MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
3. Rencana Riko dan Jenni


__ADS_3

Seperti apapun jawaban kita memang punya cara untuk membuat kesimpulan, langkah tidak semua harus bergandengan tapi seperti apapun hati hanya kamu yang punya hak untuk memutuskannya


Mall XX tengah kita..


Disinilah mereka disalah satu mall termegah dikota, setelah memasuki area parkir Jenni langsung menghubungi Riko pakai telephone genggam pink kesayangannya.


Dengan iringan langkah dan nada panggilan ditelinganya pas tepat jarak sekitar tiga meter menghadap kedepan dengan kencangnya Jenni berteriak heboh.


"Honey!!! I am Here, sambil berlari kecil mengahampiri Riko si Upil kalau Alisia yang panggil. Riko sendiri hanya mengelus lehernya sambil tertawa, pacarnya dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahannya. "masih senang bar bar godanya".


Sambil tersenyum Jenni bertanya apa kamu sudah menunggu lama honey? Sekolah kami menyelesaikan semua project yang tersisa dari kemaren mangkanya sekarang baru bisa sampai disini jelas Jenni sambil memandang samping Alisia yang tiba tiba sudah sejajar dengan bahunya.


Jenni sebetulnya senang Alicia tetap mau ikut dengannya tapi hanya untuk membujuk saja harus butuh cara ampuh yang memakan waktu bukan sebentar.


Alisia memang selalu dengan pemikiran plin plannya tapi Jenni memang paling menyukai Alisia dibandingkan siapapun, karna dia tau bagaimanapun Alisia tidak akan mampu mengabaikannya.


"No prob Honey" ini karna aku terlalu bersemangat mangkanya sampai lebih duluan ucap Riko sambil mengelus manja kepala Jenni.


Bagaimana kalau sekarang kita cari tempat makan dulu, aku merasa peliharaanku sudah demo lebih duluan sebelum sampai disini sambil mengusap perutnya naik turun. Itu tidak masalah ucap Jenni sambil menarik tangan Alisia.

__ADS_1


Jenni sadar Alisianya kurang nyaman dengan posisi ini, dia berada diantara percakapan kegombalan Riko dan Jenni. Mangkanya dari tadi Jenni sibuk menyikut lengan Riko sambil membelalakkan matanya dengan mantra ajaib bertanya mana temanmu secara kode kodean.


Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil senyum senyum sendiri dan menjawab sepelan yang dia bisa "sebentar lagi, tunggu saja".


Alisia sendiri tau apa maksud dari mereka berdua tapi dia lebih memilih tidak peduli, karena mau seperti apapun dia menolak mereka akan tetap berorasi secara diam diam atau terang terangan untuk memggodanya. Dan apa yang terjadi diwaktu berikutnya juga sudah terbaca dipikirannya.


Sampai lah mereka di stand makan siang terdekat dari mereka berdiri. Jenni menarik tangan Alisia berbarengan dengan Riko, sekalian dia cekingak celinguk mencari zona nyaman untum mereka bertiga. Dan pilihannya pun jatuh pada meja bagian sudut dekat kacaengahadap keluar.


"Biyar aku saja yang pesan kalian stay aja disini ya nona nona cantik" ucap Riko sambil berlalu menjauh. Karna kami datang bertepatan dengan jam makan siang kantor jadi bagian tempat kami sekarang memang cukup padat. Dan untuk menghindari kehilangan tempat untungnya Riko punya inisiatif sendiri Ladies is First begitu Jenni mengibaratkan.


Sambil menunggu Riko datang Jenni memainkan benda pink kesayangannya yang tak lepas dari genggamannya sementara Alisia menghela nafas lelah. Seperti yang dia ingat hari ini cukup menguras tenaganya.


Dia berusaha untuk menenangkan hati dan pikirannya agar Jenni ataupun Riko tidak menyadarinya. Tapi apa yang disaksikannya tidak tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Riko dengan nampan yang berisi tiga porsi makanan senyum senyum tidak jelas menghampiri tempat duduk mereka, seakan akan scenario yang dia tulis berhasil memenangkan Piala Oscar bergengsi.


Dengan langkah pasti dia berhenti diantara kami dan pandangan mautnya langsung menuju mata Alisia dan Alisia tau apa maksudnya.


Deheman Riko membuat Jenni mandangnya dengan pandangan aneh "kamu kenapa honey senyum senyum begitu lirik mantan ya" tuduhnya sarkas.

__ADS_1


Entahlah coba kamu lihat sendiri jawab Riko sambil nyengir kuda menunjuk lebelakang dengan kepalanya. Disana ditempat pemesanan makanan ada seorang pangeran tampan bagi siswi siswi sekolahnya yang tersenyum hangat melambaikan tangan kanannya kepada mereka.


Sambil meletakkan makanan untuk masing masing nona yang sudah menunggu dihadapannya Riko memainkan tangannya untuk memanggil orang tersebut yang ternyata membawa teman lainnya dan itu menbuat Jenni mencubit pinggangnya. "Apa yang kau lakukan".. sambil melirik Alisia "tenanglah tidak akan terjadi apa apa, bukankah kita juga sudah lama sekali tidak saling tegur sapa dan tiba tiba jumpa disini. Inikan bisa juga dinamakan "takdir," "takdir yang menyatukan" dengan gaya ejekannya yang khas.


Alisia yang dari awal merasa sangat lapar tiba tiba menjadi tidak berselera. "Jadi ini yang dimaksud mereka tadi sambil kode kodean tidak jelas, kenapa bisa jadi begini.


Bagaimana caranya agar tetap tenang dan tidak meninggalkan meja serta makan siang gratis ini. Dia berusaha menetralisir semua kemungkinan terburuk yang mungkin akan membuat sahabatnya kecewa.


Jenni yang melihat sahabatnya gusarpun merasa bersalah sambil menggenggam tangan Alisia erat. Jenni memberikan senyum terbaiknya untuk meyakinkan Alisia tetap tenang dan mengendalikan dirinya.


"Ca kamu masih disinikan celanya sambil cengengesan tidak jelas.


Maksudmu Jen hardiknya lembut sambil membelalakkan mata. Alisia rasa Jenni bisa membaca semua pikiran terburuknya, lari meninggalkan mereka dengan alasan kurang enak badan untuk menghindari pertemuan terselebung yang telah mereka rencanakan.


Taoi dengan pertanyaan yang tak berbobot yang diajukan Jenni membuat dia jengah sendiri "aku akan kemana Jen sementara tanganmu lebih kuat menggenggam tanganku". Dan apa ini sambungnya berbisik "kau menjebakku" tuduhnya mengancam.


Jenni hanya tertawa sok imut sambil melepaskan tangan Alisia I know you! Tetap disini saja dan nikmatilah acaramu jelas Jenni sambil tertawa simpul.


Dan seperti yang sama sama bisa ditebak seseorang yang melambai balik kearah Riko mendekat dengan irama langkahnya yang menawan dan disinilah akhirnya Alisia terperangkap.

__ADS_1


Menyerah dengan semua kemungkinan yang dia coba pikirkan dan pura pura tenang kalau ini mungkin memang seperti kata Riko bilang "takdir" tapi bukan untuk menyatukan yakinnya.


__ADS_2