Memandangmu

Memandangmu
03


__ADS_3

"Ru, bisa tolong jemput adek gue nggak? Tanggung nich, bawa kesini aja, katanya tadi dia mau makan bakso dulu" pinta Tama yang masih sibuk dengan kayu² yang masih menempel di tangannya


"Alamatnya" sambil mengambil kunci mobil dan membawa ponselnya


"Dah gue kirim, gila ni orang, dah ngilang aja" sambil menggelengkan kepalanya


Biru menatap GPS pada layar ponselnya, dan mengikuti petunjuk GPS tersebut. Dia terus melajukan mobilnya sambil mendengarkan musik yang dia putar. Dia terhenti pada sebuah rumah sederhana, sejenak terhanyut akan kenyamanan rumah tersebut


"Bang Biru,,," Tiwi menegur Biru yang masih berdiri di depan pintu mobilnya


"Ayo pulang" hanya itu yang di katakan Biru


"Bentar ya bang, mau bantu ibu angkat sebentar" ucap Tiwi


"Eh,, Wi, udah di jemput! Ya udah buruan pulang, nanti abangnya kelamaan nunggu, sini biar gue yang bawa" Lina pun mengambil belanjaan yang berada di tangan Tiwi


"Bu, biar saya saja" Biru mengambil belanjaan yang di bawa oleh Aira ibunya Lina

__ADS_1


"Makasih nak, kamu abangnya Tiwi ya?" tanya bu Aira


"Saya teman abangnya, dan saya juga sudah menganggap Tiwi seperti adik saya sendiri" jawab Biru, begitulah dia hanya akan berbicara sopan pada orang yang lebih tua


Mereka pun meletakkan belanjaan yang mereka bawa di gudang khusus penyimpanan yang sengaja di buat oleh bu Aira


"Lina, Tiwi dan,,,," ucapan bu Aira terhenti karena dia belum tau nama Biru


"Bang Biru bu" Tiwi pun memberitahukan pada bu Aira


"Oh ya, nak Biru, ayo sini minum dan makan cemilan dulu" bu Aira pun menghidangkan es Jeruk dan kue Tiramisu di atas meja ruang tamu


"Lina yang buat, ibu mah mana sempet, kalau kamu mau masih ada di dalam, nanti kamu bawa saja" ucap bu Aira


"Dengan senang hati, apalagi gratis" Tiwi kembali jujur dengan kata²nya


"Maunya lo itu sech!" sahut Lina

__ADS_1


"Bu, kami permisi dulu, kasihan abangnya Tiwi, pasti sudah menunggu lama di rumah, ayo!" Biru pun pamit karena merasa sudah terlalu lama meninggalkan dua sahabatnya di rumah


Mereka pun melangkahkan kakinya keluar rumah Lina, dan di antar oleh Lina sampai ke dekat mobil. Tanpa kata, Biru langsung masuk ke dalam mobilnya, Tiwi pun melambaikan tangan pada Lina dan bu Aira yang masih menanti di depan pintu


"Bang, koq abang yang jemput! Emang bang Tama dimana? Atau jangan² bang Biru lagi modus ya, biar ketemu Lina, cieee bang Biru" Tiwi meledek Biru yang kasih setia saja dengan wajah datarnya


"Buat replika di rumah" tanpa menolehkan kepalanya


"Bang, mau nggak gue kenalin ma Lina? Dia anaknya baik lho! Abang pasti suka dech!" Tiwi terus saja menggoda Biru, hanya dia yang berani menggoda Biru di antara ratusan murid perempuan di sekolah mereka


"Udah kenal"


"Bang, tungguin ih, malah di tinggal, kebiasaan dech! Dasar kulkas" mereka telah sampai di rumah Biru, Tiwi yang di tinggal begitu saja di mobil, menggerutu pada Biru


"Bang Tama, liat dech adek bawa apaan?" Tiwi menghampiri Tama sambil membuka kotak yang berisi kue pemberian bu Aira


"Beli dimana?" tanya Tama yang merasakan kue itu sangat enak

__ADS_1


"Calon mertua bang Biru"


__ADS_2