
"Untuk lagu yang kedua, saya persembahkan untuk seorang wanita yang berada disana" setelah menyelesaikan lagu pertama, kini Biru menyanyikan lagu keduanya
Melihatmu bicara
Membuatku tertawa indah
Mengajakmu berlomba
Membawamu berkelana bahagia
Apakah yang terjadi ini yang disebut takdir
Dari sekian banyaknya hati yang terpaut
Aku memilih dirimu
Seisi dunia kan menjadi saksi
Betapa aku kan menjagamu selama-lamanya
Surgapun bisa merasakan
__ADS_1
Kekuatan cinta yang kuberi
Hanya untukmu
Jadilah teman hidupku
Will you marry me
Menua bersama
Menghabiskan sisa usia
Hu
Will you marry me
Biru pun berlutut di hadapan Lina, dan mengeluarkan sebuah kotak biru yang berisikan liontin bermata biru yang indah. Semua orang terkejut menyaksikan kejadian itu. Bagaimana bisa seorang yang terkenal dingin bisa melakukan hal seromantis itu? Alea mengepalkan tangan untuk menahan amarahnya. Sedangkan Sheila hanya tersenyum, ternyata sang putra yang tak pernah dekat dengan wanita menjatuhkan hati pada gadis yang sederhana, bahkan jauh dari kata sexy
"Yank,,,, mau nggak? Pegel ni!" Biru berusaha memecahkan ketegangan yang sedang Lina rasakan, sedang Lina hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa mampu mengeluarkan kata sedikit pun. Biru segera berdiri dan memakaikan kalung di leher Lina. Aira pun tak mampu menahan air mata bahagia yang sudah lolos dari matanya, Sheila yang melihat itu segera menghampiri Aira dan memeluknya
"Kamu,,,?" Aira terkejut dengan pelukan Sheila
__ADS_1
"Saya maminya Biru, jadi saya adalah mertua Lina dan besan kamu" Sheila menjelaskan pada Aira
"Terimakasih semua, terkhusus kepada pihak sekolah yang telah mengijinkan anak saya melamar kekasihnya disini. Mungkin semua bertanya kenapa saya mengijinkan dia untuk melamar anak gadis orang padahal dia baru saja lulus? Simple,, karena saya tidak ingin mereka melakukan hal yang tidak kita inginkan. Dan saya mengundang kalian pada pesta resepsi pernikahan mereka yang akan kami adakan pada tanggal 1 bulan Juli mendatang, di hotel XX jam sepuluh pagi. Maaf kami tidak bisa mengundang kalian pada saat akad Nikah mereka karena privasi kami. Terimakasih." Entah sejak kapan Pak Malik yang merupakan ayah Biru sudah berada di panggung
Setelah pak Malik turun dari atas panggung, dia di sambut oleh istri tercintanya. Tak lupa dia mengecup kepala sang istri. Sungguh suami idaman. Dan ketika mendekat pada putranya, dia langsung memukul bahu putranya. Mereka pun beranjak dari aula menuju ke sebuah ruangan yang telah disediakan. Maklum saja sekolah itu adalah milik Malik
"Hey anak nakal, kenapa kamu nggak bilang sama papi kalau sudah punya kekasih?" sambil menepuk² pundak Biru
"Nggak mungkin papi nggak tau" jawab Biru
"Terus, kamu nggak mau kenalin papi sama calon mantu papi?" tanya Malik
"Namanya Lina" sahut Biru
"Lina, maafkan anak papi yang kurang ajar ini ya! Pasti dia selalu nyusahin kamu" sapa Malik pada Lina
"Ya om, tapi apa nggak kecepetan ya, kalau nikahnya bulan depan? Lina masih mau kuliah om"
"Kamu masih bisa kuliah koq setelah menikah! Dan semua akan menjadi tanggung jawab Biru" ucap Malik
"Tapi om,,,,"
__ADS_1
"Udah yank, kalau mau bahas ini nggak bakal kelar sampai besok juga, ayo balik ke aula, kita kumpul sama mereka untuk yang terakhirnya dengan seragam putih abu²" mereka pun berpamitan pada orang tua mereka dan menuju aula kembali
Banyak orang yang senang dengan kejadian hari ini, tapi tak banyak pula dari mereka yang nyinyir. Sedangkan sebuah rencana telah tersusun rapi di dalam otak seseorang