
Efira POV
Aku segera masuk ke dapur, setelah melihat Alex masuk kedalam rumahnya.
Sebelum sampai rumah, aku mampir ke pasar dulu tadi bersama Alex. Membeli cumi-cumi, ikan bawal, dan beberapa bahan masakan lainnya.
Aku mungkin akan menganggur selama perusahaan belum diresmikan. Jadi, akan lebih baik jika aku sedikit menguji kemampuan memasakku selama disini.
Pertama, mari mencuci tangan dan kaki dulu, aku berlari kecil menuju kamar mandi, terletak di pojok ruangan dapur ini.
Rumahku tidaklah besar, aku tidak sekaya itu. Hanya ada satu kamar mandi disini.
Lalu aku akan membuat 'Cumi-cumi saus asam pedas manis'. Terdengar sangat lezat. Aku terbiasa untuk menyiapkan bahannya dahulu, agar saat memasak nanti, aku tidak kesulitan.
Siapkan cumi-cumi
Asam Jawa
Cabe rawit
Onion minced
Kecap manis
Saus tiram
Garam, gula pasir, lada dan?
"EFIRAA"
"Ayo, aku bantu memasak"
Kenapa dia ada disini? Begitulah pikiranku. Aku melihat Alex masuk dengan wajah sumringahnya. Lihat! Dia bahkan sudah mandi. Mandi model bebek kah? Cepat sekali.
"Tidak, kalau kau mau membantuku, silahkan bersihkan rumah ini. Kebetulan aku dan ibu belum bersih-bersih" Ucapku ketus.
Hari ini dapur adalah milikku, area kekuasaanku, aku yang boleh membuat keputusan siapa yang diizinkan atau tidak diizinkan masuk kemari.
"Baiklah baiklah" Alex langsung menyambar sapu yang letaknya digantung pada tembok di dekatku.
Aku tersenyum melihatnya, lelaki itu memang selalu membantuku sejak dulu.
__ADS_1
Aku mulai memasak, membersihkan cumi dari tintanya, lalu melanjutkan aksi masaknya disana.
Hanya 35 menit, aku sudah siap dengan 'Cumi saus asam pedas manis'nya, aroma lezatnya tercium kemana-mana.
Alex?
Lelaki itu sedang membersihkan ruang makan, tentu saja dia mencium aromanya.
"Apa yang kau masak?" Tanya Alex, masih melanjutkan pekerjaannya.
"Nanti kau juga akan tau, lanjutkan saja tugasmu" Aku menjawabnya datar. Toh nanti juga dia akan merasakannya.
Selanjutnya aku membuat beberapa lauknya. Seperti sate lilit khas bali, tempe goreng, dan juga perkedel kentang.
Apa masih ada lagi?
"Menu dish terakhir, 'ikan bawal bakar, saus strawberry' " Ucapku menggosokkan tangan, seperti seorang chef yang tidak sabar untuk memasak.
Mari siapkan bahan-bahan untuk ikan bakarnya.
Ikan bawal
Saus tiram
Aku menyisihkan bahan-bahan tersebut, lalu beralih untuk menyiapkan bahan-bahan sambal strawberry-nya.
Gula merah,
Cabe bubuk
Garam
Dan?
Aku membongkar plastik strawberry hasil panen tadi, aku memang sengaja memintanya untuk membuat makanan hari ini.
Gotcha, 15 buah strawberry sudah ditangan.
Semua bahan sudah siap, aku mulai melakukan atraksiku lagi. Diawali dengan membersihkan ikan, melumurinya dengan saus tiram dan juga minta goreng. Karena proses ini, ikannya harus didiamkan dulu selama 20 menit, akhirnya aku memilih untuk membuat sausnya sambil menunggu.
Hanya 5 menit, tidak sampai 20 menit saus itu sudah jadi, karena aku hanya butuh mencampurkan semua bahan saus, lalu diulek kasar, jadilah sausnya.
__ADS_1
Apalagi?
Masih ada 15 menit. Aku akhirnya membuat minuman berupa 'strawberry smoothie'. Hanya memerlukan tiga buah bahan, yaitu strawberry, madu dan juga air, lalu di blender, dan taraa.
Jadilah 'strawberry smoothie'. Cukup untuk menyiapkan minuman tersebut, aku kembali lagi kepada ikan bawalku.
Aku membakarnya setengah matang, sesekali aku olesi dengan bubumnya, dan di bolak balik. Akhirnya selesai.
Aku menyajikan makanan tersebut di meja makan. Alex sudah duduk manis disana, menatapku menyajikan makanan-makanan tersebut.
"Kau yang memasak semuanya?"
"Menurutmu?"
"Wah, aku tidak percaya ini. Kenapa kau sangat pintar memasak ketik disini?"
"Diam" Ucapku ketus, melihat jam yang menggantung di dapur, masih ada 45 menit sebelum jam makan malam.
Aku kembali ke dapur, menyiapkan beberapa bahan untuk membuat dessert sebagai hidangan penutup.
Aku memilih pudding strawberry sebagai hidangan dessert malam ini.
Dengan cekatan aku membuatnya, tidak butuh waktu yang lama. 20 menit hidangan tersebut sudah selesai, tinggal didinginkan saja agar puddingnya mengeras.
Sambil menunggu hal itu, aku memutuskan untuk mandi, berlari kedalam kamar mengambil handuk. Lalu, aku menatap tubuhku di cermin.
"Aku jorok juga ternyata" Ucapku memandangi diri didepan cermin, sambil tertawa renyah.
"Tapi aku tetap cantik" Lanjutku penuh percaya diri.
15 menit, aku sudah cantik. Natural, tanpa dandanan, hanya menggunakan lipbalm agar tidak terlihat pucat.
Definisi gadis sederhana.
Aku keluar kamar, melihat ayah ibu dan juga Alex duduk di ruang tamu, rupanya orang tua Alex belum datang, aku segera bergabung bersama mereka.
Alex?
Ha, lelaki itu membuat jantungku berdetak sangat kencang saat aku melihat matanya, aku tidak sanggup memandangnya lebih dari 5 detik.
Meresahkan.
__ADS_1
Efira POV End