Memandangmu

Memandangmu
15


__ADS_3

Kini mereka telah berada di rumah masing². Dengan berbagai perasaan yang ada dalam hati mereka. Dion dan Tiwi yang semakin menghangat asmaranya, Dika dan Vera yang masih menyimpan rapat hubungan mereka, Tama yang selalu menanti kekasihnya, sedangkan Biru saat ini dia sedang bahagia, meski dia belum mampu mengucap kata cinta pada Lina, setidaknya Lina tahu, kalau Biru ingin menjadi suaminya, tapi tidak dengan Lina, saat ini dia sangat bingung, entah pada siapa dia ingin bertanya tentang perasaan Biru yang sesungguhnya?


"Lo udah jadian" tanya Dika yang masih berada di rumah Biru


"Masalah lo" sahut Biru


"Lo kapan ungkapin perasaan lo?" selidik Dika


"Belum ngomong malah" Biru pun jujur pada Dika


"Gila lo ya, lo belum ngomong cinta, tapi lo udah ngomong kalau lo calon suami dia? Maksud lo gimana sich? Sumpah, nggak ngerti gue" Dika emosi mendengar ucapan Biru


"Dia aja nggak protes" Sahut Biru


"Ru, gue kasih tau lo ya, cinta itu butuh di ungkapin, bukan di pendem aja dalem hati lo, percuma lo kasih perhatian ke dia, kalau lo nggak ungkapin perasaan lo, kalau dia salah paham gimana? Bisa² dia kabur saat ada orang yang ungkapin perasaan sama dia" Dika memberi pengertian pada Biru


"Kabur gimana? Dia itu calon istri gue, minggir sana gue mau tidur, kalau lo masih mau maen game, maen aja, jangan ganggu tidur gue, diem nggak usah banyak bunyi lagi" Biru merebahkan dirinya di atas kasur setelah memberi ultimatum pada Dika

__ADS_1


"Dasar kulkas, tumben dia ngomong banyak hari ini" Dika melanjutkan game yang tertunda


Sementara di ujung sana, ada hati yang terbelit keraguan


"Kamu kenapa nak?" Aira mendekati Lina yang sedang melamun


"Eh,, ibu, aku nggak apa² koq bu!" Lina menggeser tubuhnya, menyediakan ruang kosong agar ibunya bisa duduk di sampingnya, dia sangat ingin memeluk ibunya dan membagi cerita


"Ceritakanlah, kalau bukan ibu, dengan siapa lagi kamu mau berbagi cerita?" Aira membelai surai hitam milik Lina memberi ketenangan pada putrinya


"Bu, Lina boleh pacaran?" sambil memandang wajah ibunya dengan khawatir


"Ibu,,," Lina merajuk manja pada ibunya


"Hmm, boleh koq! Tapi inget sama pelajaran kamu, bukankah sekarang kamu harus giat belajar untuk UAN nanti? Siapa dia?" Aira penasaran dengan orang yang sudah membuat anaknya jatuh cinta


"Bang Biru," jawab Lina

__ADS_1


"Biru,,, emang kapan dia bilangnya?" tanya Aira


"Bang Biru belum ngomong gitu ke aku" ucap Lina


"Terus,,,"


"Kemarin pas liburan bang Biru bilang dia lebih suka di anggap sebagai calon suami aku dari pada pacar, tapi bang Biru nggak bilang cinta atau sayang ke aku, khan aku jadi bingung, sebenarnya dia suka aku nggak sich!" Lina pun menjelaskan pada ibunya


"Ibu suka dengan kata² Biru, dia bukan seperti anak ABG pada umumnya, kalau kamu suka dia, lebih baik kalian jalanin dulu aja, kamu bisa liat dari caranya memperlakukan kamu, kalau dia beneran suka kamu, maka kamu akan jadi prioritasnya, tapi inget ya, kalian tidak boleh melakukan hal yang di luar batas, dan inget sama pelajaran kalian" Aira memberi nasihat pada putrinya


"Terimakasih bu," Lina mengeratkan pelukan pada ibunya, dia lega karena bisa mengeluarkan semua kegundahan dalam hatinya


*****


"Ra, bantuin gue ya buat dapetin Biru!" Alea tidak menyerah untuk mendapatkan Biru


"Jangan gila Al, bahkan dari dulu dia nggak pernah melirik sedikit pun ke lo" Laura mencegah rencana buruk Alea

__ADS_1


"Hey, bukankah kita satu kelas dengan Biru, dan wanita itu, lo nggak liat, bahkan dia lebih jelek dan miskin dari gue" ejek Alea yang memang cantik dan kaya


"Terserah lo ya, gue nggak ikutan, dah gue mau pulang!" Laura meninggalkan rumah Alea


__ADS_2