Memandangmu

Memandangmu
06


__ADS_3

"Dika,," sapa bu Vera yang melihat Dika sudah duduk di bangku taman


"Mau tetep disini atau mau pindah?" tawar Dika yang mengerti dengan ketidaknyamanan bu Vera


"Ngobrol disana aja" tunjuk bu Vera ke ujung taman yang memang agak remang dan jarang di lalui orang, sekaligus menguji seoarng Dika yang katanya playboy


"Pinter banget cari tempat"


"Maksudnya,,,?" bu Vera bingung dengan ucapan Dika


"Ada apa kamu ngajak kesini?" tanya bu Vera


"To the point aja kamu, basa basi dulu kek" canda Dika


"Aku masih kerjaan, masih mau koreksi tugas Fisika kelas sebelas" jawab bu Vera

__ADS_1


"Cieee, udah aku kamu aja nie" ledek Dika


"Mau ngomong sekarang atau aku pergi nich!" ancam bu Vera yang merona dengan ledekan Dika


"Kamu serius sama ucapan kamu waktu di kelas?" tanya Dika


"Kalau kamu,,,?"


"Aku tanya sama kamu itu di jawab, malah balik tanya" Dika menjeda kalimatnya


"Kamu tau umur aku berapa? Emang orang tua kamu bakal setuju? Terus kamu nggak malu ada hubungan sama orang yang lebih tua dari kamu?"


"Nanya itu satu per satu sayang, bingung aku jawabnya" blush merona juga pipi bu Vera di panggil sayang sama Dika


"Kalau itu alasan kamu, kita cuma beda lima tahun, orang tua dan teman² ku sudah tau kalau aku suka sama kamu, nich,,, jangan lihat dari harganya, tapi lihatlah dari kesungguhannya, kalau kamu terima perasaan aku kamu pakai, kalau nggak, ya terserah mau di apain, yang penting jangan di balikin, bikin nyesek" Dika memberikan cincin yang dia beli tadi siang untuk menunjukkan keseriusannya pada gurunya tersayang

__ADS_1


"Itu aku beli pakek duit aku sendiri, selama ini aku kerja di bengkel temen setiap pulang sekolah" Dika menjelaskan


"Ada gitu orang ngelamar pacarnya suruh pakek cincin sendiri!" ucap bu Vera


"Hmmm, bilang donk kalau minta di pakein! Aku pikir kamu mau tolak aku, sini, mana tangannya" bu Vera memberikan tangan kirinya pada Dika untuk di sematkan cincin di jari manisnya


"Tapi, kita rahasiain dulu ya sampai kamu lulus sekolah" pinta bu Vera


"Sama yang lain ya, tapi temen² ku sudah tau semua, boleh aku peluk dan cium kening kamu?" bu Vera hanya menganggukkan kepala tanpa bersuara


"Pulang yuk udah malem!" ajak Dika


"Duluan aja, aku ikutin di belakang kamu" sambung Dika yang melihat mobil kekasihnya terparkir di pinggir jalan


"Ya, aku duluan ya" bu Vera pun masuk ke dalam mobilnya dengan wajah yang masih merona. Dia tak menyangka bisa jatuh cinta pada anak muridnya sendiri. Bukankah cinta tak pernah memandang perbedaan? Biarkanlah ini menjadi rahasia untuk beberapa orang sampai hari kelulusan nanti

__ADS_1


Dika menaiki motor sportnya, sesuai janjinya dia akan mengantar kekasihnya sampai di rumah dengan selamat, meski tak satu kendaraan. Dika sangat bahagia karena cintanya terbalas, meski harus di rahasiakan terlebih dahulu, tapi tidak masalah, yang paling penting untuk saat ini dia bisa bersama orang yang paling di cintainya, dan berusaha untuk tidak melihat perbedaan yang ada di antara mereka


__ADS_2