Memandangmu

Memandangmu
01


__ADS_3

Albirru,,, seorang lelaki remaja yang duduk di bangku kelas dua belas IPA satu, adalah seoarng lelaki yang sangat di idolakan di kelas mereka, bahkan satu sekolah. Dia bukanlah sosok lelaki remaja pada umumnya, dia bukan Kapten basket atau Ketua OSIS, dia hanya seorang murid teladan biasa, yang menghabiskan waktu dengan membaca buku dan earphone yang tak pernah lepas dari telinganya. Meski tampan, dia adalah sosok yang dingin, susah sekali untuk di dekati, bukannya takut, murid wanita di sekolah tersebut tergila² ingin menjadi pacarnya. Biasanya murid teladan identik dengan kacamata tebal, tapi itu tidak berlaku untuk Biru, matanya sangat tajam sehingga tidak butuh kacamata tebal


"Biru, tungguin donk! Set dah ni anak" omel Andika


Andika seorang anak yang terlahir dari keluarga menengah ke atas, dan menjadi sahabat Biru sejak dari SD, dan dia sudah sangat paham sekali dengan sifat sahabatnya


"Ya elah Ru, nyaut kek kalau di panggil, lo nggak tau ya kalau suara gue udah mau ngalahin toanya Pak Alim" cerocos Dika


"Tau" hanya menoleh sesaat dan melanjutkan jalan menuju kelasnya


"Lo habis di putusin pacar ya? Muka lo lecek persis baju belum nyium setrika" ledek Tama sambil merangkul pundak Dika

__ADS_1


Pratama,sahabat mereka berdua sejak SMP, berbeda dari keduanya, Tama hanya hidup berdua dengan adiknya Pratiwi, karena orang tua mereka meninggal sejak mereka masih kecil, sejak saat itu usaha keluarga mereka di urus oleh Anggara adik papa mereka yang sangat menyayangi mereka.


"Ya, gue habis di putusin pacar gue yang macem kulkas jalan noh!" tunjuk Dika pada Biru yang masih asyik dengan buku yang di baca


"Macem baru kenal aja, udah nggak usah sewot, tuch bu Vera udah mau nyampe" dengan wajah kesal Dika duduk di samping Biru


Pelajaran Fisika pun di mulai, Biru mendengarkan dengan wajah datar dan serius. Sementara teman sebangkunya hanya menatap ke depan dengan wajah yang tak bisa di mengerti.


"Paham bu" dengan keyakinan penuh Dika menyahut


"Coba jelaskan apa yang kamu pahami dari pelajaran ini?" pinta bu Vera

__ADS_1


"Baik bu,, medan magnet di dalam ruangan terjadi karena ada arus listrik di sekitarnya, arus listrik menyebabkan medan magnet cintamu menarik medan magnet cintaku" jelas Andika yang langsung mendapat lemparan spidol dari bu Vera


"Terimakasih bu, spidol ini akan selalu ku simpan seperti aku menyimpan cintaku padamu" Dika masih saja menggoda bu Vera yang merupakan guru pujaan di jurusan IPA, bukan hanya baik saja, tapi dia sangat ramah dan tidak pernah memandang status sosial


"Dika, jika kamu bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan, baru saya akan terima cintamu, jadi berjuanglah untuk mendapatkan nilai itu, jika kamu tidak dapat membuktikannya, jangan pernah temui saya lagi sampai kapan pun" bu Vera mencari cara untuk menghentikan gombalan Dika


"Terimakasih bu, bebeb Dika pasti akan membuktikannya dan pasti akan mendapatkan cinta bu Vera" Dika pun menyetujui permintaan bu Vera


"Baiklah pelajaran hari ini selesai, selesaikan soal yang saya berikan tadi" bu Vera pun meninggalkan kelas menuju ke ruang guru


"Ka, emang lo sanggup"

__ADS_1


__ADS_2