
***Sekuat apapun aku menutupinya kamu pernah menetap dan memebekas disini, bahkan seterluka apapun hati ini itu tak cukup membuat aku mengubur apapun kemungkinan yang aku rencanakan.
-Alisia Wardana***-
“AVIGA BAND” Salah satu yang paling tren diantara siwa siswi angkatan Alisia saat ini, band local yang selalu berusaha dia acuhkan tapi hanya didepan teman dan sahabatnya sedangkan secara diam-diam bahkan lebih gila dari fans fanatic sekalipun dia punya semua albumnya.
Band local yang teman temannya teriaki saat ini terdiri dari alumni dua tahun diatas mereka, anggotanya adalah :
RINGGO JAYA sebagai vocalis sekaligus yang memiliki paras tegas menawan,
ANGGA SATRIA si keyboard dengan tatapan mata elang dan wajah maskulinnya,
BIMO MULYADI LUKMAN si drammer dengan postur tubuh tinggi menjulang sekaligus sipendiam tapi tetap menarik perhatian,
WISNU BIMANTARA sebagai gitaris kanan yang terlihat gagah dengan senyum cerah kebanggaannya,
dan terakhir si gitaris sisi kiri REYHAN KUSUMA yang wajahnya melebihi dari semua yang terpampang jelas didepan sana, selain hebat dengan pacar dan mantannya dia juga punya semua paket komplit dan itu tak lepas dari pandangan Alisia maupun Jenni.
“dan kutukanmu Ca mehipnotis siapa saja disini, apakah tuan putri yakin untuk tetap melajutkan ini” sanggah Jenni langsung.
“Haaah” desahnya teratur “apa lagi yang harus kita hindari Jen, mari sama-sama kita nikmatyi seakan tak terjadi apapun” kilahnya menaik Jenni agar lebih kedepan”
Jenni paham bagaimana sahabatnya, pesona ini yang ditampilkan secara tak langsung meskipun Rayhan sendiri tak menunjukan secara khusus kepada sahabatnya.
Siapapun disana dibuai mesra dan manghanyutkan oleh pesonanya dan itu Jennipun tak bias memungkirinya.
Acara penutupan perpisahan yang sangat sesuai dengan selera mereka disana mengirama indah dan membuat siapaun bisa meng-halu-ria terlebih makhluk didepan sana sekaligus bisa dijadikan objek cuci mata dan ini sangat mempesona.
__ADS_1
Dan dengan kekaguman ini menambah semangat personil masing-masing band terlebih dari sorakan fans perempuan yang tak hentinya berteriak kencang.
Reyhan disana sebetulnya mencari dimana tepatnya Alisia berada dan seiring Alisia semakin mendekat kedepan Reyhan menangkap sosok itu.
Dia tau Alisia tak akan mengabaikannya terlebih dengan pesonanya yang satu ini. Alisia sangat menyukai nada gitar terlebih “kalau kak Rayhan yang memainkannya “ itu kalimat yang selalu pas menyimbulkan senyum tertampannya.
Tampak dibarisan kedua agak kebelakang Jenni mamainkan tangannya seperti yang lain, melambai kekiri dan kekanan tapi tidak dengan Alisia dia menikmati senyum yang dulu paling dia kenal.
Senyum yang dulu selalu menjadi candu dan penyemangatnya. Senyum yang selalu menenangkannya.
Dan terlepas dari kata kutukan yang mereka bahas Alisia berfikir sepertinya moment ini pengecualian.
Biarlah terserah hatinya, toh diapun sendiri juga menikmati prosesnya, entah senang atau sedih pada akhirnya itu sudah seharusnya terjadi.
Entah kutukan atau keberuntungan dia merasa sangat bersyukur pernah menikmati senyum itu yang dulu tertuju langsung padanya.
“Semangat kak Rey” teriaknya kencang dan tak lupa juga melambaikan tangannya mengikuti Jenni dan menatapnya jahil
“mari kita nikmati waktu yang tersisa inces” sambil melirik sekan penuh misteri, dan anggukan Jenni seakan membuat Alisia menjadi orang lain padahal tanpa itupun dia memang udah berniat mengesampingkan dulu semua perasaannya.
Pada akhirnya seperti apapun Alisia berusaha untuk memungkiri semua kenyataan, pandangannya selalu tertuju pada tempat dan orang yang sama, pada arah dan tujuan yang sama bahkan hatinya secara terang-terangan melawannya.
Senyuman itu memang sangat sangat mendominasinya hingga sampai detik dinafasnya saat ini senyum itu tetap membelenggunya.
Sekian penampilan dari kami, terimakasih untuk semangat dan antusianya semua adik-adik disini.
Doakan selalu kesuksesan kami ya dan sampai berjumpa lagi dilain waktu. Kami “AVIGA BAND” wassalam terang mereka menutup penampilannya.
__ADS_1
Dan hujan deras mengguyur seakan tak melupakan bagiannya dan memperjelas bahwa hari ini semua senyum semua kenangan dan semua perumpamaan akan menjadi ingatan entah terabaikan atau bahkan terlupakan.
Alisia dan Jenni meteka berlarian sesegera mungkin untuk mencari tempat berlindung meskipun hujan sudah memabasahi bahkan semua baju yang melekat ditubuh mereka.
“yah kan Ca tadi lagi diajak pulang nggak mau, jadi basah basah manjahkan sekarang” tuduhnya merayu sambil mengibaskan rok kebayanya.
“Apa sih Jen jangan mulai yam au jurus yang mana ini sambil memperagakan tanganya, dan belum sempat Alisia ingin memukul pelan lengan Jenni tiba-tiba dia mendengar suara seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.
Suara yang sangat di kenalinya, dua tahun lalu bahkan sampai detik terakhir tadi.
“Hai Ca maaf baru menjumpaimu sekarang apa kabar” senyumnya menjulang cerah mengalahkan beningnya air hujan yang turun. Dan Alisia diam seribu bahasa.
“pulang bareng yuk kakak antar sekalian dengan Jenni” sambil menggenggam dan menarik tangan Alisia.
Awalnya Alisia ragu tapi dengan tidak ada siapa siapa ataupun sirubah betina yang mengikutinya Alisia mengangguk otomatis seperti emoji pajangan yang lagi hits diantara mereka.
Dan tanpa persetujuan Jenni Alisia menarik tangan Jenni untuk mengikutinya juga.
Reyhan tau Alisia pasti akan canggung kalau berdua dengannya saja dan untuk mengatasi itu dia menjadikan Jenni sebagai alasan agar Alisia tidak menolak ajakannya.
Dengan acara perpisahan yang telah resmi ditutup semua siswa dan siswi sepakat untuk meninggalkan sekolah tak terkecuali semua penitia dan penganggung jawab sekalian.
Karna hujan deras ini terpaksa membuat mereka mengatur janji untuk merapikan dihari berikutnya saja.
hay man temannb jumpa lagi kitanya.. tolong tetap support ya niatnya mau buat yang cetar dengan cerita yang super bucin dan ending yang tak terlupakan💗💗💗
Salam hangattt❣️❣️❣️❣️ Putri Andini❣️❣️❣️
__ADS_1