
"***aku.. aku akan menjemputmu. Menarikmu untuk menetap diduniaku. Tempat yang aku yakin paling ternyaman untukmu. Aku akan datang dan mengurungmu rapat-rapat”
-Reyhan Kusuma***-
“Kalian kenapa seperti anak-anak begini Jenni Erna!! Jika kalian tetep begini bahkan kita tidak akan bisa mencari tau Alisia dimana. Segera hentikan atau aku akan meninggalkan kalian disini, dan pulanglah sendiri! Bentaknya frustasi.
Reyhan sebetulnya mempunyai ketakutan sendiri, sebab dulu dia tau betul bagaimana Alisia berusaha bangkit dari keterpurukan masalalunya.
Trauma yang dalam menyayat dan membekas lebar Reyhan tau seterluka apa gadis kecilnya.
Hentikan dan turun kalian dari sini biyar aku saja yang menyusul mereka semoga belum terlalu menjauh.
Jenni yang sadar akan kegusaran kakak kelasnya mencoba mengendalikan emosinya tapi tidak dengan Erna.
Sadar dengan tarikan Jenni yang mulai longgar dia dengan sekali hentakan menarik rambut Jenni hingga pas sanggul dikepala Jenni lepas dan memburai di lantai mobil Reyhan.
Plasshh”” manik-manik konde pink yang senada dengan baju yang Jenni kenakan berhamburan entah kemana dan dengan rasa sakit yang maksimal Jenni ingin kembali melawan tapi lebih dulu dibatasi Reyhan.
“Erna kamu keluar dari sini aku tidak ingin melihatmu” sanggahnya lantang dan itu telak membuat Erna terdiam. “keluar atau aku yang paksa” dengan tatapan mata tajamnya yang sekan mampu melukai siapapun, bahkan Jenni baru kali ini melihat bagaimana kak Reyhan tersebut bisa semarah ini.
Semua ketakutan Reyhan menyatu dengan pikirannya. Dia tidak ingin lagi Alisa sampai mengalami kejadian yang lalu.
Jenni hanya terdiam tak percaya bisa-bisanya si pangeran lembut ini seperti ini. Apa semua memang karena Alisia yang dibawa lari atau hanya rasa bersalah yang tak berarti.
__ADS_1
“Aku tau kamu tidak menyukai Alisia jadi jangan buang-buang waktu ku, aku harus menemukannya dan memastikan dia baik-baik saja dan itu tak butuh bantuanmu.
Keluar dari sini sekarang juga dan tolong jangan muncul lagi dihadapanku” tutupnya sinis.
Erna yang merasa seakan-akan tak dipedulikan merasa tidak suka “kenapa kakak hanya menyalahkanku jelas-jelas Jenni yang duluan” tuduhnya memelas, seakan tidak terima harus diusir dengan cara begini.
“Kakak kenapa begini” ucapnya berusaha manja.
“Turun dan lenyaplah” tuturnya dengan penekanan. Dan itu sontak embuat Erna tak enak hati. Dia merasa dicampakkan.
Dengan berat hati membuka pintu mobil dan keluar dengan menghentakkan kakinya. “Awas kalian akan ku balas berkali-kali lipat” gumamnya sambil memandang mobil Reyhan yang malaju kencang meninggalkan dirinya.
“Tenanglah Alisia aku bersumpah akan menjemputmu, dan membebaskanmu dari belenggu apapun.
“Dan kamu pasti akan baik-baik saja selama itu aku, persis seperti yang pernah kamu ucapkan dulu.
Jadi tunggu aku gumam Reyhan memfokuskan pandangannya dan dengan gesit membelah keramian yang padat.
Erna yang turun tanpa menyadari penampilannya yang acak-acakan, make up yang luntur dan sanggul kondenya yang entah mereng ke arah mana dan secara spontan berteriak kuat
“Jenni!! Aku akan membalasmu terlebih dahulu!” dan dengan itu sukses membuatnya menjadi sumber perhatian.
Ini yang paling memalukan bagi Erna. Putri satu-satunya Wijaya dipermalukan dengan sebegini rendahnya hanya karna Reyhan lebih memilih mencari Alisia dari pada menepati janjinya utnuk makan malam bersama.
__ADS_1
Semua rencananya bahkan hancur berantakan.
Segera Erna menghubungi supir pribadinya untuk dapat menjemputnya.
“Tuut…tuuutt… Halo mang Deni.. tolong jemput saya disekolah sekarang dan dengan angkuhnya mengakhiri panggilan sebelah pihaknya.
Rasa kesal yang semakin membuncah membuat Erna menarik habis rambutnya yang tak beraturan lagi. Tak terkira ada yang terlintas dipikirannya.
“Oiya apa sebetulnya yang mereka khawatirkan, ada kejadian apa dan siapa makhluk tuhan yang menarik tangan gadis kampungan tadi” pikir Erna bergolak dengan hatinya.
Jika dipikirkan ulang menurut Erna laki-laki yang menarik Alisia seakan familiar, seakan dia pernah bertemu dengannya tapi entah dimana.
Alisia, Jenni kalian harus membayar mahal semuanya ini dan apapun yang berusah kalian tutup tutupi aku akan mencari tahu dan pastinya itu akan menyenangkan.
Kalian harus tahu apa akibatnya. Aku benci kamu Alisia geramnya tertahan.
Tak lama mobil pribadi datang menjemputnya, dia yang merasa sekan benar-benar lelah dan malu sendiri dengan penampilannya hanya memberikan isyarat agar langsung kembali kekediaman Wijaya sebab semua yang terjadi sudah sangat maksimal menguras tenaganya.
Sang supir yang mengertipun tak banyak bicara dan hanya melaju dalam kecepatan sedang tanpa mau mengusik nonanya.
Hay man temannn.. jumpa lagi ya.. maaf up nya tak beraturan. Masih ditahap awal. Aku berusaha semoga dunia yang aku ciptakan bisa menarik dan membuat pengalaman baru. Sebab aku hobinya membaca dan paling suka dengan genre tsundere.
Salam hangattt ❣️❣️Putri Andini❣️❣️
__ADS_1