Memandangmu

Memandangmu
16


__ADS_3

Hari² yang mereka lalui kini terasa indah. Namun Biru masih dengan sikap dinginnya, meski terkadang mencair sesaat. Setelah lelah dengan pelajaran yang menguras pikiran, disinilah mereka sekarang, menikmati waktu istirahat dengan ceria


"Nich,," Biru yang tiba² saja datang, meletakkan nampan di hadapan Lina


"Lho, perasaan aku belum pesen dech bang!" Lina heran karena Biru membawakan makanan yang biasa di makan Lina saat jam istirahat


"Cieeee,,, bang Biru,,, dah mulai go public ya!" goda Tiwi


"Apaan sich Wi!" sewot Lina yang merasa malu dengan godaannya


"Eh Lin, pasti Biru orangnya romantis ya! Ceritain donk pas waktu dia nembak lo kemaren" otak si kepo Dika meminta penjelasan


"Siapa juga yang di tembak?" jawab Lina


"Serius lo Ru, belum nembak tapi udah mesra gitu" Tama pun heran dengan sahabatnya


"Yang penting dia calon istri gue" akhirnya Biru pun berbicara


"Calon istri! Buktinya mana bang?" Tiwi pun melihat jari Lina yang masih kosong

__ADS_1


"Udahlah, kelas yuk, udah bel" Lina menghentikan perdebatan mereka karena bel tanda berakhirnya jam istirahat telah berbunyi


Mereka pun meninggalkan kantin dengan tujuan yang berbeda. Meski Biru masih mendapat candaan dari sahabatnya. Tak lama guru pun telah sampai di dalam kelas saat mereka baru saja duduk di bangku kelas. Detik² pun berlalu, tak terasa bel pulang sekolah berbunyi


"Akhirnya,,," sambil meregangkan tangannya ke atas, Dika menghela nafas lega


"Gila tuch calon adek ipar, ngasih tugas nggak tanggung², kenapa nggak sekalian satu buku aja such?" Tama menggerutu karena Dion memberikan tugas akhir yang sangat banyak


"Nggak usah comment bang, emang itu udah sesuai kurikulum" sahut Dion yang masih berada di dalam kelas mereka


"Nggak gue restuin baru tau lo" ancam Tama


"Biru, gue numpang boleh nggak? Sopir gue nggak bisa jemput hari ini" Alea yang melihat Biru menyandar di pintu mobil pun berusaha merayunya


"Hmm" Biru masih saja memainkan ponselnya


"Ya udah ayok, nunggu apa lagi?" Alea pun berusaha membuka pintu mobil yang masih terkunci


"Ru, bukain donk!" dengan suara yang di buat manja Alea masih berusaha membujuk Biru

__ADS_1


"Lama banget sich! Aku udah kering nungguin kamu dari tadi" Biru yang melihat Lina berjalan segera menghampirinya dan menggandeng tangan Lina sambil mengomel


"Tadi anter Tiwi dulu ke parkiran belakang" jelas Lina pada Biru


"Masuk" ucap Biru pada Lina sambil membuka pintu penumpang bagian depan dan mengabaikan Alea


"Lho Ru, koq dia yang duduk di depan, khan gue duluan yang nyampe" Alea tak terima dengan perlakuan Biru padanya


"Masuk sayang" ucap Biru menekan kata²nya


"Ya" Biru memasangkan seat belt pada Lina setelah dia duduk di dalam mobil dan menutup pelan pintu mobilnya


"Lo jadi ikut nggak?" tanya Biru


"Nggak" Alea pergi dengan hati yang kesal karena di abaikan oleh Biru


"Lho bang, mana Alea? Katanya mau ikut?" Lina bertanya karena tak melihat Alea masuk ke dalam mobil


"Pergi" jawab Biru, Lina yang mendengarnya pun tersenyum. Dia merasa senang, karena tidak ada yang akan mengusik kebersamaan mereka saat ini

__ADS_1


__ADS_2