MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
5. PERPISAHAN SEKOLAH – Siapa?


__ADS_3

*Aku pernah punya langkah yang satu-satunya hanya tertuju padamu. Mengenalmu didekatmu bahkan hanya cukup memperhatikanmu. Aku pernah sangat sangat bersyukur atas kondisi yang sekedarnya. Kenangan itu, dulu aku pernah sangat erat menggenggamnya.


-putri andini*-


Sampai lah di hari H yang ditunggu..


SMA PELITA salah satu sekolah bergengsi dikotanya. Nama sekolah yang terpampang jelas paling depan menyita perhatian setiap siswa siswi yang melewatinya.


Dengan gagahnya dia tetap berdiri dari dulu disana bahkan kata Pak Madi penjaga sekolah yang sudah puluhan tahun bekerja, tata letak nama sekolah tetap berdiri disana hanya saja semakin kesini semakin dipoles dan dipercantik tentunya.


Senda gurau tawa canda warna warni ceria semua suasana mengharukan jelas tercipta.


Adat tahunan sekolah menjelang pengumuman kelulusan keluar, perpisahan sekolah terlebih dahulu dilakukan. Katanya supaya apapun yang terjadi nanti dipengumuman tidak merusak suasana perpisahan kalau seandainya pengumuman kelulusan duLu baru perpisahan, mangkanya perpisahan duluan baru pengumuan kelulusan.


Padahal sejak berdirinya sekolah ini tidak pernah tidak ada yang lulus, semua berakhir dengan prestasi dan seratus persen murni membanggakan.


Tapi cuaca saat ini tidak terlalu mendukung, pagi begini sudah diselimuti awan tanpa ada matahari dan aura dingin yang kuat, adem lebih kerennya.


Tapi itu semua tak akan menggoyahkan semangat siapapun yang telah segenap jiwa mempersiapkan semuanya dari jauh jauh hari.


Dengan pakaian yang sudah ditentukan untuk masing masing siswa siswi kelas dua belas. Anak laki laki memakai jas dengan kemeja merah maron dan dasi senada serta yang anak perempuan memakai kebaya lengkap dengan warna maron senada juga dengan yang dipakai anak laki laki.


Aturan ini sudah menetap semenak dua tahun belakangan. Peraturan yang langsung dikeluarkan Dinas Pendidikan bahwa setiap perpisahan sekolah anak kelas dua belas diwajibkan dengan pakaian tersebut.


Jenni dengan kebaya terbarunya menghampiri langsung Alisia. Cantiknya ungkap Alisia dalam hati “Ca sorry ya janji lah tak akan terulang lagi.

__ADS_1


"Jambu lu" jawab Alisia berusaha menjauh. Dan seketika juga dia seperti melihat seseorang namun entah siapa.


“Ca tungguin dong langkahnya pelan pelan aja susah haa geraknya” sambil mengekori Alisia. Jenni tau sebetulnya Alisia tidak betulan marah padanya.


Alisia sendiri masih dengan baju putih abu abu dengan make up seadanya dia tentu tidak mau seheboh Jenni.


Sebab pakaian pertama yang harus dia kenakan adalah pakaian adat untuk tarian pembukaan acara nanti.


Alicia berada diruang make up bersama anggota lain yang ikut berpartisipasi mengisis acara penting hari ini. Terkecuali Jenni dia hanya bagian dari paduan suara sebab dia tidak mau ambil pusing dengan kegiatan apapun.


Sesuai dengan peraturan yang berlaku tiga tahun belakangan ini, setiap kakak kelas diwajibkan mengisi posisi inti terkhusus tarian persembahan dan paduan suara untuk acara puncak nanti.


Selesai dengan semua kegiatannya Alicia masih saja memasang wajah buramnya. “ada apa Ca, masih marah ya dengan rengekan manjanya. Bukan begitu Jen, tadi aku seperti melihat seseorang sekilas sebelum jumpa denganmu tapi setelah melihat lagi tak ada seperti yang aku pikirkan.


Memang mirip siapa sih sanggah Jenni. Entahlah aku serasa mengenalinya tapi mungkin juga salah orang tebaknya.


Tepat di pukul 09:30 WIB sesuai dengan waktu di acara undangan yang tertulis acarapun di mulai..


Selagi MC membawakan pembukaan sekedarnya sekarang tiba kepada giliran Alisia dan teman temannya yang akan membawa tarian pembukaan acara.


Alisia memang tidak ada yang tidak mengenalinya. Kakak kelas cantik sekaligus pendiam yang bagaikan kutub utara tapi dengan senyum yang selalu mencairkan, terlebih terhadap teman dan sahabatnya dia merupakan pribadi yang unik.


Tapi karna kutub-nya tersebutlah yang membuat semakin menarik. Diam diam menghanyutkan itu yang sering dia dengar. Anak kelas sepuluh sebelas dan bahkan seangkatan semua senang mengenalnya.


Dengan langkah anggun dalam balutan pakaian adat serta make up yang menunjang penampilannya Alisia menjadi sorotan paling utama dibandingkan yang lainnya.

__ADS_1


Dia sicantik anak teladan yang ramah setiap gerakan yang dihasilkan menjadi daya tarik tersendiri untuknya.


Semua menikmati dan dengan persembahan yang lancar dan mengagumkan Acara Perpisahan resmi dibuka..


Dimulai dengan berbagai pengarahan dari ketua yayasan, kepala sekolah, ucapan terimaksih dari para guru semangat untuk semua calon mantan angkatan, perwakilan siswa dari ketua osis dan semua berlangsung khidmat.


Alisia sendiri langsung mencari dan menarik tangan Jenni untuk membantunya berganti pakaian, kembali keruangan make up dan segera melakukan transformasi yang lain. Dia mengambil baju kebaya yang juga ini kali pertama dia memakainya.


“cantik” itu yang pertama kali Alisia dengar dari mulut Jenni dan dia pun terkekeh. “kamu pun tidak ada bedanya Jen, cantik maksimal dan cetar” tambahnya. Jenni tersenyum manja membalasnya.


Matahari mulai menyunggingkan sinarnya, dan dengan suasana ini Jenni tentu merasa malas. “aku udah tebak pasti begini jadinya” sambil menghapus keringat didahinya. Apaan sih Jen nikmati saja ini moment. Momeeeenttt jelas Alisia sambil mendelikkan matanya.


Gayamu Jen Jen, kan bisa langsung bilang aja dari tadi sibuk sendirikan mencari keberadaan si upil tuduh Alisia tepat disasaran. “Alisia kamu apaan sih, meskipun memang benar Jenni tetap enggan mengakuinya.” Jenni memang lagi sibuk sibuknya mencari keberadaan Riko si tamu undangan baginya.


Sekolah mereka memang memberikan peluang untuk sekolah lain agar sama sama bisa menikmati acara perpisahan sekolah masing masing dan memang sengaja agar jadwalnya jangan sampai bentrok dengan sekolah sekolah yang berdekatan.


Tapi pastinya tetap dengan aturan yang mengikat. Dengan slogan besar didepan gerbang “INGAT ANDA TAMU” ttd Pembina siswa untuk siswa siswi tetangga sambil menyelipkan emoji hati, dan mereka yakin ini ampuh menyihir semua “bersama dan tetap saling menjaga”.


Jenni yang sibuk dengan benda digenggamannya Alisiapun juga sibuk celingak celingak mencari objek temannya sambil bertanya malas “ memang dia bilang didekat mana sih Jen, atau jangan jangan kalian mau berduaan aja ya?” tuduhnya tajam.


“Bukan begitu Ca dia bilang dia di kelas bagian atas karna tadi sempat mencari kita diantara mereka mereka sambil sibuk menunjuk semua yang pakai kebaya yang sama dengannya tapi kita tak terlihat karna kan lagi diruang ganti, dan mereka tidak mungkin bergabung disinikan? Jawabnya tergesa gesa.


“Ayolah ajaknya cepat sambil menarik tangan Alisia, Jenni kegirangan sendiri.


❣️Stay With Me❣️

__ADS_1


❣️Salam hangat - Putri Andini❣️


__ADS_2