
Rasa bukan sebatas apa yang diucapkan, dia menjelma menjadi berbagai kemungkinan yang kalau kamu sendiri bisa kendalikan maka akan manis. Begitu juga hati sesering apapun dan bagaimanapun kamu mencoba memilikinya jika bukan kamu tuannya kamu bisa apa?
Alicia tau siapa yang menghampiri mereka, bahkan ia sangat kenal dan ingat ini siapa. Dia kesal pada Jenni yang sudah mengingkari janjinya, dan apa yang terjadi kedepannya dia ingin agar semua cepat berlalu, “jengah” itu lebih tepatnya dia menyimpulkan situasi ini.
Tapi Alisia bukan menyalahkan sahabatnya sepenuhnya. Karna dari dulu sampai sekarang memang begitulah Jenni ditambah Riko yang selalu saja punya kandinat tertentu dan itu tak pernah sesuai denagn keinginan Alicia. Terlebih dengan seseorang yang sekarang semakin mendekati mereka.
“wah sipangeran tampan datang juga ya” sapa riko sambil memukul pelan pundak seseorang tersebut.
Dia dengan nampan berisi dua porsi makanan dan seseorang yang mengikutinya di belakang mengambil bangku dari meja sebelah dan menggesernya kearah Riko duduk sekarang.
Dengan isyarat matanya dia menyuruh temanya duluan duduk dan berakhirlah dengan dia yang pas duduk disebelah kiri Alisia dan memang itu tujuan dari rencana yang berusaha semaksimal mungkin dia dan Riko atur.
Dan situasi ini harus diatasi Alisia dengan segenap kemampuan yang dia punya. Wanda Nugraha yang berada disebelah kirinya, laki laki yang dia sendiri akui kepopulerannya.
Aktif dibidang olahraga yang paling digilai siswi disekolahnya membuat namanya mudah dicari. Tidak ada yang tidak mengenalinya termasuk siswi dari sekolah Alisia sendiri.
Karna kebetulan class meeting diadakan team basket sekolahnya mengundang team basket dari luar sekolah yang kebetulan jaraknya masih bisa dijangkau dan itu adalah sekolah Riko dan Wanda.
Siapa yang tidak ingin mengenalinya, dengan wajah yang diikuti rahang tegas dan mata tajamnya tidak akan ada yang mampu memalingkan pandangan darinya serta bentuk tubuh yang tidak kalah menarik dari wajahnya.
Meski hanya salah satu anggota basket, tapi kemampuan aktifnya melebihi dari kapten team sendiri. Bukannya dia tidak terpilih tapi pilihannya sendiri memang dia rasa lebih leluasa kalau hanya sebagai anggota. Jadi siapa yang sanggup mengabaikannya, tidak satupun pastinya.
__ADS_1
Karna itu dia yakin Alisiapun tidak akan berbeda jauh dari pandangannya. Dan tanpa gentar dia ingin mencoba menaklukkannya dengan cara apapun itu..
Wanda sendiri tau Alicia adalah sahabat dari pacar sahabatnya sendiri, cuma rasa penasaran akan jawaban yang dia inginkan membuat ambisinya makin menguat untuk membuktikan pesonanya terlebih dia juga sudah duluan memasang taruhan dengan teman-teman teamnya yang pasti tanpa sepengetahuan Riko, dan itu semakin membulatkan tekatnya untuk mendapatkan Alicia.
Hanya saja semua tak sejalan dengan yang Wanda pikirkan. Alicianya berada diluar jalur kemungkiannya. Bahkan mendekatipun tidak, jangankan untuk maju berusaha menarik perhatiannya seperti gadis lain, jalan ditempatpun dia jelas enggan. Dan itu membuat pertanyaan sendiri bagi Wanda.
Apa yang kurang darinya, sementara disekolahnya apapun yang dialakukan semua perempuan meneriaki dan melambungkan namanya. Tapi Alicia menjadi tanda tanya terbesar baginya, seperti tak teraih tak tergenggam dan Alicia seakan membangun tembok menjulang diantara mereka.
Dan rasa penasaran Wanda memuncak untuk menghancurkan tembok menjulang tersebut agar sipemilik jiwa mau merangkak dan memujanya. Kita lihat saja bagaimana “aku punya caraku sendiri” tegasnya dalam hati utnuk meyakinkan diri.
Memang ambisinya yang kuat menghilangkan rasa segannya kepada Riko sendiri, dia perpikir pasti sahabatnya akan mengerti bagaimana posisinya nanti.
Dan kalaupun rumit dia akan membuat alasan untuk menyalahkan teamnya agar sahabatnya tidak terlalu kecewa dan untuk melancarkan semua rencananya dia memang butuh campur tangan Riko untuk mendekatkannya pada Alicia.
Dan seperti apapun Jenni meyakinkan dan menggodanya dia tidak akan goyah karna dia memilki penilaiannya sendiri. Dan itu dia rasa sudah cukup mutlak untuk mengabaikan buaya rawa ini.
“hai bagaiamana hari ini lancarkah pasti kelelahan ya, dengan senyum menawan khasnya Wanda membuka percakapan duluan diantara dia dan Alisia. “begitulah” jawab Alicia lugas tanpa embel embel apapun.
Dari sekian pertanyaan semua dijawab hanya dengan sepatah kata saja, Wanda merasa ini sangat membuatnya canggung. Biasanya dia tak pernah memulai pertanyaan duluan kalau sudah berdekatan dengan lawan jenis. Bahkan mereka mereka tidak segan untuk bersikap agresif sekalipun padanya menggodanya bahkan tak segan segan untuk bisa mengajaknya makan siang atau pulang bareng tapi Alisia balikan dari mereka semua.
Dari setiap jawaban yang Alisia ucapkan, itu tetap tidak membuat Wanda berhenti dan itu membuat Alicia tidak nyaman sama sekali dia berusaha menyadarkan Jenni yang sibuk dengan dunianya dan Riko.
__ADS_1
“bagaimana ini apa tanggungjawab mu terhadap janji yang baru beberapa saat kamu ucapkan Jen” tegasnya sambil berbisik. Jenni pun memandangi Wanda dan dia hanya senyum senyum tidak jelas sebagai jawabannya. Baiklah kalau memang itu mau kalian, balas Alisia tertahan.
Sambil mengahabiskan makannnya dengan lahab Alicia mmembuka percakapan dengan tegasnya berbicara lantang. “terimaksih untuk makan siang gratisnya Riko, kedepan jangan pernah ajak aku lagi jika kalian sendiri sibuk dengan dunia kalian” liriknya tajam kerah Jenni.
Dengan tidak sopannya dia memutuskan sepihak. “Jen aku rasa harus baliak duluan, mama pasti kewalahan dirumah dan tidak perlu antar aku keparkir” tegasnya untuk sekalian memperingati wanda, “aku bisa sendiri”. Selamat menikmati waktu yang tersisa dan terimaksih ucapnya sambil berlalu meninggalkan mereka.
Wanda yang berniat mengejarnya ditahan langsung oleh Riko. “bagaimana ini apa kamu tak bisa membaca bagaimana dia, dia tertekan Wan.
Apa ini kenapa kamu tak bisa memperhitungkan sendiri, lihat dia kesalkan timpal Jenni. Wanda kembali duduk dengan berpikir apa yang seharusnya dia perbuat kenapa ini jadi tak beraturan seperti rencananya.
“entahlah aku hanya berusaha agar dia tetap nyaman dan tetap stay disini hanya itu kalian pun kan juga dengar hal apa saja yang aku berusaha ucapkan. Bahkan dia tak mau mengundangku utnuk datang keacara perpisahan sekolahnya besok" kesalnya sambil mengacak rambutnya sendiri.
Diperjalanan pulang Alicia mengomel sendiri. “apa sebetulnya ini kenapa dia terus saja mengoceh tanpa henti begitu.
Kan begini jadinya apa yang harus dijelaskan nanti ke riko dan Jenni. Alisia berpikir gusar dengan rasa bersalahnya. Sepertinya menghindar terus begini tidak akan membuat sibuaya rawa mengerti.
Aku harus menjelaskan kedia nanti secara langsung agar dia bisa berhenti menggangu dan menyabotase waktuku” memblokadenya langsung dan itu pasti bisa berhasil pikir Alisia mulai menguasai dirinya lagi. “lenyaplah oh lenyaplah sibuaya rawa dari pandanganku teriaknya disaat lampu merah menyala.
Sesampainya dirumah dia langsung mencari mamanya tapi tak kunjung ditemuinya begitupun ketiga adik-adiknya, dan diapun teringat akan rencana mamanya semalam yang bilang bahwa hari ini ada syukuran sunatan anak tetangga dan Alisia yakin mereka pasti pergi kesana.
Akhirnya dia langsung bergegas kedalam kamar kesayangannya dan membersihkan diri.
__ADS_1
❣️salam hangat Putri Andini❣️
Ayo bergabung dalam dunia yang aku ciptakan 🤩