Memandangmu

Memandangmu
21


__ADS_3

Brughh,,,,


"Ya Tuhan,, mari Bu aku bantu," Lina tanpa ragu menolong seorang ibu yang terjatuh di belakangnya


"Sepertinya kaki ibu terluka, pakai ini saja dulu, ibu duduk dulu disini, saya mau beli plester dulu" Lina memberikan saputangan yang berada di dalam tasnya untuk menutup luka pada betis ibu tadi yang masih mengeluarkan darah. Dia pun pergi ke sebuah apotik yang tidak berada jauh dari tempat itu. Dia membeli beberapa obat luka.


"Mari bu, aku bantu bersihkan lukanya" dengan telaten Lina mengobati luka ibu tersebut tanpa tahu siapa orang yang sedang dia obati, dan Lina pun enggan bertanya


"Sudah bu, tapi kalau ibu tidak yakin, ibu ke dokter saja, untuk memastikan kalau keadaan ibu baik² saja"


"Tidak apa² nak, ini hanya luka kecil, terimakasih, oh ya, nama kamu siapa?" tanya ibu itu


"Panggil saja Lina, ibu sama siapa? Kalau sendiri biar aku anter pulang" jawab Lina


"Ibu tadi kesini sama sopir, mungkin dia masih di parkiran, kamu bisa temani ibu sampai sopir ibu datang?" jelas sang ibu


"Aku akan temani ibu" ucap Lina

__ADS_1


"Oh ya, kamu masih sekolah?" tanya sang ibu


"Masih bu, tahun ini mudah²an bisa lulus" jawab Lina


"Sama seperti anak ibu, eh, itu sopir ibu sudah jemput, ibu duluan ya! Terimakasih sudah mau tolongin ibu, sampai ketemu lagi" ibu itu pun melangkahkan kaki menuju mobilnya dan tak lupa melambaikan tangan salam pada Lina


"Hati² di jalan bu" sambil membalas lambaian tangan sang ibu


"Sungguh anak yang baik, pak, tolong carikan data tentang anak itu ya!" titah sang ibu pada sopirnya


"Namanya Zalina Nya, ayahnya sudah meninggal sejak dia masih kecil, ibunya punya rumah makan yang sederhana dekat bengkel den Biru, infonya makanan disana rasanya tidak kalah dengan masakan hotel bintang lima, dan juga mereka sangat ramah pada pembelinya" jelas pak sopir


"Ya bisalah, orang non Lina itu pacarnya den Biru, ups,,,," pak sopir pun kelepasan


Sementara di dalam Mall di kota itu Biru resah menanti sang kekasihnya, karena tak seperti biasanya dia terlambat


"Yank, dari mana? Untung nggak kering nungguin kamu dari tadi!" Biru langsung mendekap sang kekasih ketika baru saja tiba

__ADS_1


"Maaf, tadi ada seorang ibu yang terjatuh di tangga, jadi aku tolongin dulu bentar" jelas Lina pada Biru yang sudah tampak merajuk


"Ya udah yuk!" Biru menggandeng tangan Lina dan menuju ke bioskop di Mall itu


Mereka berdua menikmati momen mereka yang sangat jarang terjadi beberapa hari belakangan ini. Kesibukan persiapan ujian membuat mereka harus merelakan waktu kebersamaan mereka


Sedangkan di lain tempat, nyonya Malik mendatangi rumah makan Aira


"Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?" sapa Aira


"Saya lapar, tapi saya tadi lupa bawa dompet, apa bisa saya makan dulu tapi bayarnya nanti?" tanya Sheila


"Tidak apa² bu, ibu mau makan pakai lauk apa? Silahkan pilih dan ambil sendiri ya!" Aira pun mengantarkan Sheila ke etalase yang menyediakan berbagai menu prasmanan


"Apa ibu tidak takut kalau saya penipu yang tidak akan membayar makanan ini?" tanya Sheila


"Tidak," jawab Aira tegas

__ADS_1


"Kenapa? Bahkan di rumah makan yang lain mereka harus membayar terlebih dulu" selidik Sheila


"Mungkin saya kurang bersedekah, jadi Tuhan menegur saya dengan cara ini" ucap Aira sambil tersenyum


__ADS_2