
***Bahkan rasa takut pun tidak mampu memburamkan yakinku kepadamu.. Tapi yang seharusnya aku sadari bahkan jarak sejengkalpun tetap terasa bermil jauhnya. Kamu tetap tak tergenggam..
_Alisia***_
Dengan berjalan sesantai mungkin seakan tak mengenali situasi apapun yang akan terjadi Ardan melangkah mantap. Dengan langkah pasti dia berusaha mengimbangi langkah para siswa yang didepannya yang terlihat agak tergesa-gera tanpa menyadari kehadiran Ardan sama sekali.
Bel tanda sekolah berakhirpun berbunyi nyaring……
Mereka yang sudah mengatur strategi mendadak mempercepat langkahnya masing-masing menuju lokal yang beberapa minggu ini membuat Ardan dan sahabatnya selalu mengitari jalan yang membuang-buang waktu. Ya.. kelas Alisia-nya.
Disana kebetulan hanya tertinggal Alisia sendirian, sebab tadi kak Rey-nya berpesan akan menjemput Alisia dan dia menyetujuinya menunggu Reyhan datang.
Tiba-tiba…
Dari lokal sebelah Ardan berusaha membaca situasi dan mendengarkan secara seksama sambil menahan emosinya yang memuncak.
“Haii.. Alisia Wardana ayo ikut kami ada seseorang yang menunggumu.” Alisia tentunya tak menyangka “ehh kak Nathan ada apa?” “Ikut saja jelasnya sambil dahuluan melangkah.
Dengan langkah yang semakin menjauhi sekolahnya bahkan jauh dari tempat janji temunya semula, Alisia merasa agak berdebar dipikirannya “apakah ini hari keberuntungan yang tertunda, mungkinkah kak Rey sudah merencanakan semua jauh-jauh hari, uwaaaa… bagaimana ini?? Hentak hatinya semangat.
__ADS_1
Tapi dimenit berikutnya Alisia mulai merasa ada yang janggal. “Kemana mereka akan membawanya, apakah betul ini menuju ketempat janjiannya.
Kenapa ini malah semakain jauh dari sekolah dan ini sudah semakin jauh dari keramaian bahkan sekolah telah dibubarkan dan diapun sendiri tidak mengetahui ada tempat sesunyi ini di lingkungan luar sekolah.” Dan sikap gusarnyapun bisa diterjemahkan langsung oleh Nathan.
“Tenanglah Alisia kamu jangan memasang wajah seperti itu, kami tidak akan menyakitimu disana dia menunggumu, dan tidak ada alasan bagiku melukaimu” sambil melangkah memimpin arah tujuan berpaling kedepan dia menyeringai tajam.
Alisia secara tidak langsungpun setuju, kak Rey pernah mengenalkan kepadanya siapa kak Nathan dan Alisiapun juga sudah lama mengenalnya meskipun tidak dengan tiga lainnya.
“sebentar lagi kamu akan tau bagaimana dunia ini sebenarnya, aku akan menikmati ini segera gadis polos dan membuat tempat sekolah yang akan kamu kunjungi setiap hari menjadi tempat neraka terpencil bagimu sendiri.
Bayang-bayang mimpi burukmu akan aku ciptakan secepatnya” gumamnya untuknya sendiri.
Bagaimana dia dengan angkuhnya membanggakan gadis manja ini, sebab tak ada yang mampu menandingi pesonanya juga dan Nathan bangga akan itu. “Kau dan dia harus merasakan akibatnya. Aku akan melukai apapun yang berharga bagimu Reyhan. Kau lihat saja.
Langkah terakhir klop pas sampailah mereka ditempat yang dituju. Lorong terpencil yang memiliki ruang lengkap dengan api unggun dan corak warna gelap yang dominan yang memang sudah disiapkan oleh teman Reyhan sendiri yang pastinya diluar rencana yang disepakati.
“Alisia berteriaklah kalau kamu ingin berteriak karna setelah tenggang rasa ku menipis aku bahkan tak akan membiarkanmu bernafas bebas, jadi teriaklah minta tolong sebelum aku melarangmu meskipun kami yakin tidak akan ada yang menolongmu” Nathan mendelik tajam dan mereka tertawa serentak
Sontak itu membuat Alisia merasa ngeri, sebetulnya apa yang terjadi dalam rasa bingung dan takut yang kian menyatu Alisia menggenggam ujung roknya sambil tetap terlihat kuat dia memberanikan diri “apa yang kalian inginkan, apakah kalian tidak segan kepada kak Rey, kalian kan teman terdekatnya dan kau kak Nathan” tunjuknya lantang
__ADS_1
Kita nikmati ini gadis kecil, aku ingin tau apa betul kelebihan dan pesonamu. “sambil mencengkram dagunya Alisia Nathan mendekat “akan aku beri tahu kau satu rahasia apa kau mau mendengarnya, tapi aku tidak menjamin itu akan baik untukmu.”
Alisia meyakinkan diri bahwa tidak akan ada hal terburuk apapun yang akan terjadi, kak Rey nya pasti akan menolongnya “memang seperti inilah ya seharusnya, rasa cemburu kalian mengubur kalian secara tidak langsung dan pemikiran pendek kalian merusak semuanya.
Kalian lah yang merusak itu sendiri lalu kenapa menyalahkanku” teriak Alisia berusaha mendominasi keadaan.
Cengkraman yang kuat sontak terlepas dari dagunya, dan dengan begitu juga Nathan maju mendekat kearah Alisia.
“Kamu kira kami akan terpengaruh, perset*n dengan apapun kamu harus menangggung dan mengganti ini semua tapi sebelumnya kamu harus tau dulu apa rahasianya.
“Dengarkanlah dan pahami baik-baik. Reyhan-lah yang menyuruh kami membawamu kesini, jadi apa kamu yakin kalau dia akan menolongmu.
Bisa saja dia berada diluar lorong ini dengan sambil tertawa atas kebodohanmu. Sadar seharusnya kamu yang dimanfaatkannya dan kami tentu tidak rugi apapun, malahan kami akan dengan senang hati menikmati setiap detiknya paham” tatapnya tajam.
Sementara disudut yang yang lain ada sesosok manusia yang seakan menahan nafasnya habis-habisan “kalian sendiri yang memintanya, aku tidak akan melepaskan kalian tanpa terkecuali” seringainya cukup membuat siapapun tak mampu bergerak. Itu sangat sangat menakutkan.
Hayyy man teman like dan vote ya biyar nini-nya semakin semangat.. Mari ramaikan untuk eonni-eonni dan bambang semuanya..
Salam terhangat ❣️❣️Putri Andini❣️❣️
__ADS_1