
"Hai calon bidadari surgaku,,," sapa Dika ketika melihat gadis idamannya bari turun dari taxi
"Dika, tolong jaga sikap, ini sekolah, dan juga sekarang kamu pakai seragam, jangan lupa tugas yang saya berikan kemarin" bu Vera menegur tingkah Dika
"Tenang bu, tugasnya sudah saya selesaikan dengan baik, nanti malam saya tunggu di taman komplek jam tujuh malam" ucap Dika sedikit berbisik karena tidak ingin di dengar orang lain
"Baiklah" sahut bu Vera
Bel sekolah pun berbunyi, semua murid yang masih berada di luar kelas segera masuk ke dalam kelas mereka masing². Duduk dengan rapi seolah siap menerima pelajaran, padahal tak sedikit dari mereka selalu berharap guru mereka tidak masuk, agar bisa mengisi jam kosong mereka dengan bergibah ria, bernyanyi dan bercanda bersama. Berbeda dengan harapan mereka, untuk beberapa murid teladan, mereka memilih menghabiskan waktu mereka untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah, setidaknya masih ada tempat yang tenang untuk belajar di sekolah mereka
Jika di kelas IPA sedang pusing dengan banyaknya rumus kimia yang harus mereka pecahkan bersama dengan Pak Dion, di kelas IPS pun sedang di sibukkan untuk membalancekan pemasukan uang yang di dapat pada suatu perusahaan jasa, karena ada selisih uang yang di dapat akibat perbedaan kurs mata uang yang di tetapkan perusahaan dan pemerintah. Mereka terus saja berusaha memecahkan permasalahan tersebut hingga tak menyadari bel tanda istirahat berbunyi
"Akhirnya,,, pusing banget gue sumpah" Tiwi merasa lega sambil merentangkan tangan ke atas
__ADS_1
"Lebay lo, gue juga yang ngerjain" sahut Lina
"Kantin yuk! Laper gue, nggak sempet sarapan tadi" ajak Tiwi
"Nich,,," Lina memberikan kotak bekal berisi roti lapis yang dia bawa dari rumah
"Oh makasih,,, lo emang sahabat terbaik gue" Tiwi pun memeluk Lina
"Eh,, pak Dion,, ada apa ya pak?" Tiwi heran kenapa pak Dion datang ke kelasnya
"Nich,, kemarin aku baru pulang dari Bandung" pak Dion memberikan dodol Bandung yang dia bawa
"Gue mau ke toilet dulu ya!" pamit Lina yang ingin memberikan ruang untuk dua sejoli tersebut
__ADS_1
"Nggak usah alibi Lin, disini aja, makasih ya pak oleh²nya" Tiwi berusaha mencegah kepergian Lina
"Ya udah, aku balik ke ruang guru dulu" Dion meninggalkan kelas Tiwi untuk kembali pada habitatnya
"Wi, lo serius sama pak Dion?" tanya Lina setelah pak Dion tak terlihat lagi
"Menurut lo, lagian nich ya, orang tuanya udah ngelamar gue, kalau gue bilang ya, maka terjadilah ijab qabul, bukannya lo ada ya pas gue di lamar!" ucap Tiwi
"Semoga langgeng ya!" do'a Lina tulus untuk sahabatnya
"Nich,, buat lo sama ibu, sisanya buat abang² gue di kelas seberang" Tiwi membagi dua oleh² yang di berikan pak Dion
Mereka terus saja berbincang, hingga tak terasa waktu istirahat mereka telah habis. Pelajaran selanjutnya pun di mulai. Di mulai dari pelajaran ilmu komputer dasar untuk mereka yang jurusan IPS. Sedangkan untuk jurusan IPA, saat ini mereka sedang berada di ruang lab untuk mempelajari anatomi tubuh manusia, membosankan memang, tapi itulah yang harus mereka lakukan sekarang, jika mereka ingin menjadi pribadi yang baik di masa depan
__ADS_1