MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
7. PERPISAHAN SEKOLAH – Konflik II


__ADS_3

***Ibaratnya hati aku bersyukur dia membatu, dan kamu aku memilih untuk tak menoleh dan terpuruk lebih jauh. Hati dan rasa aku yang menguburnya sendiri dalam –dalam. Terimakasih pernah ada dan jangan hadir lagi.


-Putri ANdini***-


Dengan semua yang sudah jauh jauh hari mereka persiapkan Alisia yakin dia tidak akan mengecewakan siapapun.


Dia maupun grup angkatannya, semua pasti akan memberikan penampilan yang maksimal dan terbaik.


Alisia berdiri pas ditengah tengah antara pengiring yang lain dia sekan menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut.


“Kau kembali dalam jangkauan ku gadis kecil, aku tak penah salah dalam rencana apapun untuk kembali menemuimu dan tak akan ku lepas lagi” gumam seseorang didepan sana.


Cuaca yang mulai bersahat membuat semuanya bersemangat dan tanpa disengaja ditengah para guru dan staff mata Alisia menangkap mata elang yang secara terang terangan tersenyum sinis kepadanya.


Untungnya dia menangkap tatapan itu sesaat setelah penghayatannya berakhir dengan menahan segenap gugup dia berusaha memimpin yang lain untuk mengakhiri penampilan.


Mereka sambil membungkuk dan segera turun dari podium acara untuk segera berlindung dari teriknya matahari yang menyinari.


Alisia sendiri langsung menghampiri Jenni yang sekarang tampak berbarengan dengan Riko.

__ADS_1


Karna semua memang sudah membaur semenjak acara dimulai dan dengan baju putih abu abu yang sama dengan yang lain tidak akan membuat mereka asing ditempat yang sebetulnya memang asing.


“Jen aku melihatnya lagi” sambil menggenggam tangan Jenni kuat Alisia meringis takut. Dan dari itu semua Jenni bisa mengenali sikap Alisia. Dia tidak akan seperti ini kalau bukan karna troma atau masalalunya yang kembali.


“dimana dia” jawab Jenni menegang, dia tau apa maksud Alisia pasti itu tidak ada yang lain. Dan segera menoleh kesana kemari tiba-tiba Jenni melihat yang menurutnya membuat Alisia begini.


“Kak Rey lagi ya Ca” jawabnya lesu. Diujung sana dari arah matanya memandang dia melihat mantan kakak kelasnya yang dua tahun diatas mereka. Jenni kenal betul itu siapa, setiap saat dulu Alisianya pasti tidak akan henti hentinya menceritakan siapa sosok tersebut.


Cinta pertama yang merugikan begitu sarkasnya Jenni menganggap sidia tersebut. Sambil menunjuk dengan kepalanya Riko dan yang lain juga Alisia menoleh kearah yang dilontarkan Jenni.


Disana mereka bisa memperhatikan dengan seksama bagaimana cara Rey menggoda adik kelasnya yang pastinya satu angkatan dengan mereka. Dan sigenit itu sendiri menikmatinya tuduh Jenni menimpali. “bukan Jen” saut Alisia menggeleng.


Tapi Jenni langsung berucap “untuk apalagi Ca kamu kan dari dulu tau kalau dia memang begitu, kenapa tiba tiba selemah ini, “Wanda yang melirik Alisia pun menjadi terdiam dan penuh pertanyaan, apa ini yang dibilang Riko kalau Alisia belum bisa move on setelah sekian lama, dan itu kepada mantan kakak kelasnya sendiri.


Wanda tetap memperhatikan interaksi Alisia dan Jenni. “bukan itu kalau yang ini aku bahkan sudah melihatnya meskipun dari jauh Jen” dan Jennipun langsung menoleh kepada Alisia “jangan bilang kalau kamu membuntuti dia secara daim diam lagi ya Ca” tuduh Jenni menajam.


Dan itu juga berhasil membuat Riko menoleh kembali kepada mereka dan terdiam seribu bahasa dengan pemikiran anehnya “jadi Alisia masih memendam rasa” gumam Riko tertahan sambil melirik Wanda dan temannya yang lain.


Wanda pun juga tengan memandangi Riko seakan meminta penjelasan dan dari cara pandangnya Riko hanya menggeleng sebagai jawaban dari isyarat mata Wanda.

__ADS_1


“Jen jangan berpikiran begitu lagi, itu dulu” jawab Alisia menjelaskan.


Dulu karena ingin tahunya yang tinggi dan rasa yang membuncah dia melupakan harga dirinya, dan anehnya dari semua yang Alisia perbuat bukan Kak Reyhannya tidak mengetahui. Malahan dia sengaja ingin mengetahui bagaimana reaksi Alisia jika dia seandainya begini atau begitu.


Dan itu semua seakan menjadi hiburan tersendiri baginya, sedangkan Alisia yang bodoh selalu saja terbakar cemburu tanpa kejelasan tapi Jenni yang memang dari kecil dekat dengan Alisia selalu berusaha membentengi setiap kecerobohannya.


Bagi Jenni lelaki yang seperti Kak Rey itu tidak pantas dengan Alisia yang selalu saja bersedih kalau sudah bercerita tentangnya. Dan dari sekian cerita Alisia Jenni memahami satu hal bahwa dia hanya memepermainkan Alisia dan dari sanalah permusuhan terselebung Jenni tercipta.


Dia secara terang terangan tidak menyukai kakak kelasnya tersebut terlepas bagaimana waktu bahagia Alisia bercerita kepadanya.


Pemikirannya menetap pada satuhal bahwa Alisia harus menjauhinya siKak Rey dan jangan sampai berjumpa sekalian. Sebab dari sekian cerita bagi Jenni Kak Rey tersebut tidak ada baiknya.


“jadi ada apa sebenarnya Ca” aku kebingungan sambil mendelik Jenni membesarkan matanya. “Dia” jawab Alisia tertahan. “Dia kembali Jenni” ungkap Alisia “dia didepan sana diantara semua guru dia melihatku dengan tatapan itu lagi dan dia tersenyum seakan mendominasiku dia datang lagi Jen”, sambil berkaca-kaca Alisia menggenggam tangan Jenni.


“dia siapa kenapa semakin menjadi ketakutan sperti ini Ca ada apa siapa yang kamu maksud Tanya Jenni bertubi-tubi” “Dia Jen dia anak pemilik yayasan sekolah kita dia Jen si brengsek yang dulu dia Ardan Jen dia yang merusak segalanya”


Jenni membelalak dan terdiam sekan meresapi semuanya, semua kenangan yang membuatnya harus memutar ulang setiap incinya. Dan itu menyakitkan..


❣️❣️

__ADS_1


hayy man teman jumpa lagi kitanya.. selamat menikmati semoga terhibur💫


❣️salam hangat Putri ANdini❣️


__ADS_2