MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
17. TERTAHAN ATAU DITAHAN (Bongkar I)


__ADS_3

Ibaratnya benang merah sejauh apapun akan tetap terhubung, dan seperti aku kepadamu walau hanya sebatas aku itu cukup. Hanya aku yang boleh memilikimu tanpa kecuali.


Dan dengan langkah pasti mereka segera mencari ruangan ayahnya Ardan. Tapi Ardan sedang memikirkan cara supaya tidak betulan berjumpa dengan ayahnya karna pastinya hanya omelan dan doa pahlawan yang selalu disampaikan oleh beliau dan itu hampir setiap hari menggema dan menjadi hapalan tersendiri bagi Ardan.


“aku jadi malas kesana nanti hanya diomeli saja apalagi inikan hari jumat ayah pasti sudah kembali duluan kerumah” dengan gaya pura-pura lupanya yang kental “aku ke toilet duluan ya” elaknya sambil berlari meninggalkan para sahabatnya.


“kau, aku sadah tau pasti akan begini selalu saja” erang salah satu sahabatnya. Mereka sebetulnya memang mau menemani Ardan selain seperjuangan Ardan juga merupakan seorang yang luwes bijaksana dan tentunya royal kepada semua sahabatnya, tapi tentu hubungan itu timbal balik juga simbiosis mutualisme pastinya.


Dan untuk menjumpai ayahnya Ardan mereka berharap sama-sama bisa mendapatkan ilmu tambahan bukan hanya alasan yang tak jelas begini. Dan mereka semua tau Ardan itu seperti apa sebenarnya.


Mereka merupakan lima sekawan yang terdiri dari CEO muda berbakat. Lulusan dari luar negeri semua kecuali ada satu yang tetap menuntut ilmu ditanah air tercinta. Mereka adalah DEBI NUGRAHA, ANDIKA WINANDA, NAUFAL SAMUDRA, RAJA WIGUNA, dan siketua terpongah ARDAN ARDITIA, yang kebetulan mereka semua bergerak dalam bidang properti furniture dan desain yang saling berhubungan.


Selain bersahabat mereka juga mitra bisnis yang paling dicari oleh rekan yang lainnya. Muda berbakat dan pro siapa yang tidak akan tertarik, malahan diantara mereka sering berjumpa dengan mitra bisnis yang menawarkan anak gadis mereka tapi apalah daya tolakan manis mereka justru membuat daya terik tersendiri. “Menawan pastinya”.


Kembali kebagian Ardan..

__ADS_1


Setelah menemukan dan masuk kedalam toilet yang dia cari khusus bagian laki-laki, Ardan yang berada dalam satu bilik kamar mandi tanpa sengaja mendengar obrolan siswa-siswa yang terdiri dari lima orang yang Ardan sendiri pasti tak mengenali suaranya.


Jadi karna penasaran dia membuka pintu bilik tempatnya secara perlahan. Dan diantara lima orang tersebut Ardan mengenali salah satunya siswa yang entah kenapa dengan melihat wajahnya saja sudah membuat Ardan geram tak menentu.


“Jadi nanti kalian harus membuat Alisia manjauh dari teman-temannya karna sekarang hari jumat biasanya dia pulang sendiri” dari jauh Ardan merasa tertarik karna yang dibahas sudah pasti Alisia-nya.


Sebab yang mengkepalai percakapan tersebut adalah laki-laki yang tadi dipanggil dengan sebutan kak Rey penuh senyuman oelh Alisia sendiri.


Ardan merasa akan ada hal yang tidak baik yang menimpa Alisia nanti, itu disimpulkannya dari senyuman licik yang dari sana Rey tunjukkan. Dan merasa perlu berlama-lama disana menunggu rencana selanjutnya, tanpa komado telepon genggam Ardan berbunyi yang sontak juga membuatnya terkejut.


Sambil berdehem hebat menetralkan semua yang dia pikirkan dia menjawab pasti “apa” sambil tetap melirik kearah siswa yang juga terlihat terlonjak dan seiring suara Ardan yang menggema mereka semua dengan satu anggukan memisahkan diri satu-persatu.


“awas kau Ardan, kedepan aku tidak akan pernah tergoda lagi dengan traktiran makan siang mu, aku bisa makan sendiri” bentaknya seakan apa yang dia genggam masih terhubung dengan lawan bicaranya.


“kau kan jomblo mau makan dengan Sukirman ya” (ba*ci sebelah) dengan pukulan khas dipundak sahabatnya Andika menimpali “kita semua makan bukannya tak sanggup atau tak mau pergi, cuma makan siang ini seakan menjadi dosa tersendiri kalau keluar sendiri-sendiri dan sudah jelas nanti jadi rumor kutukan mantanlah, inilah itulah bukankah secara tak langsung Ardan juga membantu menyelamatkan kita”?”

__ADS_1


Samudra hanya mengurut dadanya frustasi “aku ragu kalian teman atau lawan” dan otomatis temannya yang lain menjitak kepala Samudra kuat.


Kita musuh musuh abadi karna kau kau dan kau tidak ada satupun yang melirik kepadaku” hentaknya sok manja membuat yang lain merasa jijik tak terperi.


“Sudah sudahlah aku ada janji mendadak kalian mau ikut atau tidak terserah” putus Andika menengahi dan melangkah pasti menuju mobilnya berada dan itu sontak membuat yang lain bersorak “aku ikut harus ikut, karna kau yang memaksa” angkuh yang lain tak tertolong.


Dibagian Andika karna memang kebetulan sudah mendekati jam pulang dia berusaha mencari tempat agar tetap berada disana dan sekalian mana tau bias berjumpa dengan siswa yang dia incar.


Dan tanpa disangka dilorong yang sepi itu dia mendengar kata yang hampir saja membuat bola matanya keluar “kita harus mendapatkan Alisia tersebut, dengan kambing hitam yang kita punya aku yakin bukan kita yang disalahkan, kalian pasti juga penasarankan sebaikmana aku bekerja.”


“Kita tetap ikuti aturan mainnya Rey tapi tentu melanjutkan rencana kita disaat Rey lengah, aku sudah tidak sabar ingin membuat gadis kecil itu memohon dan mengambil apapun yang ingin aku ambil” tawanya yang menggema diikuti oleh kawannya yang lain yang otomatis membuat Rey terdiam mengepalkan tangan erat, seakan ingin langsung saja membunuh mereka semua tapi peraturan tetap peraturan.


Jadi selagi pikirannya masih sejernih air putih dia berusaha meredam emosinya.


“Awas kalian” gumam Rey mendominasi. Tak akan ada satupun diantara kalian tanpa terkecuali dan kalaupun ada aku yang akan menghancurkan kalian duluan geramnya sambil mengekori kemana keempat siswa tersebut melangkah. Hanya aku - hanya aku yang boleh membelenggunya.

__ADS_1


hayyy man teman dan nuna nuna nan thantiikkk.. Maaf ya waktu upnya awut awutan🙏🙏😇. Mari berperan langsung didunia yang aku ciptakan..


salam hangat ❣️❣️Putri Andini❣️❣️


__ADS_2