MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU

MEMENJARAKANMU DENGAN HATIKU
19. BERTAHAN (Bongkar III)


__ADS_3

***Bahkan untuk sekedar alasan akupun tidak pantas, seperti apapun aku memantaskan seperti apapun caranya aku menunjukkan aku tetap tertutup tanpa sorotan. Aku bersinar tapi dalam gelapmu dan itu jelas tak akan terlihat bagimu atau bagi siapapun itu.


_Putri Andini***_


Alisia terdiam dan berusaha mencerna setiap kata yang didengarnya “kalian kira aku akan percaya, aku mungkin terlihat bodoh.


Tapi aku mengenalnya jauh sebelum kalian, dan kak Rey tidak akan mungkin seperti itu” tantang Alisia penuh penekanan.


“wah..wah..wah.. berbicaralah sesuka hatimu, karna dalam beberapa waktu lagi kamu akan menyadari bahkan jika memang Reyhan ada disekitar sini dia tidak akan menolongmu” Nathan berusaha memprovokasi.


“kalian…” dan itupun menjadi kata Alisia yang terakhir terdengar karna Nathan mulai membekap mulut dan menariknya tepat kesudut ruangan.


“Berhenti menghabiskan tenagamu, karna waktu kita masih panjang”. Alisia yang tak terima berusaha melawan dan menendang area pribadi Nathan “aku tidak selemah yang kau pikirkan” sambil berusaha melepaskan diri Alisia berlari sekencang mungkin tanpa menghiraukan Nathan yang meringis karna nyeri tak tertahankan.


Tapi percuma mereka berempat, satu okelah tak bisa mengejarnya tapi tiga pasang tangan yang lain mulai ikut campur dan menghalangi dirinya. “kau gadis sial*n” sontak Nathan pun murka dan berusaha berdiri sambil tergopoh mendekati Alisia.


“plaakk..” tamparan panas tepat melayang dipipinya, dan warna kemerahan serta bekas telapak terlukis diwajahnya yang berkeringat.


“Jadi tidak suka cara manis ya, aku tidak akan mengulur waktu lagi, kalian tarik dia kedalam dan tinggalkan kami berdua.”


Alisia yang merasa pipinya seakan mengambang berusaha melawan sambil berfikir, diapun merasa sedikit terusik “benarkah kak Reyhan nya yang sudah mengatur semuanya, jadi bagaimana ini akan berakhir, tidak dia yakin itu tidak mungkin.


Betulkah prinsip asing yang pernah didengarnya, asalkan masih bisa hidup apapun harus disyukuri dan dengan pemikiran itupun serentak juga membuat badannya menggigil.


Tidak… tidak boleh terjadi apapun, aku harus menyelamatkan diri harus” tekatnya memejamkan mata.

__ADS_1


Alisia kembali bersuara “Kau yakin sekali dengan ucapanmu, bisa jadikan Reyhan didekat sini dan sedang mencari pertolongan, memang sudah sewajarnya yang tidak bisa berbuat apa-apa akan mencari alasan agar bisa diterima.


Dan untuk bisa dianggap ada mangkanya kau beginikan Nathan” jawaban telak tanpa embel kakak Alisia lontarkan tanpa gentar.


“Biasanya rasa kehilangan karna pernah memiliki itu lebih buruk, tapi sadarkah kau sendiri teman terburuk yang nyata dan itu karna angkuhmu.


Siapa yang mau jatuh semakin terpuruk, tidak mungkin kak Rey akan mempertahankan teman yang tak bermanfaat, jelas itu hanya membuang waktunya.”


“Dan kau seharusnya sadar kak Rey tak pernah seberuntung apapun memilikimu sebagai teman atau apapun mangkanya dia wajar merasa lebih darimu dan alasan yang kau buat-buat karna aku kau jelas seperti kurang kerjaan” dengan jari telunjuk yang seakan menantang Nathan untuk berduel dan itu cukup untuk mengusik niatnya.


“Apa tidak ada teman yang lain yang bisa menyadarkanmu, yang tidak berfaedah memang untuk dibuang.” Alisia berusaha mendominasi keadaan.


Kalau terluka itu lebih baik dari pada kehilangan kehormatan itu tidak ada pengecualian. Jadi pemikirannya dia lebih baik bersimbah darah dari pada menyesal seumur hidup. sambil melafalkan mantera “pukul aku – pukul aku” didalam hatinya Alisia membelalakkan matanya memprovokasi.


Alisiapun berteriak kencang sambil menggenggam baju bagian atasnya “apa yang kau lakukan, jangan mentang-mentang kau laki-laki bisa berbuat semaumu.


Apakah kau bukan manusia haaaach! Alisia dibuat takut sealigus sedih tapi dengan rasa ingin menyelamatkan diri yang kuat dia berusaha melampiaskan kepada genggaman tangannya. Harus kuat dan pandai mengulur waktu itu tekatnya.


“Coba kita lihat apakah mulut mungilmu masih bisa bersuara dan berteriak, lebih baik kau teriakan nama ku, itu akan membantu meringankan suasana dan aku jamin kau tidak akan melupakannya bahkan sedikitpun."


"Karna nantinya aku akan menanamnya apik diingatanmu jadi anggap saja ini pemanasan aku menyukai wajahmu yang memucat Alisia Wardana” terang Nathan mencengkram tangan Alisia menegaskan.


Situasi pasti bisa dibaca bagi Alisia, dia bergetar penuh ketakutan, anak gadis mana yang bisa tetap tenang dalam situasi sepeti ini. Walau dia tahu kalau sampai terlihat lemah itu akan dimanfaatkan tapi dia tak punya jalan.


Airmatanya tidak mau ikut berkompromi malahan semakin laju menetes “aku harus bagaimana, lorong ini tempat ini aku tidak mengenalnya, meskipun kemungkinan terlihat dari sekolahnya tapi sekolah sudah dibubarkan dan perlindungan untuk dirinya bahkan rasa malu yang dia miliki terkubur karna rasa takut yang meradang.

__ADS_1


Nathan yang mulai membaca tingkah laku Alisia merasa menang bahwa dia bisa mengendalikan dan menakuti gadis itu, “meskipun butuh tenaga ekstra tapi sebandinglah dengan apa yang akan segera dia dapat dan ini sangat memuaskan” dalihnya sambil tersenyum masam.


“bagaimana sepertinya ini harus langsung dilanjutkan saja aku tidak sabar mensenti setiap incinya dalih Nathan menatap Alisia. Kak Rey yang kau banggakan pun pasti setuju denganku, aku yakin itu.


Alisia hanya terdiam dipenuhi ketakutan dalam sekejap semua berubah total melingkupinya. Rasa takut malu tangis airmata isak pilu semua menyatu. Dia tak tertolong lagi pikirnya.


Nathan semakin mendekatkan diri sambil tersenyum miring “sekarang kau tak perlu berimajinasi bagaimana dan bagaimana sebab aku yang akan langsung memaparkannya kepadamu, bahwa tidak selamanya mulutmu bisa berguna.


Sambil membelai pipi Alisia dan aku suka kamu yang seperti ini seperti kucing yang terperangkap dan aku akan melahapmu hingga tak tersisa.


Nathan yang semakin mengikis jarak diantara Alisia dan dirinya merasa kalau inilah puncaknya. Dia menang dari Reyhan atau dari siapapun.


Memang tidak ada yang bisa menandinginya angkuhnya tertuai dan sambil mengejek dia berusaha meraih Alisia.


Hayyy man teman.. jumpa lagii.. Maaf up nya kacau balau🙏


Semoga selalu terhibur..


💗


💗


💗


Salam hangatt ❣️❣️Putri Andini❣️❣️

__ADS_1


__ADS_2