Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 110 Perebutan Kekuasaan Keluarga Tang


__ADS_3

Mereka berdua datang ke aula besar, dan hanya menemukan Miguel Tang yang tengah berkelahi dengan Harley Tang. Sedangkan Harley Tang tengah ditindih di lantai oleh Miguel Tang. Dan orang-orang yang berada di sana, ada yang membantu untuk menengahi pertengkaran itu, dan ada juga yang memanggil orang kemari, sehingga tempat itu tampak sangat kacau.


Maxon Wu kehabisan kata- kata, padahal mereka ini adalah keluarga terkemuka, mengapa mereka malah mulai berkelahi di sini?


Dan pada saat ini, ia menemukan Jeni Yang yang tengah melirik sekilas ke arah seorang master Alam Qi. Orang itu juga langsung berjalan kemari, sembari berteriak kencang berkata, "Jangan bertengkar lagi, nanti Tuan Besar marah besar lagi." Sembari berkata, ia mengulur tangan menarik Harley Tang.


Maxon Wu menyipitkan matanya. Ia menemukan tangan orang ini penuh dengan reiki, dan tampak jelas bahwa ia ingin diam- diam menyerang Harley Tang. la langsung mengulurkan satu jarinya, dan menyerang pergelangan tangan orang itu, sehingga orang itu meringis kesakitan, dan langsung mundur ke belakang, mendongak menatap Maxon Wu tak percaya.


Maxon Wu berujar tak acuh, "Kamu beraksi di hadapanku? Keberanianmu tidak kecil ya!"


Orang itu berujar kesal, "Apa yang kamu lakukan?"


Maxon Wu langsung melayangkan sebuah pukulan, sehingga tinju berwarna emas terjatuh di dada orang itu, dan memunculkan suara ringisan yang dipendam, serta sebuah jejak tinju yang menonjol di belakang punggung orang itu!


Usai menghajar jatuh orang itu, Maxon Wu mengulur tangan mengangkat Miguel Tang. Sekali diangkatnya, sekujur tubuh Miguel Tang juga kehabisan tenaga. la pun berseru kejut, "Lepaskan aku!"


Maxon Wu melemparnya pergi, kemudian memapah Harley Tang, mengerut alis bertanya, "Paman Tang, ada apa yang terjadi?"


Harley Tang dibuat kesal hingga sekujur tubuhnya gemetaran, sembari menunjuk Miguel Tang berkata, "Si bajingan ini bisa-bisanya memakai Clarice mengancamku!"


"Oh?" Maxon Wu mengedik alisnya tertarik, "Bagaimana ia mengancam Anda?"


Harley Tang berkata, "Ia bilang, jika aku berani merebut hak kekuasaan Tang's Corp dengannya, Claire dan istriku tidak akan hidup lebih dari tiga hari!"


Miguel Tang memasang raut wajah dingin berkata, "Kamu lah yang mengucapkan itu sendiri, aku tidak mengatakannya sama sekali."


Harley Tang marah besar dan berujar, "Miguel Tang, akuilah kalau kamu seorang lelaki! Aku beritahu kamu, kalau kamu berani menyentuh keluargaku, aku akan mempertaruhkan nyawaku melawanmu!"


"Mempertaruhkan nyawamu melawanku? Memangnya kamu pantas?" Miguel Tang menyeringai. Tatapan yang dilemparkannya kepada Harley Tang juga tampak melihat seorang orang mati.


Mata cantik Clarice Tang memancarkan pandangan dingin, "Paman Besar, apakah Anda perlu melakukannya dengan begitu kejam?"


Miguel Tang meliriknya sekilas dengan kesal, kemudian mendaratkan pandangannya kepada Maxon Wu dan berkata, "Master Wu, ini adalah urusan Keluarga Tang-ku, aku harap kamu tidak ikut campur."


"Benarkah? Bagaimana kalau aku mau ikut campur?" ujar Maxon Wu datar.


Miguel Tang terkekeh pelan, "Beberapa waktu lalu, aku berteman dengan seseorang. la itu adalah putra sulung dari keluarga bela diri kuno, juga merupakan God Realm Master! Entah juga, siapa yang lebih kuat, jika orang itu dibanding denganmu?"


Maxon Wu mengerut alis, "Kamu ini sedang mengancamku?"


"Tentu saja tidak." Miguel


Tang berujar datar, "Tapi aku yakin kalau Master Wu adalah seseorang yang cukup pintar."

__ADS_1


Clarice Tang seketika merasakan sesuatu firasat, dan raut wajahnya langsung berubah, "Paman Besar, Kakek masih hidup, dan Anda ingin menghabisi kita semua?"


Miguel Tang berujar kesal, "Kalian dulu yang memaksaku melakukan ini! Memangnya menjadi seorang pelengkap itu masih kurang? Tapi kalian malah ingin berebutan denganku. Apakah kalian dapat mengalahkan aku?"


Clarice Tang langsung berlangkah cepat ke dalam kamar. la menemukan Kakeknya yang memasang wajah suram, seperti merasa kesal namun tidak berdaya, dan terlihat sangat murung.


"Kakek." la memanggilnya, dan berjalan kemari.


"Keluar." Orang tua itu tiba- tiba melototinya sekilas. Tatapannya yang garang itu pun persis ingin memakannya.


Clarice Tang terkejut, "Kakek, Anda......"


"Keluar!" Orang tua itu semakin menekankan nadanya.


Mata Clarice Tang memerah. Sejak kecil hingga besar, Kakeknya baru kali ini mengomelinya. Ia pun langsung menghentakkan kakinya kesal, dan berjalan ke luar.


Maxon Wu yang berdiri di depan pintu juga melirik ke dalam sekilas. la tidak menemukan keganjilan pada tubuh Tuan Besar Tang, lalu mengapa sikapnya berubah total?


Jalan pikirnya berjalan, kemudian ia berkata kepada Clarice Tang, "Ikut aku." Pada saat yang sama, ia juga memanggil Harley Tang mengikutinya.


Usai keluar dari rumah, mereka tiba di sebuah tempat yang hening dan terpencil. Maxon Wu bertanya, "Paman Tang, sebenarnya ada apa yang terjadi waktu kita pergi sebentar?"


Harley Tang mengerut alis mengenang kembali dan berkata, "Sebelum kalian pulang, Miguel Tang ada berduaan dengan Ayahku selama beberapa menit. Tunggu ia keluar dari kamar, Ayahku juga langsung berubah total, dan tiba-tiba menjadi keras terhadapku, bahkan juga mengancamku. Aku tidak dapat menahan amarahku, dan langsung melawannya."


"Kamu bilang, sikap Tuan Besar langsung berubah setelah berduaan sesaat dengan Miguel Tang?"


Harley Tang mengangguk, "Seharusnya iya. Jangan-jangan ini ada hubungan dengan Miguel Tang?"


Maxon Wu berpikir sesaat dan berkata, "Aku masih belum bisa memastikannya. Begini saja, nanti aku pergi bertemu lagi dengan Tuan Besar, dan coba-coba dulu, apakah ada sesuatu yang bisa aku tanyakan."


Clarice Tang menghela nafas ringan, "Kita juga hanya bisa seperti itu."


Di dalam Vila Yunding terdapat sebuah gedung kecil, dimana Harley Tang sekeluarga tinggi bersama di sini. Mereka kembali ke gedung kecil, kemudian Clarice Tang menyeduhkan teh untuk Maxon Wu dengan memasang raut wajah murung.


Maxon Wu menghiburnya, "Tidak perlu terlalu khawatir. Jika Miguel Tang itu berani menyentuh kalian, aku tidak akan berdiam di samping begitu saja."


Clarice Tang menatap Maxon Wu dengan penuh terima kasih, "Kak, aku sungguh tidak mengerti harus bagaimana membalasmu."


Maxon Wu membalas, "Kita ini teman, kamu tidak perlu begitu sungkan."


Pada saat ini, Harley Tang malah terdiam di tempat, seperti sedang mengingat sesuatu. Tiba- tiba ia berkata kepada Maxon Wu, "Maxon, aku teringat akan beberapa hal."


"Oh? Coba katakan." ucap Maxon Wu.

__ADS_1


Harley Tang membereskan pikirannya dan berkata, "Sepertinya pada setengah tahun lalu, ada sekali dimana Ayahku minum-minum terlalu banyak, dan mengatakan hal-hal yang aneh kepadaku. Saat itu, aku tidak menaruh kata-katanya ke dalam hati, dan merasa ia sedang melontarkan kata-kata orang mabuk."


Maxon Wu sangat penasaran, "Oh, apa yang dikatakan Tuan Besar?"


Harley Tang berujar, "la bilang, kalau Keluarga Tang kita ini bisa begitu sukses, karena kita mendapatkan bantuan dari seorang master. Dan master itu adalah seorang tokoh yang seperti Dewa, sangat tinggi dan memiliki kemampuan yang tak terbatas."


"Master itu telah berada di samping Ayahku selama setengah tahun. Dan setengah tahun itu juga, dimana Keluarga Tang-ku meningkat pesat, dan menjadi semakmur ini, serta mendirikan dasar untuk semua bisnis sekarang ini. Tapi, saat master itu pergi, ia meninggalkan sebuah kalimat kepada Ayahku, bahwa suatu hari ia akan mengirimkan seseorang ke Keluarga Tang-ku. Orang itu akan melanjutkan isi pikirannya, dan Ayahku juga harus mendengar perintah orang itu. Kalau tidak, keluarga ini akan hancur!"


Hingga sini, ia memandang Maxon Wu berkata, "Maxon, menurutmu, ini benar-benar ada atau tidak? Karena orang itu sudah muncul, jadi sikap Ayahku pun tiba-tiba mengalami perubahan yang begitu besar?"


Maxon Wu juga merasa tidak percaya. Bisa-bisanya kemakmuran Keluarga Tang itu berasal dari bantuan seorang master?


Usai berpikir, ia berkata, "Mungkin itu hanyalah kata-kata orang mabuk saja."


Harley Tang menghela nafas pelan, "Tadi aku bertengkar dengan Miguel Tang saja, Ayahku bisa-bisanya tidak keluar menghentikanku. Ini benar-benar sangat aneh!"


Dan pada saat ini juga, Kepala Pelayan buru-buru datang kemari dan berkata, "Tuan Wu, Tuan Besar kita mempersilakan Anda datang ke sana."


Clarice Tang agak kaget dan bertanya, "Apakah Kakek tidak enak badan?"


"Memang ada kurang enak badan, jadi ia mempersilakan Tuan Wu ke sana."


Maxon Wu langsung berdiri, dan meninggalkan tempat bersama Kepala Pelayan itu.


la lagi-lagi kembali ke gedung itu. Miguel Tang mereka sudah tidak ada di sana, dan aula besar juga terasa sangat tenang. Kepala Pelayan pun membawanya ke ruang rawat inap, dan keluar begitu saja dengan menutupkan pintu.


Tuan Besar Tang duduk di atas bangku dengan raut wajah yang sangat rumit. Melihat Maxon Wu datang kemari, ia bangkit dari tempat dan menangkup tangan berkata, "Untuk budi Anda, mohon Anda terimalah persembahan dariku."


Maxon Wu buru-buru memapahnya, "Tuan Besar Tang tidak perlu sungkan. Aku ini temannya Clarice, sudah seharusnya aku menyelamatkan Anda."


Surya Tang mempersilakan Maxon Wu duduk dan berujar, "Tuan Wu, aku dengar Kepala Pelayan bilang, kalau Anda itu adalah God Realm Master ya?"


Karena ia sudah membualnya, Maxon Wu pun tidak enak untuk mengelaknya, kemudian membalas, "Anggap saja iya."


Mata Surya Tang pun langsung bersinar, "Pantas keterampilan medis Tuan begitu baik, aku sangat mengaguminya!"


la terdiam sesaat dan sepertinya agak ragu untuk membuka mulut. Beberapa saat kemudian, ia baru lanjut bertanya, "Tuan Wu, aku ingin menanyakan Anda satu hal. Apakah di alam ini ada Dewa?"


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....


Sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2