Melody From Pshycopath

Melody From Pshycopath
Drama pembatalan kontrak


__ADS_3

"Selamat pagi tuan Alex"


"Selamat pagi"


"Selamat pagi Alex"


Begitulah karyawan-karyawan tuan Rian menyapa Alex. Satu bulan saja berada disana, sudah membuat lelaki itu dikenal hampir seluruh karyawan disana, terlebih lagi para gadis. Mereka selalu mencari perhatian Alex.


Kesempatan emas kan saat melihat Alex tidak menggandeng Efira kesana? Menggoda Alex adalah hal yang utama. Seperti ini misalnya.


"Sudah sarapan? Aku membawakanmu beberapa makanan. Aku sendiri yang memasaknya" Alex kenal dengan gadis itu, gadis yang selalu menawari dirinya dengan makanan buatan sendiri, namanya Haruka.


Gadis itu seperti 'Teman dekat' Efira di perusahaan Brianjaya Group sejak Alex datang. Nyatanya? Bangkai yang disembunyikan akhirnya tercium juga. Mendekati Efira hanya untuk Alex.


"Tidak, terimakasih" Tolak Alex halus, lalu kembali berjalan melewati para gadis yang memperhatikan dirinya.


"Alex, ayo nanti aku antar pulang. Sekalian kita jalan-jalan" Bahkan saat di lift pun hidupnya tidak tenang jika seperti ini.


"Ah tidak, Efira sedang sakit" Tolak Alex, masih dengan halus, menampilkan senyum dewanya disana.


"Bagaimana jika Efira sudah sembuh? Biarkan Efira bekerja, kau dan aku bisa mengambil cuti bersama?"


Apa itu? - Batin Alex setelah mendengar pernyataan dari gadis bernama 'Sasi' itu.


"Tentu saja"


"Kau mau?"


"Aku akan kembali ke Amerika" Ucap Alex datar, membiarkan gadis disampingnya yang menatapnya kesal.


Kira-kira seperti itu para gadis mencoba mendekati Alex.


Saat ini Alex sudah berada di lantai teratas perusahaan. Memulai pekerjaannya dari ruang meeting.


Sisa pekerjaan Alex dan Efira hanya tinggal ruang meeting dan juga ruangan tuan Rian kan?


Hari ini, Alex dengan telaten menata beberapa barang disana, menyesuaikannya dengan sketsa milik Efira. Sesekali meraba sesuatu yang sekiranya harus dipindahkan agar ruangan tersebut terlihat lebih baik.


Hingga waktu menunjukkan pukul 18.00 waktu sekitar, Alex berhenti bekerja. Menata beberapa dokumennya yang ditaruh diatas meja.


"Oh, kau datang rupanya. Dimana cintaku? Efira?" Ucap seseorang?

__ADS_1


Alex menolehkan kepalanya, mendapati tuan Rian berdiri disana, di ambang pintu masuk, hal itu seperti membakar dirinya. Panas! Alex masih sangat marah dengan kejadian kemarin. Lalu sekarang? Apa lagi?


Cintaku? Efira?


"Bermimpilah untuk bisa mendapatkan Efira" Ucap Alex sinis.


"Ya, mimpi itu akan menjadi nyata. Jika kau tidak merusak nuansa romantis kami kemarin"


Cih. Alex membuang muka mendengar hal kotor itu.


"Pergilah. Aku mau bekerja. Jangan ganggu aku" Usir Alex datar.


"Kau mengusir CEO perusahaan ini?" Jawab tuan Rian.


Hening


"Wah, lihat! Bahkan seorang budak sepertimu berani memerintahkanku?" Lanjut tuan Rian disertai tepuk tangannya.


"Aku? Budak? Hahaha"


Alex tertawa hambar, mengeluarkan map biru berlogo perusahaan 'Brianjaya Group', mengambil isinya lalu?


Srak


Srak


"Ini surat kontrak kerja sama kita" Ucap Alex sambil melemparkan kepingan kertas itu tepat ke wajah tuan Rian.


"Kau lupa? Ada denda saat kau membatalkan kontrak secara sepihak?"


"Tentu saja aku ingat"


"Dan kau? Kau hanya pengusaha miskin. Mana mungkin kau dapat membayarnya?" Tuan Rian menunjuk Alex dengan angkuh.


"Kau terlalu meremehkan aku"


Sahabat Efira itu mengeluarkan secarik kertas berbentuk persegi panjang dari saku dalam jasnya.


"Ambil ini" Ucap Alex lagi.


Tentu saja tuan Rian mengambilnya. Lelaki itu seketika melebarkan matanya, melihat Rp 10.000.000.000 tertulis didalam cek tersebut. Itu adalah dua kali lipat dari denda yang mereka sepakati dari kontrak.

__ADS_1


"Tidak bisa, kau tidak bisa membatalkan ini" Ucap tuan Rian tidak percaya, mengembalikan cek itu ketangan Alex.


"Memangnya kenapa? Takut tidak bertemu Efira?"


"Salah satunya, tapi bukankah ini adalah suatu bentuk ketidak profesionalanmu?"


"Aku sudah menyelesaikannya" Jawab Alex, kali ini mengeluarkan sebuah map berwarna hijau,lalu menyerahkannya kepada tuan Rian


"Itu adalah laporan, untuk ruang meeting, dan ruanganmu!! Pekerjaanku dan Efira sudah tuntas"


"Kontrak Efira disini adalah tiga bulan"


Tentu saja, lihat itu wajah tuan Rian bahkan sudah memerah menahan kesal. Seolah tidak percaya dengan kinerja rekan kerjanya itu.


"Tiga bulan adalah deadline untuk memenuhi target, ketika target tercapai sebelum deadline, kami sudah tidak ada urusan apapun dengan klien"


"Baiklah, aku merasa tidak puas dengan kinerja mu bersama Efira"


"Ternyata kau kekanakan sekali tuan Rian, itu semua sudah atas persetujuan darimu"


"Tapi, aku tidak puas. Efira harus memperbaiki hal itu"


Sepertian tuan Rian semakin bersih keras untuk menahan dua sejoli itu tetap di Jepang. Ya, sayangnya itu tidaklah mempan untuk seorang Alex. Kekuatan aura tegasnya seolah sudah mendarah daging.


Lelaki itu bersama dengan Efira selalu bersikap se profesional mungkin dalam bekerja. Tidak pernah ada klien mereka yang merasa tidak puas dengan kinerja mereka.


"Aku yang akan memperbaikinya, Efira tidak akan pernah datang lagi ke tempat busukmu ini"


"Kau mengatakan perusahaanku tempat busuk?"


"Tentu, perusahaanku jauh lebih baik dari ini" Ucap Alex merendahkan tuan Rian semakin jauh. Tentu saja hal itu mengundang tawa sinis dari lawan bicaranya.


Memangnya sejak kapan Alex punya perusahaan?


"Hahahaha, kau sedang bermimpi" Ucap tuan Rian.


Alex yang melihat hal itu hanya tersenyum, mengeluarkan smirknya, lalu lelaki itu mengeluarkan sebuah undangan berwarna hitam elegan. Memberikannya pada tuan Rian.


"Aku mengundangmu secara langsung sebagai klienku"


Hening.

__ADS_1


Tuan Rian terlihat terdiam kaku ditempatnya setelah menerima undangan itu.


"Selamat sore" Pamit Alex, pergi meninggalkan segala hal buruknya di perusahaan tersebut.


__ADS_2