
"Wah, ini kebunnya?" Ucap Efira. Gadis itu berlari kesana kemari seperti anak kecil saking senangnya.
"Apa boleh Efira memetiknya?" Tanya Efira, mengelus salah satu buah yang sudah matang disana.
Itu sangat lucu menurut Alex, jarang sekali dia melihat Efira sesenang itu, mungkin karena kehidupan mereka sebelum hari ini adalah kehidupan yang cukup sulit.
"Boleh nak, kau boleh memetik semuanya" Jawab ayah gadis itu.
Akhirnya Efira meloncat loncat kesenangan, berlari kesana kemari, sesekali memetik buah dan langsung melahapnya. Ada banyak ekspresi yang digambarkan, kadang dia terlihat sangat menikmati buahnya, kadang mengernyitkan dahinya, kadang juga mengernyitkan dahi hingga matanya menyipit, mungkin rasa strawberry nya berbeda-beda.
Di akhir pelariannya, Efira kembali bersama ibunya, mulai untuk memanen, sedangkan Alex dan ayah Efira memilih duduk disebuah bangku yang memang sudah disediakan disana.
"Bagaimana cara merawatnya om?"
"Kami memiliki jadwal penyiraman setiap hari. Karena ini strawberry, kita harus memperhatikan kelembapan tanahnya kan? Kami juga memberi jadwal penyemprotan pestisida, agar tidak ada hama pada tumbuhan"
__ADS_1
"Bagaimana jika ada tanaman yang rusak om? Apa dibiarkan saja? Atau dibuang?" Tanya Alex lagi, sesekali tersenyum melihat tingkah sahabatnya. Memanen lalu memakan buah tersebut. Lama-lama strawberrynya habis di perut Efira. Kira-kira begitu pikirannya berkecamuk.
"Terkadang bukan hanya rusak, tapi juga gangguan pertumbuhan, seperti tidak tumbuh sempurna. Jika sudah begitu, maka tanamannya harus dibuang, dan kami ganti dengan bibit yang baru"
"Apa perlu dipupuk?" Pandangan Alex udah beralih dari Efira, menuju ayah sahabatnya itu.
Pertanyaannya hanya dibalas anggukan oleh ayah Efira, lalu lelaki paruh baya itu berjalan menuju tumpukan karung dipojok ruangan kebun?
"Pupuk organik dan pupuk anorganik. Memberikan pupuk ini, harus sesuai dengan dosisnya, dilakukan saat usia tanaman sudah dua bulan. Saat memberikan pupuk adalah hal paling sulit menurutku. Kau tau kan strawberry memiliki tubuh yang sensitif. Saat menambah pupuk, usahakan agar dia tidak menyentuh organ tanaman. Seperti batang, daun apalagi buahnya" Jelas ayah Efira secara detail, seperti seseorang yang memang sudah ahli di bidangnya.
"Ayo kita beri pupuk" Ajak ayah Efira.
Sesekali mereka berbincang ringan atau bahkan merencanakan bermain olahraga bersama nanti.
Sampai pada titik dimana ayah Efira memotong salah satu batang tunas si strawberry.
"Apa yang om lakukan?" Tanya Alex. Anggap saja bahasa diantara keduanya sedikit kaku. Ya karena Alex pun sudah memiliki logat luar negeri yang kental, sama dengan Efira.
__ADS_1
"Ini namanya perampelan. Ini adalah salah satu trik hemat. Lihat ini kan berlebihan tunasnya" Ayah Efira menunjukkan sebuah tunas yang menjuntai berlebihan dari tempatnya.
"Umumnya dia menunduk, kita bisa memotong 1-2 tunasnya. Selanjutnya, ini bisa di tanam kembali sebagai bibit" Lanjut ayah Efira, lelaki paruh baya itu terlihat sangat cekatan saat melakukan hal itu. Sekarang kita sudah tau, darimana kepintaran dan kecekatan yang ada pada Efira menurun dari mana.
Dari ayahnya.
Alex dipersilahkan untuk mencoba. Tentu saja lelaki itu bersemangat mempelajari hal-hal baru.
"Om, apa ini tidak menggunakan sejenis cairan agar buahnya cepat matang?"
"Fitohormon. Fitohormon adalah kumpulan senyawa organik. Fitohormon bisa terbentuk secara alami, bisa juga dibentuk manusia.Fungsi dari Fitohormon ada bermacam-macam kadar, diantaranya ada yang untuk mendorong,menghambat atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan pergerakan tumbuhan. Untuk ini sendiri, kami memakai hormon gas etilen, itu adalah hormon untuk mempercepat pematangan buah yang ada pada pohonnya. Tapi, juga gak jarang orang-orang juga menggunakan hormon indol asam aselat, fungsi hormon ini untuk mempertebal batang dan juga melebatkan buahnya"
Lihat! Penjelasannya sangat detail, Alex pasti pulang membawa banyak ilmu hari ini.
Mereka melanjutkan acara berkebunnya, tentu saja dengan istirahat di tengah hari, memakan bekal yang disiapkan ibu Efira adalah pilihan yang baik.
Mereka sangat menikmati hari ini, hingga tidak terasa semua pekerjaan mereka selesai. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
"Nanti malam, ajak ayah dan ibumu kemari. Ayo makan bersama" Ucap Efira pada Alex, sebelum lelaki itu melangkahkan kaki menuju kediamannya.