Memandangmu

Memandangmu
09


__ADS_3

"Bang, tumben maen ke kelas adek!" Tiwi heran karena tak biasanya Tama berkunjung ke kelasnya


"Udah denger informasi belum dek?" tanya Tama


"Wisata liburan itu ya?" Tiwi meyakinkan


"Ya, kamu mau ikut?" tanya Tam


"Bang Dion minta adek ikut, tapi kalau abang nggak bolehin, adek nggak ikut" jawab Tiwi


"Ya udah ikut aja, abang juga ikut koq! Lo ikut juga Lin?" tanya Tama pada Lina yang sedari tadi hanya diam sambil memakan kue yang dia bawa


"Ikut bang, eh bang,,," Lina terkejut karena dengan tiba² Biru mengambil kue yang di tangan Lina dan langsung masuk ke dalam mulutnya


"Kenapa?" tanya Biru


"Itu bekas gigitan gue" jawab Lina malu²


"Gue suka" sahut Biru

__ADS_1


"Hah,,, eh tunggu dech! Sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi" bang kepo mulai mencari informasi


"Kalian udah jadian?" tanya Tama


"Lin,,," ucap Tiwi


"Apaan sich, siapa juga yang jadian? Ketemu aja jarang, apalagi ngobrol, terus gimana mau jadiannya coba?" Lina yang masih malu menjelaskan pada pemirsa kepo


"Ponsel gue,," Lina mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya yang sudah berada di tangan Biru, tak lama terdengar ringtone ponsel Biru pertanda ada panggilan masuk, dan ternyata itu dari nomor Lina


"Nich,," Biru meninggalkan kelas setelah mendapat nomor ponsel Lina


"Apaan sich bang? Emang dia siapanya gue?" tanya Lina


"Udahlah Dik, kuy ke kantin, entar di tungguin Biru"


Tama dan Dika pun berjalan menuju ke kantin. Meski mereka masih heran dengan tindakan Biru tadi, namun mereka mencoba memahami. Yang mereka tahu saat ini, Biru sedang jatuh cinta


"Sumpah Lin, lo belum jadian ma bang Biru?" Tiwi terus saja mendesak Lina untuk menjelaskan sikap Biru tadi

__ADS_1


"Ya ampun Tiwi, harus berapa kali sich gue bilang ke lo, kalau gue belum jadian ma bang Biru. Nich ya,,, kita cuma baru ngobrol kemarin pas dia makan di warung ibu, itupun nggak lama, terus dia anterin gue pulang, udah gitu doank" Lina menjelaskan


"Kalau seandainya bang Biru suka lo gimana?" tanya Tiwi


"Ngarang, mungkin dia cuma anggep gue adeknya doank, sama kayak lo" elak Lina


"Asal lo tau ya, selama gue kenal bang Biru, baru kali ini gue liat dia gombalin cewek, kalau nggak terjadi di depan mata, pasti gue nggak bakalan percaya"


"Udah dech, koq jadi bahas bang Biru! Makan ajalah, mubazir nanti" Lina masih tetap mengelak tentang perasaannya


"Gila lo Ru, anak orang itu, jangan di mainin donk!" Dika mulai mengomeli Biru


"Bener tuch, lagian lo bisa gombal gitu dari mana? Bukan lo dech kayaknya! Atau tadi jiwa lo sempet ketuker sama jin raja gombal!" Tama menimpali


"Sembarangan, gue masih normal" sahut Biru sambil menikmati makanan dan minuman yang tersaji di depan mata


"Kalau lo emang suka sama dia, gue fine² aja, tapi kalau lo nggak serius, mending lo tinggalin dech! Udah cukup, jangan ngasih harapan yang nggak pasti ke anak orang, di gampar ortu mereka nyahok lo" lanjut Dika


"Kali ini gue setuju sama Dika" sahut Tama

__ADS_1


__ADS_2