Melody From Pshycopath

Melody From Pshycopath
Peresmian


__ADS_3

Hari terus berlalu, hanya satu Minggu setelah berhasil mengumpulkan karyawan, akhirnya perusahaan mereka diresmikan.


Harrykiel Company akhirnya melebarkan sayapnya di dunia bisnis.


Peresmian diacarakan pada malam hari tepat di aula perusahaan tersebut. Tempat khusus untuk acara penting jika dibutuhkan sebuah aula.


Alex dan Efira sedang bersiap, seorang gadis tengah merias wajah ayu Efira, mengingat dirinya hari ini adalah ratu, Alex sengaja memanggil orang salon untuk sahabatnya itu, akhirnya ya begini, sudah dua jam gadis itu di rias untuk terlihat sempurna.


Alex? Lelaki itu hanya memandang Efira selama kurang lebih satu setengah jam, sedangkan setengah jam berikutnya lelaki itu baru bersiap. Memang menyenangkan menjadi seorang pria bukan? Tidak perlu pusing dengan banyak hal seperti Efira?


"Tolong siapkan gaunku" Ucap Efira kepada asistennya, Mira. Asisten pribadi yang ditunjuk langsung oleh Alex.


"Baik nona" Jawab Mira, gadis itu langsung berbalik menuju manekin yang memamerkan gaun berwarna merah elegan.



Pas.


Gaunnya seolah memang dirancang untuknya, sangat cocok dengan tubuh gadis itu. Panjangnya yang sebawah lutut, ditambah belahan pada salah satu pahanya membuat gadis itu terlihat elegan, berkelas, dan seksi?

__ADS_1


Sudah siap, Efira keluar dari walk in closetnya, diikuti para penata rias dan juga Mira.


Alex yang tidak pernah melihat Efira berpakaian se-elegan itu pun ternganga melihatnya.


Alex tidak ternganga sendirian, pasalnya Alex juga terlihat lebih tampan dengan setelan jasnya, ditambah model rambutnya yang juga ditata dengan sangat cool, tidak lupa jam tangannyapun menambahkan kesan keren disana.



Sial! Efira sama ternganganya, baru pertama kali melihat sahabatnya begitu, setelan yang biasa digunakan Alex tidak se-pas itu, biasanya sedikit kebesaran?


"Kau terlihat seperti orang kaya" Ucap Efira, gadis itu menggandeng tangan Alex seperti sepasang kekasih.


"Kau terlihat sexy" Balas Alex, lihat! Lelaki itu bahkan berhasil membuat Efira bersemu. Menahan malu?


19.00


Alex keluar dari mobilnya, mengitarinya dan membukakan pintu untuk Efira bak putri ratu.


Suara blitz kamera seketika memenuhi halaman perusahaan. Mereka berjalan elegan diatas karpet merah. Siap memasuki aula peresmian.

__ADS_1


Semua orang menatap mereka takjub, tidak lupa dengan kolega-kolega mereka sebelumnya saat di luar negeri. Mereka juga menatap Alex dan Efira penuh kebanggaan, mereka tau pasti bagaimana dua sejoli itu dulunya hanya menggunakan bangunan bekas untuk bekerja.


Kecuali seseorang, disana dia menatap penuh kebencian.


Lihat! Alex dan Efira bahkan mampu menyaingi mereka dalam sekali perusahaan berdiri.


"Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Alexander, bersama dengan partner saya, Efira. Kami ucapkan terimakasih banyak atas kehadirannya .... Dengan ini, saya nyatakan Harrikiel company resmi dibuka" Kalimat terakhir itu menjadi penutup dari pidato Alex, diikuti tepuk tangan dari seluruh manusia di aula tersebut.


"Hello, tuan Rian. Kupikir kau tidak akan membuang waktumu" Sapa Alex sinis pada salah satu client terakhirnya sebelum pulang ke negara ini.


"Tentu saja, aku ingin sekali melihat Efiraku yang cantik ini. Dia bahkan terlihat sangat sexy malam ini" Jawab Rian tak kalah sinis, menatap Efira dengan tatapa menggodanya pada gadis itu.


Hal itu membuat baik Alex maupun Efira merasa risih. Kotor juga kata-katanya.


Sialan! Otakku rasanya mendidih. Batin Alex. Lelaki itu mengambil sebuah gerakan memeluk pinggang Efira posesif, tentu saja dengan tujuan lawannya merasa panas dengan apa yang di lihat.


"Cih, silahkan bermimpi tuan Rian. Selamat menikmati hidangan kami, permisi." Alex langsung berlalu, membawa Efira bersamanya. Bahkan saat seperti ini, Alex mampu tersenyum setelah kalimat terakhir meluncur dari birainya.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Alex pada sahabatnya, mereka sedang duduk disalah satu sofa yang sudah di sediakan khusus.

__ADS_1


"Apalagi? Aku merasa bahagia, aku bahkan masih di awang-awang, tidak percaya jika ini nyata. Kau tau? Untuk mencapai ini kita benar-benar sudah bekerja keras kan? Kita memulainya dari nol" Ucap Efira, gadis itu tersenyum menatap para tamu dihadapannya.


"Kau tau sebuah pepatah? Apa yang kau tanam, kau juga yang akan menuai?" Alex merangkul pundak Efira, mengikis jarak antara keduanya.


__ADS_2