MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
11. KEHILANGAN KEDUA KALINYA


__ADS_3

***Menjerat atau terjerat kamu pilih salah satu. Dan dari apapun pilihanmu, kamu tetap hanya boleh melihatku. Jangan harap bisa lepas lagi.


-ardan arditia***-


Sesampainya didekat mobil Reyhan membukakan pintu untuk kursi penumpang, Jenni otomatis udah lebih duluan masuk dan dia menggerutu kedinginan.


Tapi lain dengan Alisia dia terdiam sendiri sambil memperhatikan kursi bagian depan disamping pengemudi ternyata diluar kejutan yang diharapkannya.


Rayhan memasuki mobil sesegera mungkin karna hujan semakin deras dan rapat menghujani bumi.


Dan tanpa dia sadari Alisia masih terpaku diam ditempatnya. Jeng….jeng… dikursi depan terlihat Erna dengan senyum angkuhnya mengejek Alisia seperkian detik dengan senyum simpulnya seakan menjelaskan “kamu bukan siapapun baginya Alisia”.


Dan dari sinipun Alisia merasa sudah kalah bahkan sebelum memulainya. Takdir selalu saja mempermainkan hatinya.


Jika memang begini kenapa dia mesti harus tampak manis membuat Alisia menghianati dirinya sendiri.


Jenni yang paham akan situasi menyentakkan Alisia “Ayo Ca kenapa diam saja diluarkan hujan deras nanti kita akan sakit kalau lama lama dengan pakaian basah begini, aku sudah sangat kedinginan Ca lari larian dari tadi dan juga lapar” rengeknya tidak sabaran.


Alisia mengalihkan pandangannya secepat kilat ke arah Jenni, dia tidak ingin merusak suasana.


Sudah syukur kakak kelasnya masih memperdulikannya dan memberikan tumpangan gratis, mumpung juga dia lapar rasanya ingin segera dirumah saja makan masakan mama tersayang dan istirahat, karna semua drama ini sudah cukup sangat sangat menguras tenaganya.


Tapi belum sempat Alisia masuk dan menjawab perkataan Jenni tiba-tiba ada yang marik tangannya paksa.


Seakan menyeretnya kedalam lembah terdalam. Dan wangi parfume yang dulu dia kenal kembali lagi berputar dimemori ingatannya.


Karna masih mencerna pertanyaan Jenni Alisia tanpa sadar mengikuti kemana arah tarikan tangannya dengan berlari-lari kecil. Mungkinkah dia salah tebak atau jangan-janagn ini orang mesum.

__ADS_1


Dan stelah agak menjarak dari mobil Kak Rey Alisia mengumpulkan kesadaran dan tenaganya dia berusaha berhenti dan menarik tangannya.


“Apa yang kamu lakukan!” bentaknya setengah lantang. Dan sambil mengangkat wajah memandangi siapa yang dibentaknya Alisia pucat setengah mati seakan semua oksigen pergi meninggalkan paru-parunya. Dan dia menyesali reaksinya yang berlebihan.


“Mampuslah sudah habis semua, rencana apa yang akan terjadi selanjutnya dia hanya bisa berdoa didalam hati semoga dia masih bernafas hingga nanti malam.


Didalam mobil kak rey..


“Alisia!!!” pekik Jenni lantang tapi kak Rey menahan tangan Jenni sambil berfikir kebingungan.


“Siapa dia apakah betul dia yang dulu. Bukankah perjanjiannya seharusnya berakhir tepat setelah kalian tamat. Kenapa dia kembali. Apa sebetulnya yang terjadi Jen” coba jelaskan paniknya tak terperi.


Erna yang berada disampingnya merasa tidak suka dengan sikap kak Rey yang dia nilai terlalu berlebihan.


“Cih apa sih ini kenapa dia sepanik itu padahal tadi seperti seakan tidak peduli dengannya. Bahkan dengan sengaja mengabaikannya, apa semua perlakuannya padaku hanya untuk memanfaatkan saja supaya si Alisia itu cemburu?”


Memang apa sih yang lebih darimu dibanding aku. Aku justru lebih dari segalanya dibandingkan kamu. Awas kau Alisia” Gumam Erna tak suka.


Jenni yang melihat kepergian Alisia yang tak mampu dia cegah tiba-tiba menagis sejadi-jadinya. “Kak Rey bagaimana ini dia pasti akan terluka lagi, cukup dimasalalu sekarang jangan Alisia sudah mulai bisa tersenyum dan melupakan semua tapi kenapa dia kembali tanpa persetujuan seperti ini.


Alisia pasti akan menderita lagi. Padahal tinggal sedikit lagi dia pasti akan lepas sepenuhnya dari si batu es situ. Kak jawab kita harus bagaimana? Racau Jenni terisak-isak.


Kak Rey hanya terdiam, dulupun begitu. Karna tak ada mempunyai kekuatan apa lagi jaminan Reyhan membiarkan Alisia tersesat dengan arahnya.


Melepasnya pergi tanpa dia mampu berbuat apa apa. Dan rasa penyesalan itu sampai sekarang tetap kental meghantui raga dan sukmanya.


Bayangan Alisia yang menangis memohon dan tak ingin melepas genggamannya masih hangat membekas dibenaknya. Putaran kenangan lalu kembali dan itu sukses untuknya mengeluh dan menyesali semua.

__ADS_1


Dan sekarang semua kembali terulang lagi. Seakan memperolokkan dirinya sendiri. Alisia lepas lagi dari pandangannya yang jika dia sadar pasti wajah dulu yang paling tidak mau dia lihat dari Alisia akan kembali muncul penuh ketakutan dan permohonan.


Tanpa pikir panjang Reyhan mendorong kembali pintu mobil hendak ingin mengejar Alisia dan melindunginya dengan semua kekuatan yang dia punya.


Iya, dia harus bisa menjadi perisai pelindung untuk Alisia sebab dari awal tujuannya untuk kembali adalah itu. Menjadi punggung untuk perempuan kecilnya bersandar agar tetap bisa tersenyum melebihi cerahnya mentari.


Disaat reyhan ingin keluar Erna menarik tangannya, “Kak mau kemana, dia pasti tidak akan apa-apa buktinya dia menurutkan dan tidak melawan” tutur Erna ketus. Dan itu siap membuat Jenni mendidih.


“memang kau tau apa haaa!!! Apa yang kau ketahui sampai bisa berbicara begitu, siapa kau sampai bisa menjabarkan dia akan baik-baik saja, atau kau hanya jengkel karna kak rey lebih peduli padanya” sulut jenni menajamkan matanya sambil bersiap ingin menarik tusuk konde dikepala Erna.


“Kesini kau” teriak Jenni dan dengan sigap langsung meraih kepala Erna dengan tangannya yang mulus mendarat di tusuk konde kebanggan Erna hari ini.


Jenni sekuat tenaga karna juga memang sudah kesal dari awal kepada Erna dan dalam hati dia berteriak kencang “ini untuk ALisia-ku yang secara tak langsung kau anggap remeh, ini untukku yang dengan gampang kau anggap sepele dan dengan gerakan menarik yang ketiga ternyata Erna membalas balik Jenni.


“lepaskan!! Kau pikir kau siapa haaaah akan aku adukan kau kepapaku, dan mari kita l;ihat apakah kau masih ammpu sekuat ini” bentaknya tak mau kalah. Dan mereka bermain ria saling jambakan.


Reyhan yang pas berada disamping mereka hanya bisa mengurut dahinya pelan. Dia tak habis pikir, semua memang karna kesalahannya.


Seharusnya dia tak melibatkan Erna barusan. Seharusnya dia langsung saja membawa Alisia pulang jadi ini dan ini tak perlu terjadi.


Dia gusar dengan semua yang terjadi, Alisia yang telah dibawa lari entah kemana dan perempuan perempuan bar-bar berdua yang tak mau saling mengalah dan dari semua pikiran Reyhan tetap lebih terfokus pada Alisia.


Kemana dan dimana dia membawa perempuan kecilnya sebenarnya.


jeng..jeng.jeenggg...hayy man teman... selamat bergabung kembali ya❣️❣️


luph sooo much💗

__ADS_1


salam hangat ❣️Putri andini❣️


__ADS_2