
Guru Zhou segera memanggil Nelly, dan mengunduh soal ujian dan menyocokkan jawapan.
Nelly ingat setiap soal, saat ia membacakan jawapannya, senyuman di wajah Guru Zhou tampak sangat dalam, setelah menyocokkan soal terakhir, ia tersenyum dan berkata, "Kalau semua berjalan lancar, kali ini kau dapat nilai sempurna!"
Maxon, "Nilai sempurna dapat memperoleh juara pertama kan?"
Guru Zhou tersenyum dan berkata, "Ini hanya satu ujian saja, sore nanti masih ada yang kedua. Ujian pertama nilai sempurnanya 120, ujian kedua 180, totalnya 300. Nilai dari ujian pertama dan kedua, biasanya jika lebih dari 250, akan mendapatkan peringkat yang cukup tinggi di pertandingan ini."
Maxon, "Kalau begitu cepat cari tempat untuk beristirahat sebentar."
Ia mencari hotel bintang lima di sekitar, dan menyuruh Nelly untuk istirahat. Mereka menyatap makan siang di restoran hotel itu, setelah makan, Maxon terus menjilat kepala Nelly, melancarkan peredaran darahnya, meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan kepenatannya.
Ujian kedua disebut juga dengan ujian tambahan, dimulai dari pukul 14:30 sampai 17:20, setelah Nelly istirahat dengan cukup, ia pun pergi mengikuti ujian kedua.
Soal di ujian kedua memang jauh lebih sulit, kali ini, Nelly tidak mengumpulkan jawapannya lebih awal, ia baru keluar setelah waktu ujian selesai.
Guru Zhou segera bertanya padanya, "Nelly, bagaimana, apa kau mengerjakan semuanya?"
Nelly mengangguk, "Guru, aku sudah mengerjakan semuanya."
Guru Zhou sudah mencari soal ujian itu di internet, dan menyocokkan satu per satu, Nelly tidak dapat memperoleh nilai sempurna, tapi yang salah juga tidak banyak, dari nilai 180 ini, sepertinya ia dapat memperoleh 175.
Setelah menghitung semua nilai totalnya, Guru Zhou pun menarik napas dingin, "Di atas 290 poin! Dengan nilai ini pasti akan mendapatkan peringkat yang pertama!"
Maxon sangat senang, "Apakah jika mendapatkan peringkat pertama, akan boleh mengikuti pertandingan nasional?"
Guru Zhou tersenyum dan mengangguk, "Sebenarnya dengan prestasi Nelly yang sekarang, dia sudah bisa mendaftarkan diri ke Tsunghua University dan Peking University. Tapi, aku sarankan sebaiknya ia mengikuti pertandingan peringkat nasional, lalu mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional. Kalau ia mendapatkan juara di tingkat internasional, ia akan mendapatkan pilihan untuk bersekolah di Universitas terbaik di dunia."
Maxon mengangguk, "Baiklah, nanti kita lihat bagaimana pemikiran Nelly."
Mereka bertiga sangat senang, mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Tujuan Guru Zhou telah terselesaikan, malam ini ia langsung kembali ke Kabupaten Mingyang, dan pergi terlebih dahulu. Namun Maxon dan Nelly masih tinggal di Ibukota Provinsi untuk berlibur beberapa hari.
Sebelum hari gelap, Maxon membawa Nelly untuk menemui Anderson Li.
Tempat tinggal Anderson terletak di kompleks perumahan termewah di Ibukota Provinsi, Longting Waterfront. Harga rumah di sini, lima puluh ribu lebih per meter persegi, Anderson memiliki lima buah gedung dan dua puluh buah vila.
Ia sendiri tinggal di Vila terbesar dari salah satu milikinya itu, luas bangunannya tiga ribu meter persegi lebih, ada kolam renang dan tempat parkir helikopter. Vila itu ada lima lantai, merupakan vila tertinggi di Longting Waterfront, bagian utaranya dekat dengan gunung, bagian selatannya dekat dengan sungai, pemandangannya sangat cantik.
Mobil pun langsung melaju ke depan vila itu, seorang pria paruh baya botak yang mengenakan cheongsam tersenyum dan berdiri di depan pintu. Begitu Maxon turun, ia segera berjalan ke sana dengan cepat, "Adik Wu, akhirnya kau datang juga."
Dia dan Maxon saling berpelukan, dan tertawa keras.
__ADS_1
Maxon berkata sambil tertawa, "Kak Anderson, kau gemukan."
Anderson membalikkan matanya, "Kaulah yang gemukan!"
Lalu, ia melihat Nelly yang turun dari mobil, lalu tersenyum dan berkata, "Dia ini adik kita kan?"
Maxon mengangguk, "Nelly, panggil Kak Anderson."
"Kak Anderson." sapa Nelly.
Anderson tertawa keras, "Adik kita cantik sekali, jauh lebih menarik darimu."
Selepas berbincang dan tertawa sejenak, ia mengajak Maxon dan Nelly ke ruang tamu, dekorasi ruang tamu itu sangat mewah, luasnya sangat besar, rasanya sangat luas dan kosong
Anderson menyuruh pelayannya untuk menyuguhkan teh, ia mengeluarkan sebuah kotak, setelah dibuka, dalamnya ada sebuah gelang yang penuh dengan berlian, sangat cantik, ia berkata, "Pertama kali bertemu dengan adik perempuanku, kakak tidak punyai barang apa-apa yang bagus, ini untukmu."
Maxon tahu bahawa gelang itu harganya tidak murah, "Kak Anderson, ini terlalu mahal."
Anderson melambaikan tangannya, "Aduh, adik kita sendiri, tidak ada mahal dan murah."
Maxon tersenyum dan berkata kepada Nelly, "Nelly, terimalah."
Nelly mengangguk, "Terima kasih, Kak Anderson."
Waktu itu Maxon menyembuhkan penyakitnya, tanpa meminta imbalan sedikit pun.
Maxon tersenyum dan berkata, "Kau berterimakasih padaku sekarang juga tidak terlambat."
Anderson menghela nafas panjang, "Kakakmu ini sudah hampir sampai di akhir hayat, mungkin tidak ada kesempatan untuk berterimakasih padamu lagi."
Maxon tercengang, "Apa yang terjadi?"
Anderson tersenyum, "Aku membuat masalah dengan seseorang yang besar, dia sudah mengatakan, dalam tiga hari, dia akan memenggal kepalaku ini!"
Maxon mengerutkan alisnya, "Siapa yang sesombong itu?"
"Si Bloodhand, Walden Cao." jawab Anderson, "Dia adalah orang hebat alam Qi."
Maxon berpikir sejenak, katanya, "Tidak mungkin? Apa Kak Anderson tidak punya uang untuk merekrut bodyguard?"
Anderson menghela nafas, "Mana mungkin tidak merekrut? Tapi begitu mereka mendengar nama Walden Cao, mereka tak mau menerima uangku. Sampai saat ini, aku tidak dapat merekrut satu orang pun. Si Walden Cao itu sudah mengancamku, siapa yang berani muncul di hadapannya, akan menjadi musuhnya."
__ADS_1
Maxon bertanya padanya, "Kenapa kau bisa membuat masalah dengan Walden Cao itu?"
Anderson tersenyum pahit, "Aku sial sekali! Minggu lalu, tempat milik anak buahku dihancurkan oleh orang, aku membawa beberapa orang untuk segera ke sana, dan memukuli orang itu sampai terluka parah. Siapa sangka, orang itu ternyata adalah keponakan Walden Cao. Walden menyuruh orang kemari, dan memintaku untuk meminta maaf."
"Jelas-jelas mereka yang salah, mana mungkin aku menundukkan kepalaku? Oleh karena aku mencari beberapa orang petinggi di Ibukota Provinsi untuk merujukkan kita, siapa yang menyangka Walden itu malah sangat marah, sama sekali tidak melakukan apa yang kuperkirakan. Karena itu pula, kita pun saling bermusuhan, ia langsung berkata bahwa ia ingin memenggal kepalaku untuk meredakan amarahnya."
Maxon berpikir sejenak, lalu berkata, "Di Ibukota Provinsi ini tidak ada orang yang dapat menekan Walden?"
"Ada sih ada, tapi mereka sama sekali tidak menganggapku, tidak bersedia untuk menolongku." Anderson menghela nafas, "Bahkan ada orang yang mendukungnya, berharap aku dibunuh mati oleh Walden."
"Apa rencanamu?" tanya Maxon.
Anderson mengisap rokoknya dalam-dalam, "Aku dapat memilih untuk meninggalkan Ibukota Provinsi, tapi nyawaku dapat menyelamatkan darah banyak orang, aku memiliki banyak bawahan, aku tidak boleh pergi. Kali ini, aku hanya bisa bertarung dengan Bloodhand!"
"Bagaimana kemampuan Walden Cao itu?" tanya Maxon.
"Walden Cao adalah salah satu dari empat pahlawan di Ibukota Provinsi, kekuatannya tentu saja sangat besar, setidaknya jauh di atasku. Dia berbisnis kasino gelap dan rentenir, dia juga ikut campur dalam memainkan barang-barang antik. Oh ya, Kapten Brigade Patroli Militer, adalah saudara sesumpahnya, kedua orang itu memakai celana yang sama, oleh karena itu dia bisa bersikap sombong."
Maxon mengangguk, "Jadi, dalam terang ataupun gelap, Walden bukanlah musuhmu."
Anderson tersenyum, "Hidup atau mati, aku akan bertarung dengannya!"
Maxon mengacungkan jempolnya, "Kak Anderson, aku tidak peduli bagaimana kalian bertarung. Tapi, kalau Walden Cao itu berani membunuhmu, aku akan ikut campur."
Anderson tercengang, ia menatap Maxon, katanya, "Maxon, jangan bercanda, Walden adalah orang hebat alam Qi, dengan tubuhmu yang kecil ini, lupakan saja."
La melambaikan tangannya, sang pengurus rumah pun membawa sebuah kotak, di dalamnya ada selembar cek, Anderson berkata, "Maxon, ini ada sepuluh juta RMB. Tidak banyak, ini hadiah dari Kakak."
Maxon mengangkat alisnya, "Uang ini uang?"
Anderson berkata pelan, "Kau baru saja keluar penjara, mungkin kau akan sangat memerlukan uang dalam banyak hal, uang ini adalah hadiah kecil dari Kakak."
Maxon tersenyum, "Kau sudah mau mati, tapi masih memikirkanku, aku benar-benar terharu. Tapi aku tidak bercanda, aku akan menggantikanmu melawan Walden Cao."
Lalu, ia bangkit berdiri, telapak tangannya ia pukulkan ke arah lantai, udara pun langsung berputar, bagian tengahnya menjadi ruang hampa, dan mengeluarkan suara keras.
Ini adalah jurus telapak tangan pembelah udara yang dilatih oleh Maxon, karena sebelumnya ia masih belum membuka meridian sekunder, oleh karena itu kekuatannya terbatas. Tapi sekarang ia bisa mengeluarkannya, kekuatannya cukup mengejutkan, kekuatannya itu seperti petir.
Anderson sangat terkejut, ia berteriak, "Duh! Maxon, kau benar-benar hebat! Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal, gara gara aku sudah menulis semua surat wasiatku!"
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen....
Sekian terima kasih