
Inspektur He? Maxon Wu tidak kenal, dia berkata: "Ibu, kamu suruh dia terima telepon."
Dengan cepat, dari sana terdengar suara terkekeh, "Apa ini Maxon Wu? Aku adalah Bill He, Inspektur dari Detasemen Penangkapan Kabupaten, aku datang ingin menanyakan kamu beberapa pertanyaan, apa sekarang kamu bisa kembali?"
Maxon Wu: "Bisa, aku segera pulang."
Saat dia kembali, dia melihat sebuah mobil polisi berhenti di depan pintu, Lenny Zhang sedang bicara dengan seorang pria dan wanita di halaman.
Yang pria bertubuh gemuk, wajahnya tersenyum. Yang wanita berwajah sangat cantik, jenis wanita cantik dengan tingkat seperti Clarice Tang, mengenakan celana jeans ungu, sepatu boot putih, ekor kudanya hitam dan berkilat, wajahnya berbentuk oval, kulitnya putih, bentuk kakinya sangat cantik, terlihat tinggi dan langsing. Namun, dadanya sangat besar, seperti akan menembus bajunya.
Melihat Maxon Wu kembali, si gemuk segera menyambut dan berjabat tangan dengannya: "Apa kabar, aku adalah Bill He."
Maxon Wu mengangguk: "Apa kabar, ada yang perlu aku bantu?"
Bill He terkekeh: "Hari itu terjadi kecelakaan mobil beruntun, ada beberapa orang yang meninggal, korban yang terluka belasan orang. Kami selanjutnya memeriksa kamera pengawas, menyadari kamu menyelamatkan sebagian besar orang yang terluka parah. Selain itu, juga kamu menangkap supir gerbong tangki yang melakukan kejahatan kedua. Aku datang, pertama untuk berterima kasih padamu, kedua, ada beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan padamu."
Maxon Wu: "Bukan masalah besar, aku hanya kebetulan bertemu, jadi sekalian membantu. Oh ya, apa supir itu sudah diserahkan? Kenapa dia melukai orang?"
Wanita cantik berkaki panjang berkata: "Supir gerbong tangki bunuh diri di rumah sakit."
Maxon Wu: "Bunuh diri?"
Bill He mengangguk: "Benar, orang yang kami awasi dalam sekejap menggunakan jarum infus untuk menggores nadi di lehernya, darah menyembur beberapa meter, dalam beberapa menit meninggal."
Maxon Wu: "Terluka di rumah sakit, walaupun memotong nadi, juga seharusnya bisa ditolong."
Bill He: "Awalnya seharusnya seperti ini, namun hari itu orang yang terluka terlalu banyak, para dokter sangat sibuk sedang menyelamatkan pasien, saat seorang dokter bedah datang sudah terlambat."
Maxon Wu menghela napas, orang ini meninggal, masih bagaimana menyelidiki?
Bill He meneruskan berkata: "Ada beberapa pertanyaan, saat itu kamu mendorong mobil di depan lebih awal, aku ingin tahu, bagaimana kamu menyadari ada masalah pada supir?"
Maxon Wu: "Saat itu aku melihat sebentar kaca spion, melihat mobil itu berjarak tidak sampai seratus meter dari mobil di belakang, namun kecepatannya sangat cepat, lagipula tidak ada tanda mengerem. Aku tahu mobil besar seperti ini sering terjadi disfungsi rem, tidak sempat banyak berpikir jadi menekan klakson, namun mobil di depan tidak mengerti maksudku, aku hanya bisa menyalakan mobil, mendorong mobil depan ke tempat yang aman."
Bill He mengangguk: "Kelihatannya penglihatanmu sangat baik, kemampuan menentukan juga sangat kuat."
Maxon Wu tersenyum berkata: "Penglihatanku memang baik."
Wanita itu mengangkat alis: "Oh? Penglihatanku juga kebetulan bagus, kira-kira 5.7, apakah kamu lebih baik dariku?"
Bill He juga tersenyum berkata: "Benar-benar, penglihatan Eira sangat baik, dia bisa melihat dengan jelas huruf E berukuran dua sentimeter di jarak lebih dari lima puluh meter dengan jelas, jadi tembakannya sangat tepat, dia disebut Gunslinger Rose."
Maxon Wu sungguh sangat terkejut, biasanya penglihatan orang normal juga hanya sekitar 5.0, tak disangka dia memiliki 5.7?
Wanita itu melihat ekspresi Maxon Wu, mengulurkan tangan: "Aku adalah Eira Zhou, detektif Detasemen Penangkapan. Sepertinya kamu merasa aku sedang membual?"
Maxon Wu dalam hati berkata, kapan aku merasa kamu sedang membual? Dia bergegas berkata: "Tidak, aku hanya sangat kagum."
"Benarkah?" Alis Eira Zhou terangkat, "Namun bila dibandingkan denganmu, aku sejujurnya tidak termasuk apa-apa, Tuan Wu adalah master bela diri bukan?"
Maxon Wu tersenyum tenang : "Tidak bisa disebut master bela diri, berlatih bela diri beberapa tahun."
Eira Zhou : "Aku sudah memeriksa, dua tahun yang lalu, kamu masuk penjara karena melakui orang saat berkelahi, dihukum tujuh tahun, hasilnya dalam dua tahun sudah keluar penjara."
Ekspresi Maxon Wu tenang : "Benar, penyelidikan Detektif Zhou sangat detail."
__ADS_1
"Kali ini kami datang tidak bermaksud lain, yang utama adalah menunjukkan terima kasih padamu. Oh ya, orang yang diselamatkan olehmu hari itu sangat berterima kasih padamu, ada orang yang mencari tahu informasi tentangmu, ingin datang berterima kasih."
Maxon Wu bergegas berkata: "Tidak perlu, hanya hal kecil."
Bill He terkekeh: "Kami akan mengingat kebaikan Tuan Wu, nanti bila Anda ada perlu apa, bisa menghubungiku Yang berada dalam kemampuanku, aku pasti akan membantu." Sambil bicara, dia menyodorkan kartu namanya.
Dua orang ini selanjutnya undur diri, mengantar mereka, Maxon Wu mulai menelepon tetangga di seberang, ingin menyewa rumah mereka, selanjutnya, dia kembali menghubungi Julius Huang, menyuruh mereka pindah kemari.
Setelah Eira Zhou dan Bill He meninggalkan rumah Maxon Wu, mereka pergi ke sebuah gang di sekitar, mereka sedang melacak seorang penjahat kelas A yang kabur di internet, dia melakukan banyak pembunuhan, memiliki kemampuan anti lacak yang sangat kuat, lagipula sangat berbahaya.
Berdasarkan keadaan, di sekitar sini mungkin adalah tempat dia bersembunyi, mereka sekalian datang melihat-lihat.
Sebelum datang ke sebuah rumah, Bill He mengetuk pintu, lama tidak ada orang yang menyahut.
Eira Zhou berkata: "Guru, apa masuk
melihat?"
Bill He berpikir-pikir, berkata: "Sudahlah," Hanya sekalian datang memeriksa saja, bila tidak ada orang maka pergi.
Keduanya baru berjalan beberapa langkah, pintu tiba-tiba dibuka, sebuah suara terdengar : "Kalian mencari siapa?"
Bill He menoleh, melihat seorang nyonya tua yang bungkuk, menjulurkan kepala keluar, wajahnya penuh keriput, kelihatannya berumur 70 tahun lebih.
Bill He bergegas berkata: "Nyonya, kami adalah Detasemen Penangkapan, ingin bertanya siapa yang tinggal di rumah ini."
Orang tua itu memiringkan kepala : "Telingaku tidak baik, tidak mendengar dengan jelas, kamu bilang apa?"
Bill He bergegas melambaikan tangan : "Tidak apa-apa, Anda tutup pintu saja"
Di saat pintu ditutup, Bill He menarik Eira Zhou berjalan ke tempat yang lebih jauh, berkata pelan: "Itu dia!"
Eira Zhou terkejut: "Buronan adalah pria, dia adalah Nyonya tua."
Bill He tersenyum dingin: "Barusan dia berkata telinganya tidak kedengaran, bagaimana bisa mendengar suara kita mengetuk pintu? Suara kita mengetuk pintu tidak keras. Dan juga, saat dia memiringkan wajahnya, aku menyadari kulit di leher dan wajahnya berbeda jauh. Yang paling penting adalah, aku bisa mengenali tulang, dia jelas-jelas memiliki tulang seorang pria, tidak mungkin wanita!"
Eira Zhou segera berkata: "Aku segera panggil orang kemari!"
"Sudah tidak sempat." Bill He mengernyit, "Kita sudah mengaggetkannya, dalam lima menit dia akan kabur dari tempat."
Eira Zhou berkata: "Guru, kita segera bergerak!"
Bill He tersenyum pahit: "Kamu lupa, dia adalah master, Eagle Claw nya sangat hebat. Bila kita berdua, takutnya bukanlah lawannya."
Eira Zhou berpikir-pikir, tiba-tiba berkata: "Kalau begitu kita minta Maxon Wu membantu? Dia adalah master."
Bill He tertegun sebentar, dia sudah melihat kemampuan Maxon Wu, pasti ada di atas buronan ini. Tapi, bagaimanapun identitas Maxon Wu adalah orang biasa, menyuruhnya ikut dalam kasus, bila terjadi masalah, dia harus menanggung tanggung jawab.
Berpikir-pikir, dia tetap menggelengkan kepala : "Sudahlah, lebih baik kita sendiri saja, siapkan peluru, asal dia menolak ditangkap langsung tembak."
Keduanya saling bertatapan, berjalan ke arah pintu.
Di saat ini, Maxon Wu baru memasuki gang ini, dia ingin pergi ke rumah Derik Man sebentar, membicarakan masalah membeli rumah dan membangun vila. Setelah ayah dan anak Keluarga Man ini diberi pelajaran, mereka jauh menjadi lebih patuh, setiap kali bertemu dengan Maxon Wu akan mengangguk, seperti cucu.
Baru memasuki gang, dari jauh dia melihat Bill He dan Eira Zhou sedang membawa pistol mendekati ke sebuah rumah.
__ADS_1
Dia akhirnya mempercepat langkah, baru akan menyapa, keduanya sudah menendang pintu, masuk ke dalam halaman. Dia akhirnya mempercepat kecepatan, ingin melihat-lihat apa yang terjadi.
Namun Bill He baru masuk ke dalam halaman, dia merasa pergelangan tangannya sakit, pistol di tangannya terjatuh ke tanah. Nyonya tua sebelumnya itu bersembunyi di belakang pintu, satu tapak memukul pergelangan tangan.
Bill He berseru kesakitan, menggertakkan gigi maju, menghindari serangan berikutnya, pada saat bersamaan berteriak: "Tembak!"
"Dor dor!"
Eira Zhou di belakang menembak dua kali berturut-turut, namun dia terlalu tegang. ditambah reaksi lawan sangat cepat, dua tembakan tidak kena.
"Bum!"
Pintu dibuat terbang oleh tapak orang itu, menabrak ke arahnya, dia tidak sempat menghindar, hanya menggunakan sepasang lengan melindungi di depan tubuhnya. Selanjutnya sebuah tenaga yang besar menyerang, dia terjatuh keras di tanah, sekujur tubuh sangat sakit, pistol juga terlempar.
Detik berikutnya, nyonya tua itu berjalan mendekat sambil tersenyum dingin, satu kaki menendang pintu, punggungnya tidak bungkuk lagi, matanya memancarkan kilau binatang buas.
"******, wajahmu lumayan, kebetulan biar aku mainkan, selesai bermain aku baru membunuhmu lagi!" Dia tertawa terbahak-bahak, mengulurkan tangan menangkap Eira Zhou, Eira Zhou menjerit keras, karena dia berbaring di tanah, jadi mengulurkan kaki menendang lawan.
Namun, orang ini berlatih Eagle Claw belasan tahun, tenaga di sepasang tangannya besar, bisa langsung menangkap pergelangan kakinya, lalu tertawa keras menariknya masuk halaman.
Pergelangan kaki Eira Zhou dicengkram, seketika terasa sangat sakit, menjerit keras, hampir saja pingsan kesakitan.
Di belakangnya, Bill He meraung keras lalu menerjang, namun dibuat melayang oleh satu tapak. Kepala Bill He terasa pening, lama tidak dapat berdiri.
Di saat ini, sepasang matanya memicing, melihat ke arah pintu.
Tidak tahu sejak kapan, di pintu ada seorang pemuda, sepasang tangannya dimasukkan ke dalam kantong, dengan dingin menatapnya.
"Kemari." Dia melambaikan tangan, bersiap menggunakan satu tapak memukul mati pemuda ini, agar dia tidak lapor polisi.
Pemuda itu tak disangka sungguh berjalan mendekat, sedangkan saat melihatnya, mata Eira Zhou berbinar, karena orang yang datang adalah Maxon Wu!
Saat Maxon Wu berjalan mendekat, orang ini tiba-tiba mencengkram lehernya. Dia bergerak, Maxon Wu juga bergerak, Dragon Claw King Kong menyambut Eagle Claw.
Dua tapak bertemu, orang yang berdandan menjadi nyonya tua menjerit malang, tapaknya dengan suara "Krak" dipatahkan.
Maxon Wu menarik pergelangan tangannya, lalu satu lutut menendang perutnya, orang jahat ini mengerang, bahkan sarapan pun keluar, sakit hingga menyusut menjadi seekor udang, tidak dapat bergerak.
Maxon Wu tidak tenang, maju kembali memberi beberapa tendangan, sampai dia tidak dapat bergerak.
Eira Zhou sepenuhnya lega, matanya berkaca-kaca, berkata dengan suara bergetar: "Terima kasih, cepat pergi lihat guruku."
Maxon Wu meliriknya : "Dia tidak apa-apa." Lalu berjongkok, mengangkat kaki Eira Zhou itu.
Di pergelangan kakinya yang putih ada lima bekas jari berwarna biru kehitaman, ini adalah cengkraman Eagle Claw, sudah melukai urat dan tulang, bila tidak sempat diobati, kakinya bisa dibilang akan tidak berguna.
"Rasanya bagaimana?" Tanyanya.
Eira Zhou mengusap air mata: "Tidak bisa bergerak, begitu bergerak sakit, seperti ada banyak jarum yang menusuk ke tulangku."
Maxon Wu mengangguk: "Eagle Claw orang ini masih kurang bertenaga, kalau tidak bila menyentuh sebentar akan memutuskan urat dan tulang. Sekarang aku bantu kamu obati, sedikit sakit, kamu tahan sebentar."
Bersambung......
Jangan lupa like dan komen....
__ADS_1
Sekian terima kasih