MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
24. COBA SAJA


__ADS_3

Seisi dunia sekalipun, jika takdir menuliskan namamu sekian dan sekian pilihan aku tau mana yang lebih menggiurkan dan itu harus kamu.


_Ardan_


Tuduhan Alisia sempat membuat Ardan tak terima tapi dengan begini dia justru semakin tertarik.


“Tapi bagaimana lagi aku maunya begitu” sinis Ardan tak terbantahkan. "Jika dalam hitungan menit kau belum juga tanda tangan jangan salahkan aku bahkan satu langkahpun kau tak kan diijinkan meninggalkan tempat ini."


“Will atur waktu mundurnya, dan sepertinya akan lebih nyaman kalau langsung tinggal disinikan Alisia” goda Ardan sambil melangkah ingin meninggalkan Alisia.


Sepertinya memang begitu ya “bi siap kan kamar yang disebelahku untuknya atau biyarkan saja aku masih punya kasur yang luas dikamarku untuk berdua kurasa itu akan cukup. Sarkasnya seakan menjelaskan secara tak langsung.


“Aku tidak sudi dan itu tidak akan pernah terjadi, Alisia mulai terbawa suasana membayangkan kembali keterangan yang tertulis dalam genggamnnya.


"Aku bahkan tidak pernah memaksamu untuk membantuku, bukannya semua akan selesai jika dibayar dengan harga yang setimpal, tapi kenapa nominal dari total ini bahkan tak bisa tercapai oleh pikiranku." Alisia tak henti hentinya menggerutu.


“Apa kau tidak punya orangtua, apa begini cara mereka membesarkanmu, meremehkan yang lebih lemah darimu. Apa dengan begini kau puas. Sembilan buah angka nol dibelakang titik. Apa kau gila bukannya kau menghetahui segalanya tentang aku dan keluargaku.”


“Haruskah kau juga melibatkan mereka dan membuatku semakin terpuruk untuk tetap disekitarmu. Apa itu yang kau inginkan. Tuan muda bagaimana kau sebetulnya!


Bentak Alisia tak bisa membendung emosinya seiring airmata yang ditahannya untuk tak menetes. “Jangan menangis harus kuat kalau tidak kau akan ditelannya hidup-hidup” rutuk Alisia dalam hati.


William bentak Ardan “kau kunci semua pintu dan perketat penjagaan jangan biyarkan siapapun masuk. Dan untuk bibi dan juga yang lain pastikan rumah ini segera kosong dan selain yang ditugaskan William, turuti perintahnya dan kau gadis kecil..


Ucapan Alisia berhasil menyulut kemarahannya, kenyataaan orangtuanya yang terkesan tak peduli terhadapnya semakin mengganggunya. Dan ucapan yang Alisia lontarkan menambah semua kecamuk dibenaknya.


“Ikut aku” tanpa basa-basi Ardan menarik Alisia tanpa menunggu jawabannya “kau akan membayar semua sekarang juga, persiapkan hatimu karna kalau pun kau tak siap aku tidak peduli!”


Sementara dibagian yang lain..


Halo Rey ini om apa Alisia bersamamu, dari siang tadi dia mengabari sudah menuju rumah tapi bahkan sekarang om sudah sampai dia belum juga disini. Ucap papa Alisia menunggu jawaban diseberang sana..


“Halo om, bahkan seharian ini kami belum ada berjumpa, apa dia tidak mengabari tante?” Itulah kami semua sedang panik bisakah kau kemari membantu mencari Alisia? Jawaban gusar papa Alisia mampu menjabarkan semua jawaban dari pertanyaan yang tercipta tanpa suara dipikiran Reyhan.


Sebetulnya setelah apa yang terjadi Reyhan merasa bersalah sendiri, tentang apa yang dia dengar dan bagaimana kondisi Alisia setelahnya.


Semua sekaligus membuat batas tak terlihat bagi mereka berdua. Alisia dengan sikapnya dan Reyhan dengan gundahnya. Mereka terperangkap dalam perkiraan masing-masing.


Alisia sendiri memang ingin penjelasan dari sahabat sekaligus cinta pertamanya tersebut, tapi dia percaya kak Rey-nya tidak akan demikian itu udah mutlat dalam pikirannya hanya saja dia masih butuh penjelasan meskipun dia tidak terlalu percaya dengan keraguannya, sebab dia mengenalnya dari kecil dan itu pun teman pertama laki-lakinya.

__ADS_1


“Baiklah om saya akan segera kesana.” Reyhan berusaha memaksimalkan laju kendaraannya. Sebetulnya dia sudah memiliki janji dengan teman-teman sekelompoknya, teman teman yang menciptakan trauma tersendiri bagi gadis kecilnya.


Meskipun terlepas dari rencananya tapi hampir dari semua kejadian dialah dalangnya. Akal dari semua rencana sesungguhnya.


Meskipun ironinya dia menyaksikan semua yang terjadi, dia yang memperhatikan dari jauh apa yang terjadi pada Alisia, dengan dalih bahwa dialah nanti yang akan jadi pahlawan bagi Alisia tapi sayang semua tak berlangsung sesuai rencananya.


Seseorang yang tiba-tiba muncul dan merobohkan semua kebanggannya untuk gadis kecil tersebut. Seseorang yang dari dulu memang sangat sangat mengganggu pemandangannya.


Ardan Arditya pangeran segalanya yang membentengi dirinya dan menjauhkannya dari semua mata yang seharusnya hanya tertuju padanya. Benci dan iri itu lebih tepatnya.


“Jadi bagaimana om apa sudah ada kabar dari Alisia,” Reyhan yang sampai langsung menyalami kedua orangtua Alisia. “untunglah kamu segera sampai, belum om belum mendengar kabar apapun handphone nya juga tidak bisa dihubungi.” Jawaban gusar yang bisa menjelaskan semua keadaan betapa cemasnya mereka semua.


Sementara bagi Reyhan, dia mencemaskan semua kemungkinan. Kemungkinan terburuk yang bisa saja diciptakan temannya yang lain tanpa sepengetahuannya dan membelenggu Alisia diluar rencana yang pernah terjadi seperti sebelumnya.


“Kami sudah meghubungi semua temannya dan juga bahkan Jenni tapi mereka menjawab kalau sepulang sekolah memang langsung berpisah, yang om takutkan apa yang terjadi kembali Alisia alami dan ini karna keteledoran om sendiri terlalu mempercayainya.”


Rutukan kesedihan yang dilontarkan papa Alisia semakin membuat adik bungsu Alisia menangis kencang dan itu juga membantu memperburuk semua keadaan.


Rey yang merasa keadaan tak akan membaik jika dia tetap tinggal memutuskan undur diri dengan alasan mencari Alisia menurut kemungkinannya dan perlahan meninggalkan keluarga Alisia yang penuh kekhawatiran.


“Aku harus mencarimu kemana, dan tidak memungkinkan mereka berulah lagi sebab terakhir kali yang aku tau mereka semua kritis tak bisa bergerak.” Ardan berusaha melawan gejolak hatinya.


“Aku tidak ingin mendengar ocehan un-faedahmu” Titt.. menutup begitu saja. Tanpa perantara kembali bergetar dan masih dengan nomor yang sama. “bicara jelas atau aku akan membunuhmu.”


Rey yang larut dalam pemikirannya tetap terlihat gusar tak menentu, dia ingin segera bertemu gadis kecilnya. Dan sialnya yang satu ini selalu mengganggunya. Siapa lagi kalu bukan seseorang yang memang selalu mengusik ketenangannya.


Badboy yang juga berani menaruh hati pada gadis kecilnya, dan tentu Rey punya tembok kokoh untuk selalu memperingatinya. “Awas saja kalau kau main-main dalam situasi ini” geram Rey tertahan.


“Selow bro aku punya kabar gembira” kekehnya diseberang sana. “Bicara yang jelas atau nafasmu akan segera ku akhiri” bentak Reyhan tak ter-elakkan. Wah.. tenang aku tau apa yang sedang terjadi.” Balasnya tak mau kalah.


Jangan salahkan aku jika dalam sekian detik aku mengakhiri nafasmu yang sia-sia ini” dan ketika akan diakhiri Rey segera “Aku tau dimana Alisia” jawab lantangnya dan itu sukses membuat Rey menghentikan mendadak mobilnya menepi.


Bicara yang jelas atau kau akan menyesalinya” Rey memutus tak sabar.


“Jadi begini tanggapanmu, kalau aku tidak mau kau mau apa?” tantangnya berusaha merasa menang.


“Kau jangan salah, aku tau dimana tepatnya kau sekarang, otak mu bukan geserkan atau mau aku geser betulan.”


Reyhan yang sudah tak sabar kembali menghujami ultimatum yang membuat orang disebelah sana hanya terkekeh sumbang. “Apa yang akan kau tawarkan jika aku membantumu” baliknya menyeringai.

__ADS_1


“Kau berani memancingku, aku tidak akan segan-segan kepadamu lagi. Jelaskan secara rinci atau jangan harap perusahaan keluargamu akan tetap aman hingga malam ini.


Ancaman mutlak Rey memang tak pernah main-main. Dan dari semua bahkan tak terkecuali yang berasal dari sekolah berbeda pun sangat-sangat paham akan posisinya.


"Aku mau imbalan dan aku tak ingin tawaran. Kedepan beri aku peluang untuk mendekatinya juga, tapi aku tidak yakin kau akan masih punya tempat Rey?"


"Mungkin dia juga meninggalkanmu. tarik ulurmu akan menemui ujung tanpa bisa kau kendalikan."


"Kejadian ini akan menjadi pelajaran terbesar juga untuk egomu selama ini. Dia tidak digenggamanmu lagi. Terlepas bagaimana dulu. Kau telak menyesal aku berani bertaruh."


"Selamat menikmati usahamu. Pikirkan tempat terburuk di otakmu. Pasti kau akan menemui jalan. Jalanmu sendiri untuk sadar dari sandiwara. Bukan kau lagi pemenangnya." tawanya memecah diseberang sana.


Kau bilang atau nama keluargamu hilang dalam hitungan menit Wanda Nugraha! Aku jauh diatasmu dan kau paham kan artinya!


"Jika ini terputus kau akan tamat dan aku tidak main-main"


Katakan....! bentak rey mewakili semuaaaa kegelisahannya dengan tinju terpusat di stir mobilnya dia sungguh kehilangan kesabaran.


🧡


🧡


🧡


🧡


🧡


🧡


🧡


🧡


Hayyy man temannn.. View like and vote juga yahhh.. marii saling support. semoga setiap karya anak bangsa membanggakan. selamatt berperan diduniaku💓


Luph pull temuanyaaaah💓


💖 Aku padamu 💖

__ADS_1


Salam hangatt ❣️ Putri Andini ❣️


__ADS_2