MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
9. PERPISAHAN SEKOLAH – Kutukan dan Tekadnya


__ADS_3

Memiliki tapi tak tergenggam, kehilangan dan tak bisa kembali, persis penyesalan hanya saja ini membahagiakan sekaligus menyedihkan. Kenangan akankah kau akan tetap kuat seperti janjimu.


-putri andini-


Inilah acara yang paling pokok dari semuanya, semua siswa dan siswi berdiri berbaris menyalami para guru dan staff yang berdiri dilapagan satu persatu. Sambil di iringi lagu perpisahan yang dua tahunan ini selalu melantun indah menggema…


“tiga tahun telah kita bersama


jalani masa yang indah


bersama telah dilalui semua


suka duka telah kita rasa


selamat tinggal teman temanku


tempatku tuk berbagi luka


walau kini aku rasa aku resah


karena kita akan berpisah


selamat tinggal teman-temanku

__ADS_1


kita berpisah untuk selamanya


ingatlah pabila bertemu nanti


mohon jangan lupakan aku


......\=………\=………\=………


Alisia memandangi kedepan diujung baris yang berdiri paling duluan. Para siswa yang berbeda jurusan darinya yang sudah lebih duluan menyalami semua guru dan staff. Dan dari kajauhan Alisia memandangi suasananya memang semakin mengharukan.


Siapapun saja semua meneteskan air mata ditambah dengan gerimis halus yang membelai setiap kenangan yang tak akan pernah terlupakan, dibumbui dengan semua janji janji manis yang suatu hari kapanpun itu kita akan tetap erat dan hangat melebihi dari yang pernah terjalin dan di bungai dengan derai airmata mengikuti proses perpisahan ini.


Tibalah digiliran Jenni duluan diiringi Alisia, dan menuju tangan guru yang kelima sesuai dengan iringan irama lagu perpisahan Jenni menangis sesegukan. Dan tak ada bedanya dengan Alisia. Dia merasa seakan akan ini betulan berakhir.


Semua kenangan masa putih abu-abunya akan sepenuhnya selesai. Kawan sahabat guru entah apa yang takdir pergolakkan. Mereka lambat laun pasti akan terpisah juga.


Masa masa indah yang seperti irama lagu jabarkan memang terasa seakan nyata bagi Alisia dan pastinya yang lain, bahwa ini akan segera diakhiri. Tiga tahun pas dan itu penuh kenangan tentang semua.


Semua hal yang paling berharga bagi siapapun yang terisak seakan ngilu mengingat semua akan segera memburam dan hanya tertanam dalam ingatan.


Dan setelah sampai diujung sana, tepat ditangan staff bagian komite dan perpustakaan Alisia memeluk erat, guru sekaligus yang telah Alisia anggap seperti kakak sendiri.


“Terimakasih selama ini telah menjadi teman terbaik dan tumpuan semoga kakak cantik segera diangkat menjadi bagian tetap dari sekolah ini, huhuhu kita mungkin tida akan berjumpa lagi”.

__ADS_1


Alisia menangis tersedu-sedu mengingat semuanya. Semua yang sesegeranya menjadi kenangan indah tak terlupakan. Dan mereka berpelukan hangat sebagai perwakilan dari isak tangis yang tertahan.


Alisia masih menangis melepaskan emosinya dan langsung menarik Jenni kepelukannya, “kamu satu-satunya yang tersisa Jen, jadi jangan ikut mengumbar janji seperti mereka dan mereka” sambil menarik narik ingusnya agar menetap ditempat.


“Ca kamu tidak akan kemana-mana kan, dan kalaupun pergi harus denganku ya, meskipun rata-rata nilai kita jauh berbeda tapi jangan pergi ketempat yang aku tak mampu membuntutimu janji Ca” rengkuh Jenni sambil mengeratkan pelukannya.


“Ini hanya acara sekolah Jen, aku akan kemana jika tidak denganmu” elaknya seakan seperti seseorang yang paling tegar.


Mereka saling berpelukan sambil melepas semua kata yang tertahan dan terbenam mengikuti pemikiran dan perasaan dari hati masing-masing.


Seperti semestinya, banyak diantara kawan dan tak terkecuali sahabat. Disaat waktu masih mengikat mereka tanpa merasa bersalah mengumbar semua janji dan harapan manis.


Kelak kita kan tetap bersama, kapanpun kita harus tetap ngumpul, diamanapun kita harus bareng bareng, apapun kegiatanmu aku akan ikut, nanti setiap minggu kita jumpa, jangan lupa kita tetap saling komunikasi, dan persis sebelas dua belas dengan janji mantan yang sekarang entah dimakamkan diimana? Aku tak bisa hidup tanpamu yaaahhh basi!


Dan dengan ini perpisahan sekolah resmi ditutup silahkan semua siswa dan siswi menikmati acara penutup yang telah dipersiapkan bersama-sama.


Jelas MC sekalian memajukan tangan mempersilahkankan anggota ban sekaligus mantan alumni yang menjadi bintang tamu membawakan lagu penutup yang jelas setiap siswa siswi bahkan dari sekolah lainpun tentu mengenalinya. “AVIGA BAND”.


Dan dengan itupun juga Alisia ikutan tersentak dari tangisnya. “Bagaimana kejutan ini Ca, mengesankan bukan, kamu mati matian membentenginya tapi takdir justru berbalik menghujam kamu dan hatimu tapi dibalik itu semua persis seperti kutukan dan kamu harus bangun putri tidur..”Cinta pertama tidak akan pernah berhasil” sekuat apapun kamu sebagai pemerannya” terang Jenni sok sok an serius tapi tetap menampilkan senyum yang paling Alisia kenal.


“Iya sekarang aku yakin Jen ini memang kutukan, kutukan yang harus aku kubur dalam dalam”. Perih itu yang Alisia rasa, bukannya sicinta pertama tidak menyadari tapi dia terang terangan membatasi Alisia, menggantung dan mengabaikan tanpa kepastian.


Sementara Alisia bahkan perlakuan kecil yang dia terima dijabarkannya sebagai keberuntungan. “Kutukan ini harus aku musnahkan” tekadnya menguatkan. Jenni hanya membalas dengan tepukan dibahu sebagai tanda dia juga ikut menguatkan sahabatnya.

__ADS_1


hayyy man teman💗💗 jumpa lagi. selamat menikmati dunia yang aku ciptakan


salam hangat ❣️Putri Andini❣️


__ADS_2