Memandangmu

Memandangmu
20


__ADS_3

Dika tertunduk lesu di sudut kamar. Hanya menatap nanar pada layar yang sedari tadi menyala sebagai cahaya di ruangan yang gelap. Bagaimana jika nilainya memuaskan seperti yang di harapkan? Apakah hubungannya dan Vera akan berakhir? Padahal, Dika sudah menyiapkan berbagai rencana untuk membuktikan cintanya pada Vera, tanpa melihat dari jarak umur mereka yang terpaut cukup jauh. Tak seharusnya Dika menyukai Vera yang sepertinya pantas untuk menjadi kakaknya saja. Tapi, bukankah cinta tak memandang itu semua


"Maaf, kalau aku menyita waktumu" ucap Dika setelah bertemu dengan Vera di rumahnya


"Ya, ada apa? Sepertinya beban kamu banyak banget? Nggak biasanya muka kamu lecek gitu,mau di setrika nggak biar rapi?" Vera berusaha menggoda Dika agar tersenyum


Cup,,,,


"Yank,,,!" Dika kaget saat tiba² Vera mencium pipinya


"Bilang dulu donk! Khan aku bisa siap² buat nerima!" akhirnya Dika pun balik menggoda Vera

__ADS_1


"Apaan sich!" Vera pun tersipu malu dengan ulahnya sendiri


"Nggak mau di ulang? Aku udah siap lho!!" canda Dika lagi yang sangat suka melihat rona merah di wajah Vera


"Udah ich,, kamu tadi mau ngomong apa?" Vera pun berusaha menetralkan degup jantungnya dengan mengalihkan pembicaraan


"Yank, kalau besok nilai aku nggak seperti yang di harapkan gimana? Apa kamu masih mau menikah sama aku?" tanya Dika sambil menatap wajah kekasihnya


"Makasih sayang,," Dika pun mengeratkan pelukannya sambil mencium kening Vera. Mereka seakan lupa, jika bukan hanya mereka saja yang memiliki dunia ini. Mereka saling menikmati dekapan hangat yang terasa saat ini


"Udah Yank, takut khilaf" Dika pun melepaskan pelukannya, karena subu tubuhnya sudah mulai panas

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya, kalau deket kamu terus, lama² aku nggak bisa nahan" sambung Dika yang sudah berdiri


"Kamu nich, masih kecil udah mesum" sahut Vera


"Tapi aku bisa buat kamu jatuh cinta sama aku, itu yang harus di ingat, cup,,,," Dika mencium kening Vera sebelum akhirnya melangkahkan kakiknya keluar dari rumah Vera


"Bye,,, hati² di jalan ya! Jangan ngebut bawa motornya!" Vera mengantarkan Dika sampai ke depan rumah Vera


Bayangan Dika pun berlalu, Vera pun duduk merenung di atas kasurnya. Entah kenapa dia bisa jatuh cinta pada muridnya. Seorang lelaki yang lebih muda darinya. Bahkan dulu, Vera sangat membencinya, tapi lihatlah kini, dia sangat mencintai lelaki itu. Bahkan tak ingin kehilangannya. Lalu, bagaimana dengan keluarga mereka? Apakah mereka semua akan setuju? Jika saja mereka tahu, kalau Vera lebih tua dari Dika. Sungguh masalah yang rumit


Setelah berpikir dengan keras, Vera memutuskan untuk mengoreksi tugas akhir para siswanya, entah itu tugas kelompok atau tugas individu, termasuk tugas yang di buat oleh Dika. Senyum mengembang di wajah Vera, karena tugas yang di buat oleh Dika mengalami kemajuan, meski dia tahu, semua itu ada campur tangan dari Biru dan Tama, setidaknya, Dika mau berusaha untuk mendapatkan nilai yang kelulusan yang terbaik.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, kamu menepati janjimu, aku berjanji, apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu setia padamu, meski kamu tak pernah tahu"


__ADS_2