Maxon Wu Si Tabib Ajaib

Maxon Wu Si Tabib Ajaib
Bab 48 Kau Membuat Masalah Besar


__ADS_3

Ia menunjuk ke arah Maxon dengan marah, "Winter, lihatlah dengan jelas! Dia adalah pembunuh, kau memacari orang seperti dia ini?"


"Aku memang menyukainya, tidak ada hubungannya denganmu!" Winter membalikkan matanya, langsung menyandarkan kepalanya ke pundah Maxon, sengaja ingin membuatnya marah.


Xeno sungguh sangat marah, ia menatap Maxon sambil tertawa dingin, "Maxon, kau bisa hadir di pesta ini, karena Tuan Muda Lu merasa kau adalah mantan teman sekamarnya. Kalau aku jadi kau, aku tidak akan punya muka untuk datang kemari!"


Maxon mengangkat alisnya, lalu berkata dingin, "Xeno Wang, orang sepertimu ini, malas untuk kupedulikan. Tapi kalau kau selalu melompat-lompat seperti ini, aku tidak keberatan untuk menginjakmu sampai mati."


"Menginjakku? Huh! Kau pikir kau itu siapa?" Xeno tertawa dingin, "Kau adalah narapidana, berani-beraninya kau menginjakku? Siapa yang memberimu keberanian itu? Apa hanya karena kau adalah mantan teman bawah ranjang Tuan Muda Lu?"


Dia tertawa dingin, "Kuberitahu kau, kemarin aku baru saja minum dengan Tuan Muda Lu, hubungan kami sangat baik! Seorang narapidana sepertimu, Tuan Muda Lu juga sangat muak melihatmu, kalau aku jadi kau, aku akan segera pergi dari sini, dari pada mempengaruhi perasaan orang lain!"


Orang di sampingnya pun segera menambahkan, "Benar, Tuan Muda Lu sudah bilang akan menyerahkan beberapa renovasi gedungnya pada kami!"


Xeno tampak sangat bangga, "Apa kau tahu berapa uang yang dapat dihasilkan untuk merenovasi sebuah gedung?"


Ia mengulurkan satu jarinya, "Setidaknya satu juta RMB!"


Maxon melihat Xeno seperti melihat idiot, "Mungkin kau salah ingat, Jayden tidak akan mungkin memberimu pekerjaan."


Xeno tertawa dingin, "Kau iri padaku? Hehe, Tuan Muda Lu sudah menjanjikannya padaku! Minimal dalam tiga bulan, aku dapat menghasilkan lima juta RMB!"


Winter tak tahan untuk bicara, "Kalau pun kau menghasilkan lima juta RMB, apa hubungannya dengan Maxon?"


Xeno tertawa, "Tentu saja ada, aku ingin melihat rupanya yang sangat iri dan cemburu itu!"


Tiba-tiba, pintu pun terbuka, Jayden masuk dengan membawa seorang wanita yang sangat cantik dan fashionable.


Begitu melihatnya, orang-orang pun segera menyambutnya, Xeno yang larinya paling cepat, tersenyum dan berkata, "Tuan Muda Lu, akhirnya kau kembali juga."


Namun Jayden tak meliriknya sama sekali, ia langsung berjalan ke arah Maxon, lalu berkata, "Kak Maxon, aku pergi mengundang seorang teman, makanya terlambat dan tidak dapat menyambutmu."


Maxon, "Saudara sendiri, tidak perlu sungkan."


Semua orang pun tercengang, apa yang terjadi, Tuan Muda Lu memanggilnya Kak Maxon?


Xeno terkejut bukan kepalang, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, ada sebuah perasaan yang tidak enak.


Ternyata benar, Maxon berkata, "Jayden, kau memberikan pekerjaan beberapa renovasi gedung pada Xeno Wang?"


Jayden tersenyum dan berkata, "Ya, kita kan teman sekolah, oleh karena itu aku memberikannya pada mereka."

__ADS_1


Maxon menunjuk Xeno serta dua orang pria di sebelahnya, "Mereka?"


Jayden mengangguk, "Benar."


Maxon mengangguk, "Renovasi itu harus hati-hati, kurasa ganti perusahaan lain saja, carilah perusahaan yang lebih profesional."


Begitu mendengarnya, Jayden pun langsung tahu ada sesuatu, wajahnya berubah muram, ia melihat ke arah Xeno, "Xeno, apa kau membuat marah Kak Maxon?"


Melihat Jayden bersikap sehormat itu pada Maxon, Winter sangat terkejut dan merasa tertarik, ia berkata, "Xeno dan kawan-kawannya tadi terus menyebut Maxon dengan sebutan 'narapidana', mereka juga mengusirnya keluar, sungguh sangat sombong."


Xeno ingin menangis rasanya, ia segera berkata, "Tuan Muda Lu, aku tidak..."


Wajah Jayden berubah muram, ia berkata, "Pergi! Aku tidak menyambut kedatangan kalian."


Xeno masih ingin berkata sesuatu, namun datanglah dua orang pria berbadan kekar ke sampingnya, dan langsung menarik dia dan kedua orang di sampingnya keluar, entah sedalam apa ia memohon, Jayden sama sekali tidak menganggapnya.


"Kak Maxon, jangan marah. Aku lupa anak itu ada masalah denganmu." kata Jayden tersenyum pahit.


Wajah Maxon datar tak bereksrpesi, apa kau benar lupa?


Lalu, wanita yang cantik dan fashionable di belakang Jayden pun tersenyum tiba-tiba dan berkata, "Kak Maxon, aku Rachel Leng, aku selalu mendengar namamu dari mulut Jayden, akhirnya hari ini bisa bertemu denganmu langsung." katanya sambil mengulurkan tangan kecilnya yang seputih salju.


Maxon bangkit berdiri dan bersalaman dengannya, tangannya sangat lembut dan halus. ia mengenakan baju cheongsam merah, memakai sepatu hak tinggi, lekuk tubuhnya sangat bagus, auranya juga sangat memukau.


Rachel tersenyum, "Aku pergi mengurus sedikit urusan di Yunjing, lalu sekalian bertemu sebentar dengan Jayden."


Saat berbincang-bincang, tiba-tiba seorang pria muda berjalan kemari, begitu melihat winter ada di sana, kedua matanya bersinar terang, ia berkata, "Winter, aku sudah mencarimu sejak tadi."


Orang yang datang, adalah si anak konglomerat Stanley Ding, sama seperti dulu, ia masih sesombong dulu.


Stanley juga melihat Rachel, seketika ia pun terkejut, ia merasa Rachel lebih cantik daripada Winter, ia langsung tersenyum dan berkata, "Jayden, siapa gadis cantik ini?"


Jayden tersenyum dan berkata, "Tuan Muda Ding, ada masalah yang ingin kami bicarakan, carilah tempat duduk terlebih dahulu."


Stanley berkata, "Masalah penting apa, apa aku tidak boleh dengar?" Ia malah langsung duduk di sebelah Winter.


Winter segera mendekat ke arah Maxon dan berkata, "Stanley, kelak jangan ganggu aku, sekarang aku sudah punya pacar."


Stanley tercengang, lalu melihat ke arah Maxon, ia mengerutkan alisnya, "Winter, kau tidak sedang bercanda dengan ku kan? Bukankah anak ini adalah murid yang masuk penjara dan di-DO dari sekolah? Dia itu pacarmu?"


Rachel sedikit terkejut, dia pernah masuk penjara?

__ADS_1


Winter berkata kesal, "Memangnya kenapa kalau pernah masuk penjara, aku memang suka pria yang pernah masuk penjara, memiliki aura dunia persilatan."


Stanley malah tertawa, "Winter, apa kau sungguh-sungguh?"


Winter, "Tentu saja."


Stanley bangkit berdiri, menunjuk Maxon, dan berkata dingin, "Anak muda, aku hitung sampai tiga, segera pergi dari sini. Kalau tidak, dalam satu jam, aku akan membuatmu masuk kembali ke penjara!"


Sikapnya sangat angkuh, jarinya hampir mengenai hidung Maxon.


Jayden mengerutkan alisnya, menarik Stanley, "Tuan Muda Ding, beri aku muka, Maxon adalah sahabatku."


Stanley melepaskannya, lalu berkata dingin, "Hei, Lu, orang lain tidak tahu siapa aku, tapi apa kau masih tidak jelas? Tidak ada yang bisa mengaturku, hari ini aku harus memberinya pelajaran!"


Jayden tampak kebingungan, bibirnya ingin berkata sesuatu, tapi tidak bisa.


Stanley menunjuk Maxon lagi, "Anak tengil, masih tidak mau pergi ya?" Ia mengambil sebuah asbak dari atas meja, lalu langsung ia arahkan ke kepala Maxon.


Namun, baru saja ia mengangkat tangannya, Maxon langsung menendangnya sampai terpental, lalu menggunakan tangan kirinya untuk mengangkatnya, lalu menamparnya berkali-kali dengan tangan kanan dan kirinya.


Setelah itu, ia bertanya, "Apa kau sudah sadar?"


Stanley berteriak keras, "Sial, beraninya kau memukul ku "Plak!" Maxon menamparnya lagi, "Apa kau sudah sadar?"


Akhirnya Stanley pun diam, tidak berani berbicara, hanya menatap Maxon dalam-dalam saja.


Winter juga terkejut, ia ternganga, ia tidak menyangka masalahnya akan menjadi seperti ini! Ia segera menarik lengan Maxon, dan berkata, "Cukup, cepat lepaskan dia!"


Maxon menatap Winter, "Bukankah kau bilang, dia sedang mengejar mu, sampai kau merasa sangat kesal?"


Winter berkata dengan marah, "Apa kau bodoh? Aku hanya sengaja ingin membuatnya marah, agar dia lebih peduli padaku!"


Maxon tertawa dingin, "Oh ya? Kalau begitu aku telah membuat pacar mu terluka parah." Lalu, ia pun melemparkan Stanley ke atas lantai.


Stanley bangkit berdiri, lalu berkata sambil menunjuk Maxon, "Tunggu saja!" Lalu, ia pun pergi dari ruang tamu.


Wajah Jayden tampak sangat muram, ia berkata pada Maxon, "Kak Maxon, kau membuat masalah besar."


Bersambung......


Jangan lupa like dan komen....

__ADS_1


Sekian terima kasih


__ADS_2