
Rasa tak terduga dan panik, melintas di mata pria paruh baya. Dia mendorong pintu ruang gawat darurat dan berkata dengan keras, "Ayah! Ayah sudah sadar?"
Zebe Feng dan Merisa Wei sedang membicarakan sesuatu, begitu melihat putranya masuk, dia berkata dengan datar, "Aku tidak apa-apa. Jared, kamu keluar dulu."
Jared Feng tercengang, tapi dia tidak pernah berani melanggar otoritas ayahnya, dia segera meninggalkan ruangan, hanya saja wajahnya sangat tidak enak dilihat.
Melihat Maxon Wu yang masih berdiri di luar, dia tersenyum enggan dan berkata, "Tabib Wu, aku yang salah faham denganmu sebelumnya, aku minta maaf."
"Tidak masalah, selama kamu membayar tinggi, aku tidak keberatan." kata Maxon Wu santai.
Jared Feng tampak tidak tenang, dia segera berjalan agak jauh dan menelepon.
Lima menit kemudian, Marisa Wei keluar dan membungkuk dalam pada Maxon Wu, "Tuan Wu, terima kasih banyak. Sekarang, apakah Kakekku perlu tinggal di rumah sakit?"
"Lebih baik tinggal di rumah sakit dan mencari bangsal dengan lingkungan yang lebih baik. Aku akan mengobatinya dalam beberapa hari ini."
"Baik, aku akan segera mengaturnya." dia langsung memanggil bawahannya agar mereka mencari bangsal, juga memberitahu dokter tentang kondisi di sini.
Setelah dokter tiba, dia tampak tidak mengerti, kenapa pasien begitu sadar? Dan semuanya tampak normal.
Maxon Wu tidak punya waktu untuk memberi penjelasan pada dokter. Dia mengikuti Zebe Feng ke bangsal dan segera memberi resep dan meminta orang pergi membelinya. Bahan obat herbal yang digunakan relatif mahal, salah satunya adalah ginseng yang berusia seabad.
Tapi, bagi keluarga Feng yang kaya ini bukanlah masalah. Tidak sampai satu jam, bahan obat herbal telah dibeli, dan Marisa Wei sendiri yang menggodoknya.
Saat itu, hari sudah gelap, Maxon Wu masih terus memberi akunpunktur pada Zebe Feng, sekaligus menyalurkan reiki untuk menyehatkan tubuhnya. Setelah pukul sepuluh malam, semangat Zebe Feng telah pulih 80% sesudah minum obat godok resep kedua, sudah bisa duduk dan mengobrol dengan mereka berdua.
"Marisa, tuliskan cek senilai satu juta yuan untuk Tuan Wu." Zebe Feng berkata, "Cuma niat yang tidak seberapa, harap Tuan Wu harus menerimanya. Setelah aku menyelesaikan masalah yang ada, aku akan mengungkapkan terima kasih lagi."
Menerima uang setelah menyembuhkan penyakit adalah hal yang layak, jadi Maxon Wu juga tidak sungkan. Dia menerima ceknya dan berkata, "Istirahatlah malam ini, aku akan kembali lagi besok untuk perawatan pemulihan."
Marisa Wei mengantar Maxon Wu keluar dan meminta sopir untuk langsung mengantar Maxon Wu ke Hotel Tianlong.
Sesampai di kamar, Maxon Wu menelepon ke rumah dan memberitahu bahwa malam ini tidak pulang. Setelah melakukan pengobatan penyakit ibunya dua hari kemarin, sel-sel kanker telah ditekan, dan pengobatan tidak perlu dilakukan setiap hari, selang dua hari baru melakukan akupuntur juga tidak masalah.
Telepon baru saja ditutup, dia mendengar jeritan sayup-sayup dari lantai atas. Hatinya tersentak, lalu melihat ke atas, dan mendapati wanita cantik yang berlatih yoga sore tadi sedang ditindih ke lantai oleh seorang pria dengan seluruh tubuh bau alkohol.
Pria ini tinggi besar, niat jahanam memenuhi matanya, dan dia telah merobek pakaian wanita itu dalam beberapa gerakan.
"Gawat!" Maxon Wu sangat marah melihat wanita itu dipaksa demikian.
__ADS_1
Dia langsung keluar melalui ventelasi jendela, menekan tangannya ke dinding, lalu naik beberapa meter ke udara, kemudian membuka pelan-pelan jendela lantai atas dan berguling masuk seperti musang.
Pria yang sedang kalap itu tidak menyadari jika ada seorang manusia hidup yang menerobos masuk. Dia berjalan mendekat, mengulur jari dan menotok titik di punggungnya, pria itu langsung membeku dan tersungkur ke lantai.
Sang wanita sudah sangat putus asa, melihat pakaian dalam terakhir yang akan segera dirobek, lalu muncullah seorang pria, dan pelaku jatuh tersungkur.
Maxon Wu membalikkan tubuh dan berkata tenang, "Pakailah bajumu."
Pakaian wanita itu sudah hampir terkoyak, cuma sisa ****** ***** warna pink. Dia bergegas mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Air mata membasahi wajahnya, dia berkata, "Terima kasih."
Maxon Wu baru berbalik lagi, dia melirik pria di lantai dan bertanya, "Siapa dia? Apa perlu aku bantu kamu lapor polisi?"
"Tidak perlu, dia adalah bossku." jawab wanita dengan kepala tertunduk.
"Dia telah melecehkanmu, jika tidak lapor polisi, akan ada lain kali." ujar Maxon Wu dengan alis mengkerut.
Wanita tiba-tiba menutup wajahnya dan mulai terisak, "Aku tidak punya pilihan! Ibuku perlu ganti ginjal, tapi aku tidak punya uang. Aku tidak mau ibuku meninggalkan aku, jadi bermaksud meminjam uang dengan bos. Bos membuat janji temu denganku di hotel ini, tidak disangka dia..."
Maxon Wu menghela napas, benar- benar wanita bodoh!
Wanita menyeka air matanya, lalu tiba-tiba teringat sesuatu dan bertanya, "Bagaimana...kamu bisa masuk ke sini?"
Wanita sangat bingung, dia ingat pintunya tertutup, bagaimana mungkin tidak ditutup?
"Bosmu memperlakukanmu seperti ini, aku sarankan lebih baik kau mengundurkan diri." kata Maxon Wu.
Wanita menggeleng, "Aku sangat butuh uang sekarang. Kalau mengundurkan diri, aku lebih tidak punya uang lagi untuk mengobati ibunya."
Maxon Wu berpikir sebentar, lalu berkata, "Aku seorang dokter, mungkin bisa membantumu. Begini saja, aku tinggal satu lantai di kamarmu, bawalah ibumu dan temui aku besok pagi."
"Anda seorang dokter?" Sang wanita tercengang.
"Iya, jadi aku bisa membantumu." sahut Maxon Wu.
Kemudian di berjongkok, lalu mengulurkan tangan dan menepuk wajah pria itu beberapa kali, pria itu perlahan sadar, tapi tidak bisa bergerak.
Dia memandang Maxon Wu dengan ngeri, "Siapa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?"
Maxon Wu berkata dengan dingin, "Berani menyentuh pacarku, apa kamu sudah bosan hidup?"
__ADS_1
"Tidak." bantah pria itu dengan wajah pucat.
"Tidak, lalu apakah dia sendiri yang merobek pakaiannya sendiri?" Maxon Wu tersenyum dingin, "Aku beritahu, aku telah memasang kamera pengawas di kamar ini, tidak apa-apa kalau tidak mengaku, aku akan lapor polisi sekarang. Sesuai dengan kejahatanmu, paling tidak dihukum tiga tahun."
Hati pemuda terkesiap, "Jangan! Jangan! Saudaraku, aku salah, aku gegabah, lepaskan aku. Aku akan memberimu uang!"
Maxon Wu melihat wanita itu, dia termangu diam dan tidak tahu apa yang harus dikatakan.
Maxon Wu melayangkan satu tamparan ke wajah pria itu, "Sapa yang mau uang busukmu! Ingan kirimkan gaji pacarku dan dia akan mengundurkan diri, kamu dengar?"
"Dengar, aku mendengarnya." jawab pria itu buru-buru.
Setelah Maxon Wu menepuk tubuhnya, dia baru bisa bergerak, seperti telah mendapat pengampunan, dia langsung berpaling dan kabur, takut Maxon Wu akan berubah pikiran.
Wanita membungkus dirinya dengan selimut, sambil menggigit bibir dan berkata, "Terima kasih. Jika bukan kamu, aku sungguh tidak tahu bagaimana menghadapi hal ini."
"Aku tidak mengganggu lagi. Istirahatlah." kata Maxon Wu dan hendak pergi.
"Tunggu." Wanita tiba-tiba menghentikan Maxon Wu "Siapa nama anda? Boleh tinggalkan nombor teleponmu?"
"Namaku Maxon Wu." jawab Maxon Wu dan memberikan nombor telepon untuknya.
Wanita mencatat nombor teleponnya, lalu berkata, "Kak Su, namaku Cassie Lin."
Panggilan kak Su ini sedikit menggoda, hati Maxon Wu berdebar, dia hampir saja ingin melakukan hal buruk, jadi bergegas menuju pintu dan keluar.
Dia naik lift untuk kembali ke kamarnya sendiri, begitu kepalanya mendongak, dia melihat Cassie Lin sedang melamun di sofa. Sepertinya, sedang bingung dengan masa depannya.
Setelah melamun beberapa menit, dia pergi mandi dulu, lalu mengenakan mantelnya dan meninggalkan hotel.
Tidak ada wanita cantik yang bisa dilihat, Maxon Wu merasa bosan. Lalu dia menenangkan hati untuk berlatih Seni Surga, Bumi, Neraka, dan Alam Baka. Saat ini, dia berada di tingkat alam Qi, dua belas meridian utama dan delapan meridian luar biasa sudah terbuka dengan reiki, dan langkah selanjutnya dia akan membuka meridian sekunder.
Yang disebut meridian sekunder menunjuk pada meridian kecil yang menghubungkan organ, tulang, dan otot seluruh tubuh. Selama meridian ini dibuka, maka fisiknya akan menjadi baru.
Bersambung......
Jangan lupa like dan komen....
Sekian terima kasih
__ADS_1