Melody From Pshycopath

Melody From Pshycopath
Selamat tinggal Jepang


__ADS_3

"Bersiaplah" Alex mengatakannya dengan pelan, sekiranya suara itu sampai pada rungu sahabatnya. Saat ini, lelaki itu baru saja masuk ke kamar hotel mereka, membawa beberapa makanan untuk di santap sebagai makan malam.


"Kemana?" Tanya Efira bingung, gadis itu tengah duduk di kasurnya, bersandar pada kepala kasur, ditemani drama Korea di handphonenya.


"Pulang" Jawab Alex cuek.


"APA??" Mata Efira melotot, siap mengeluarkan isinya dari sana. Tentu saja kabar itu membuat Efira terkejut bukan main. Pasalnya lelaki itu tidak merundingkannya lebih dulu, jangankan berunding, memberi tau saja tidak.


"Aku sudah mengurus tiketnya, nanti pukul 20.00 kita berangkat" Jelas Alex lagi, merebahkan dirinya disofa, itu adalah salah satu hal yang sangat ia sukai saat sedang lelah.


"Lalu pekerjaanku disini?"


"Aku tidak sudi kau bekerja lagi di negara ini, aku sudah membatalkan kontrak kerjanya"


Lagi-lagi Efira dibuat tercengang dengan tingkah sahabatnya itu, suka sekali berbuat seenak jidat sendiri.


"Dendanya?"


"Apa kau pikir aku benar-benar miskin?" Tanya Alex tersenyum tipis.


Hening.


Tidak ada jawaban apapun dari lawan bicaranya.


"Aku rela melakukan apapun asal itu tidak membahayakan dirimu, Efira"

__ADS_1


"Berlebihan sekali kau ini"


"Darimana kau mendapat uang?" Lanjut Efira, tentu saja gadis itu bingung. Denda dari pembataan kontrak mereka mencapai 5 milyar. Darimana sahabatnya dapat mengumpulkan uang sebayak itu?


"Dari agensi"


"Kau sudah menghasilkan uang sebanyak itu?"


Gadis itu berdecak kagum dengan pencapaian sahabatnya, tidak disangka, Alex bahkan tidak perlu berpikir banyak-banyak untuk membayar denda sebesar itu.


"Hm, begitulah" Alex hanya tersenyum simpul, membawa banyak arti dalam senyuman tersebut.


"Kau mau makan dulu, atau bersiap dulu?" Ucap Alex lagi.


"Ayo makan dulu, kau pasti lelah" Jawab Efira, langsung dihadiahi anggukan kecil dari Alex. Lelaki itu mendudukkan bokongnya disofa, disana sudah ada sahabatnya, Efira. Membuka dan menyiapkan makanan-makanan tersebut.


10 menit, hanya butuh waktu sekian untuk mereka akhirnya dapat menyelesaikan ritualnya.


"Mau aku bantu?" Tanya Alex. Sedangkan Efira terkejut dibuatnya. Pasalnya lelaki itu tiba-tiba memunculkan kepalanya di balik daun pintu.


Efira yang sibuk dengan acara prepare akhirnya terlonjak.


"Kau mengagetkanku, memangnya kau sudah prepare?" Ucap Efira.


"Aku sudah selesai, saat kau tidur tadi" Jawab Alex, berganti posisi seperti melipat kedua tangannya di depan dada dan bersandar pada pintu.

__ADS_1


Terlihat keren.


Begitulah pikiran Efira.


"Tidak usah membantuku, aku akan selesai sebentar lagi" Ucap Efira.


"Setelah kau selesai, kita langsung berangkat ke bandara, ini sudah pukul 19.15" Sahut Alex setelah melihat jam tangannya.


"Baiklah"


...***...


"Ada kata-kata terakhir?"


Mereka sudah tiba di bandara, bahkan sudah masuk kedalam pesawat. Tinggal terbang saja menuju tujuan mereka.


"Aku sebenarnya sangat menyayangkan ini, Lex. Tapi, apa boleh buat?" Efira menjawab pertanyaan sahabatnya dengan sendu.


"Kau ingin tetap tinggal? Kita bisa membatalkan keberangkatan ini"


Sudah cukup, Efira berkali-kali dibuat tercengang dengan tingkah Alex yang seperti ini, tentu saja gadis itu tidak ingin menyia-nyiakan uang yang sudah dikeluarkan.


Mereka sudah berusaha dengan keras mengumpulkan pundi-pundi untuk kesuksesan di masa depan.


"Aku menurutimu saja, lagipula aku masih sedikit 'takut' disini" Jawab Efira.

__ADS_1


"Hmm. Baiklah"


"Good bye Japan" gumam gadis itu pelan, menolehkan pandangannya keluar jendela.


__ADS_2