Melody From Pshycopath

Melody From Pshycopath
Kekuatan batin


__ADS_3

Alex tersenyum ramah ketika memulai meetingnya dengan klien dari Indonesia, tanah kelahirannya. Lelaki itu membahas beberapa masalah bisnis yang akan dijalin oleh kedua belah pihak.


"Bisa tolong dijelaskan bagaimana konsep yang anda inginkan tuan?" Ucap Alex dengan aksen bahasa Indonesianya yang sedikit kaku, mengingat lelaki itu lebih sering menggunakan bahasa asing daripada bahasa lokalnya.


"Begini,-" Klien tersebut menjelaskan bagaimana konsep ruangan yang ia inginkan,sesekali mendiskusikannya dengan Alex. Tentu saja Alex mendengar dengan seksama, bahkan menulis sendiri poin-poin penting dari hasil meeting mereka.


Sampai pada bulpoinnya terjatuh diikuti melodi jantungnya yang begitu cepat. Pikirannya tiba-tiba fokus pada Efira. Firasat buruk menghampirinya. Namun, lelaki itu segera menampik segala pikiran buruknya.


Alex tengah duduk gelisah saat ini. Bingung. Satu kata yang sanggup mengungkapkan perasaannya. Dia sedang meeting, tapi otaknya tidak bisa fokus.


Lelaki itu hanya memikirkan sahabat kecilnya, Efira. Tidak bisa dipungkiri bahwa kegundahannya ini menunjukkan bahwa sesuatu telah terjadi dengan sahabatnya.


"Terimakasih, tuan Arthur. Senang bekerja sama dengan anda"


"Terimakasih kembali tuan"


Akhirnya meeting itu selesai, Alex segera menelfon Efira. Tapi, apa? Sudah menunggu lama. Tapi hanya operator yang menjawabnya.


Sampai pada panggilan ke-5 Alex tidak juga mendapat balasan dari seberang sana, itu sudah cukup membuat pikirannya kalut. Dia membatalkan semua jadwal meetingnya hari ini, tidak mempedulikan risiko apapun nantinya, lalu berlari keluar ruangan dengan sangat kencang.


Entahlah, apa yang terjadi dengan lelaki itu.


...***...


"Efira didalam?" Tanya Alex pada asisten tuan Rian. Nadanya terdengar sangat tergesa-gesa.


Lelaki itu langsung melarikan dirinya ke perusahaan Brianjaya Group tadi, tentu saja setelah berhasil membatalkan semua jadwal meetingnya.

__ADS_1


"Iya tuan"


"Sejak kapan?"


"Sejak pukul 10.00 tadi tuan"


"Bodoh!!!" Alex langsung berlari kearah pintu ruangan tuan Rian. Membuka pintu tersebut dan hasilnya?


Cklek


Cklek


Cklek


"Shit. Kenapa dikunci?"


Lelaki itu sudah kalut, menghampiri meja asisten tuan Rian (lagi) dengan penuh emosi. Bagaimana bisa wanita itu membiarkan atasannya bersama seorang gadis sampai satu jam lamanya.


"Saya tidak tau tuan"


"Kenapa Rian mempekerjakan orang bodoh sepertimu"


Brak


Brak


Brak

__ADS_1


Suara tabrakan antara tubuh Alex dengan pintu terdengar sangat nyaring. Lelaki itu mencoba mendobrak pintu ruangan tuan Rian.


Tidak hanya dengan kekuatan, lelaki itu juga meluapkan emosinya bersama dengan tubuhnya saat menggebrak paksa pintu itu.


Terbuka!!


Lelaki itu segera memasuki ruangan, pandangannya menyapu kesana kemari. Tapi, tidak menemukan adanya insan yang sedang dicari.


Lalu pandangannya jatuh pada sebuah pintu di pojok ruangan, tanpa berpikir panjang, Alex segera membuka paksa pintu tersebut.


Brak


"Kurang ajar"


Bug


Bug


Bug


Perkelahian diantara dua lelaki jantan itu tidak bisa terelakkan. Mereka sudah sama-sama dipenuhi emosi. Alex lebih emosi disini. Menghajar tuan Rian dengan sangat brutal.


"Hah, aku akan melaporkanmu ke polisi"


"Aku. Tidak. Peduli" Jawab Alex penuh penekanan lalu mengusap bibirnya yang berdarah. Lelaki itu menatap Efira dalam. Gadis itu tengah duduk di tengah kasur, memeluk tubuhnya dengan derai air mata.


Alex dibuat kalap oleh pemandangan itu, ingin rasanya lelaki itu menghajar tuan Rian lagi. Tapi, dia urungkan niatnya, lebih memilih menolong Efira.

__ADS_1


Menggendong gadis itu keluar dari neraka (setidaknya menurut Alex).


__ADS_2