digolongkan ke atas rak-rak yang berbeda.

__ADS_1


la datang ke sebuah rak yang menaruh ginseng, dan menyapu sekilas, sehingga pandangannya mendarat pada sebuah kotak giok. la mengulur tangan membuka kotak giok itu, dan hanya menemukan sebatang ginseng yang seberat dua tons dengan memancarkan aroma yang aneh.


Mata Maxon Wu tertuju kepada keempat lubang kecil yang terdapat di atas ginseng itu dan merasa sangat tercengang.


Lubang-lubang kecil ini selembut ujung jarum, sehingga tidak dapat dilihat langsung dengan mata, tapi hal itu malah merupakan tanda terpenting untuk mengidentifikasi tingkat ginseng tersebut.


Dalam ilmu medis yang dipelajarinya, ginseng ini terbagi menjadi dua, yaitu ginseng yang tergolong dalam tingkat dan ginseng yang tidak tergolong dalam tingkat. Untuk ginseng yang tidak tergolong, biasanya memiliki usia dua tiga ratus tahun ke bawah. Sedangkan untuk ginseng yang tergolong, biasanya memiliki usia yang melebih tiga ratus tahun, bahkan hingga ribuan tahun.


Tingkat terendah dari ginseng yang tergolong ini adalah tingkat kelima, yang biasanya disebut dengan Ketua Eksekutif Ginseng. Tingkat keempat disebut dengan Kepala Daerah Ginseng; Tingkat Ketiga biasanya disebut Sensor Ginseng; Tingkat kedua biasanya disebut dengan Gubernur Jenderal Ginseng; Tingkat pertama disebut dengan Kanselir Agung Ginseng, beserta tingkat super yang disebut dengan Raja Ginseng.


Sedangkan ginseng yang diambil Maxon Wu ini memiliki empat buah 'mata ginseng', yang biasanya disebut dengan 'topi ginseng', dan hal tersebut juga menunjukkan bahwa ginseng ini adalah ginseng tingkat kedua, Gubernur Jenderal Ginseng!


Untuk usia Gubernur Jenderal Ginseng, biasanya tidak lebih kecil dari sembilan ratus tahun! Jika ada lima buah 'mata ginseng' di sini, maka ginseng tersebut adalah Kanselir Agung Ginseng, dan memiliki usia di atas seribu tahun.


la tertawa berkata, "Tuan Besar juga menyuruhku memilih sebatang untuk aku bawa pergi?"


Clarice Tang mengangguk, "Iya, kamu tidak usah sungkan, dan ambil saja."


Maxon Wu berkata, "Kalau gitu, aku mau ini."


Usai memilih punyanya, ia juga mencari lagi sebatang Kepala Daerah Ginseng, memasak obat untuk dipakai Tuan Besar Tang.


Sebelum pergi, ia juga melirik lagi gudang obat tersebut, dan menemukan beberapa obat yang sangat baik, sembari mengingatkannya di dalam hati. Jika suatu hari ia membutuhkannya, ia boleh meminta lagi dengan Keluarga Tang.


Setelah keluar dari gudang, ia bertanya, "Kakekmu mengoleksi begitu banyak obat, seharusnya ia menginvestasi banyak uang, bukan?"


Clarice Tang mengangguk, "Sekian puluh tahun berlalu, ada masuk dan ada keluar juga, kita tidak menghitungnya dengan detail. Aku pernah memperkirakannya sekali, obat- obat di dalam gudang ini rata-rata akan mengalami kenaikan sebanyak lima belas persen lebih untuk setiap tahunnya."


Maxon Wu agak terkejut. Kalau begitu, nilai-nilai obat di sini juga bisa mengalami kenaikan sebanyak tiga kali lipat untuk setiap sepuluh tahun! Sepertinya, Keluarga Tang ini memang sangat pandai dalam mengoleksi barang.


Clarice Tang berkata, "Apakah kamu ingat giok yang kita beli kemarin? Sebagian besar giok itu dikoleksi Kakekku. la bilang, sepuluh tahun lagi, harga giok- giok itu setidaknya bisa mengalami kenaikan sebanyak empat kali lipat."


Maxon Wu mengangkat jempolnya, "Tuan Besar sangat hebat!"


Mereka pun berjalan balik. Baru saja jalan setengah, mereka pun mendengar suara perdebatan yang sangat kencang dari dalam rumah. Di dalam sana juga terdengar suara Harley Tang dan Miguel Tang.


Clarice Tang terkejut, kemudian mempercepat langkahnya berjalan bersama Maxon Wu ke dalam rumah.


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....

__ADS_1


Sekian terima kasih


__ADS_2