Memandangmu

Memandangmu
14


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Dion setelah membawa Tiwi ke dalam kamarnya


"Nyanyilah bang, emang nggak liat tadi?" jawab Tiwi


"Emang nggak ada lagu lain? Ok, nggak masalah lagunya, tapi nggak harus joged gitu juga khan!" ucap Dion


"Kenapa nyanyi lagu itu, ya karena emang enak buat joged! Gimana abang ini" Tiwi mengerucutkan bibirnya sambil menatap jendela kamar Dion


"hmphmphhh,," dengan tiba² Dion memeluk dan mencium lembut bibir Tiwi


"Jangan gitu lagi, abang nggak kuat liatnya" lirih Dion sambil meletakkan kepalanya di bahu Tiwi


"Kenapa abang cium bibir aku?" sambil memegang bibirnya yang baru saja di perawanin sama Dion


"Kamu nggak mau! Kamu itu calon istri aku lho! Nggak apa² khan nyobain sedikit! Mau di ulang nggak?" tawar Dion


"Ich,, ada gitu guru Kimia mesum? Udahlah bang aku mau balik ke kamar" Tiwi pun merasa canggung akibat ciuman tadi

__ADS_1


"Disini aja dulu, nanti aja baliknya, ini pertama kalinya kita berdua lho Yank!"


"Hahahah,,, ternyata guru Kimia ku bisa alay juga" tawa Tiwi


"Cuma sama kamu, Yank" Dion makin mengeratkan pelukannya, dan Tiwi perlahan mulai membalas pelukan Dion


"Kamu laper nggak? Kita pesen makanan ya! Oh ya, jangan lupa bilang ke Lina, kalau kamu sama aku, nanti dia nyariin kamu, bisa heboh!" ucap Dion


"Pengen bakso mercon sama es campur, ada nggak ya? Lina udah tau kalau aku sama abang" sahut Tiwi


"Makanan yang kamu pesen nggak ada, mau ganti apa?" tanya Dion setelah melihat menu yang tersedia di villa


"Aku tinggal bentar ya! Jangan kemana² sampai aku datang"


Dion keluar kamar mencari makanan untuk mereka berdua, dia akan mengurung Tiwi sampai nanti malam, dan hari ini adalah pertama kalinya mereka berdua untuk waktu yang lama sejak mereka bertunangan


"Untung ku kunci dari luar tadi, kalau nggak, bisa bahaya" Tiwi yang mengantuk tak sengaja tertidur di ranjang, Dion pun mendekat dan membenarkan selimut. Lalu dia mengambil bantal dan ikut tidur di sofa yang berada di kamar itu

__ADS_1


"Hoaammm" sambil merentangkan tangannya Tiwi menggeliat, setelah tertidur beberapa jam


"Udah bangun, cepet cuci muka, terus makan" ucap Dion sambil menatap Tiwi yang baru bangun


"Bentar bang, masih ngantuk, ab,,," Dion yang sudah tak bisa menahan gejolaknya pun menindih tubuh Tiwi yang masih berbaring dan ******* bibirnya


"Besok kita nikah yuk Yank, jujur, abang takut khilaf" ucap Dion


"Abang minggir dulu dech, aku mau ke toilet!" Tiwi mencari alasan agar bisa lepas dari Dion


"Nggak usah alesan Yank! Aku tau kamu mau kabur" Dion yang mengetahui rencana Tiwi hanya menggeser tubuhnya, tapi tangannya tetap memeluk calon istrinya


"Aku masih satu semester lagi bang, kalau abang takut, mending abang jangan temuin aku dulu sampai lulus" ucap Tiwi


"Tiga hari setelah lulus kalau gitu, nggak ada tawaran lagi, umur abang udah tua lho Yank"


"Tapi,,, aku masih pengen kuliah bang, gimana?" Tiwi yang berencana untuk kuliah bersama Lina pun ragu untuk menikah dengan Dion

__ADS_1


"Kamu akan tetep kuliah setelah kita menikah, ayo bangun, bisa² abang khilaf kalau kelamaan seperti ini" Dion menyadari posisi mereka saat ini bisa membangkitkan singa yang sedang tidur dalam dirinya


__ADS_2