Memandangmu

Memandangmu
18


__ADS_3

"Ngapain di sini?" Tama yang heran melihat Biru menghentikan mobilnya secara mendadak di sebuah rumah makan


"Makan" sambil berlalu meninggalkan Tama yang masih belum mengerti


"Dasar kulkas, semoga Lina bisa mencairkan gunung es" gumam Tama


"Gue denger" sahut Biru yang masih terdengar dengan apa yang di ucapkan oleh Tama


Biru dan Tama perlahan membuka pintu rumah makan tersebut, namun sudah bertuliskan 'Tutup', meski ragu, Tama tetap mengikuti Biru, dan mencari tau, apa yang akan Biru lakukan di tempat ini. Setelah berada di dalam, Biru mencari seseorang, namun tak mendapati keberadaannya


"Lo tunggu sini" Tama hanya menganggukkan kepala dan menarik kursi untuk duduk, sementara Biru melangkah menuju dapur


"Eh,,," Lina terkejut, karena Biru mencium pipinya tiba², dan memeluknya dari belakang


"Ibu udah pulang?" sambil memcari Aira yang tak terlihat

__ADS_1


"Udah dari tadi, biasalah, mau belanja, abang mau makan?" sambil mengelap tangannya yang basah sehabis mencuci piring


"Belum, mau makan kamu" sambil menarik dagu Lina


"Bentar aku siapin, tapi ini lepas dulu" dengan tak rela Biru melepaskan tangannya


"Ada Tama di depan" ucap Biru


"Koq abang nggak ngasih tau dari tadi kalau ada bang Tama! Ya udah abang ke depan, nanti aku bawain makanan sekalian buat bang Tama juga" Biru kembali ke meja depan dimana Tama berada, sementara Lina menyiapkan makan siang untuk mereka berdua


Kini, makanan telah tertata rapi di atas meja, menu sederhana namun soal rasa, tak kalah dari resto bintang lima. Inilah yang membuat rumah makan ibu Lina sangat laris. Bahkan sebelum jam makan siang terkadang sudah habis.


"Lo yakin bisa makan ini Ru?" Tama ragu karena tidak pernah melihat Biru makan menggunakan tangan , sedangkan hidangan yang tersedia adalah menu lesehan, dan harus makan dengan menggunakan tangan


"Gue tetep pakek sendok" sahut Biru

__ADS_1


"Udah makan, nanti keburu dingin" Lina pun melerai percakapan mereka


"Hmmmm, pantesan lo yakin" Tama menghela nafas setelah melihat adegan mesra di hadapannya. Lina membuang duri ikan dan memberikan daging ikan yang sudah bersih dari duri ke piring Biru


"Berasa jones gue kalau gini, tolong donk di kondisikan kemesraan kalian!" ujar Tama


"Siapa yang mesra sech bang! Cuma buang duri doank koq!" sahut Lina


"Udah yank, nggak usah di ladenin dia mah, ntar juga kalau pacarnya balik, mesranya nggak ketulungan" sahut Biru, dan membuat Tama melongo karena heran dengan sikap Biru yang terlihat hangat dan lembut saat bersama dengan Lina. Namun sikap Biru berbanding terbalik saat bersama yang lain, bahkan terkesan sangat dingin


"Amazing, gue baru liat sikap lain Biru, sumpah, kalau nggak liat sendiri, mungkin gue nggak percaya, pantes lo mau sama Biru" Tama pun mengatakan yang dia rasakan pada Lina


"Ya, awalnya gue juga kaget, tapi sekarang udah biasa, terkadang bang Biru lebih manja, kalau nggak ada bang Tama, biasanya gue yang nyuapin bang Biru, ups,,," Lina langsung menutup mulutnya karena tanpa sadar sudah keceplosan ngomong


"Serius,,," Tama menatap heran pada Biru

__ADS_1


"Hmm" sahut Biru sambil merangkul pundak Lina


"Khan Tama udah tau Yank, jadi sekarang kamu suapin ya! Aaaaaa" Biru menghadap Lina dan memberikan piringnya pada Lina sambil membuka mulutnya. Terjadilah acara suap²an yang tak seharusnya di saksikan oleh Tama


__ADS_2